
sepeninggal mamanya revan meluapkan semua kekesalan nya kepada vivi dengan terus menyalahkan vivi atas masalah ini yang akan berujung dengan pernikahan
"puas lho sekarang ini kan yang sebenarnya lho mau..lho sengaja kan mau menjebak gua..argh sial banget sih hidup gue"
vivi hanya diam mematung tidak tau harus bereaksi seperti apa otaknya masig belum bisa mencerna dengan jelas yang baru dikatakan mama nya revan
mama revan yang masih berada di luar kota tiba tiba sudah ada dirumah dan secara kebetulan melihat kejadian yang memaksa vivi harus menikah dengan revan
dia pun bicara pada diri nya sendiri tanpa menghiraukan revan yang masih di sebelahnya
"menikah..dua hari lagi...dengan pria angkuh ini...ya tuhan apa tidak ada pria baik lagi di dunia ini sehingga aku harus menikah dengan lelaki sombong ini"
revan pun merasa tersindir dengan kata kata vivi tak terima begitu saja mereka pun kembali berdebat di kamar itu
"seharusnya lho itu merasa beruntung bisa menikah dengan pangeran tampan seperti gue"
"sepertinya kita akan menjadi pasangan yang serasi nantinya seperti tuan putri dan pangeran tampan"
vivi tersenyum sambil mengejek revan dan kemudian berlalu meninggalkan revan yang masih menyusun kata untuk melawan vivi
kemudian vivi kembali berbalik dan membuat revan sedikit kaget
__ADS_1
"hallo calon suami tidak kah anda ingin mengantarkan calon istri anda ini pulang bagaimana jika nanti aku di culik penjahat kan nggak lucu kamu duda sebelum menikah hahaha"
melihat ekspresi marah revan menambah semangat vivi untuk terus menggodanya
sebenarnya vivi juga shock dengan ancaman mama revan namun dia tidak punya pilihan lain.. baginya mungkin ini sudah jalan tuhan yang harus di jalaninya dan dengan menikah dia juga bisa menolak Brian yang terus menerus mengharapkan balasan darinya
kadang dia juga kesal dengan revan yang sering menghinanya namun dia sudah memekakkan telinga dan membekukan hatinya untuk segala penghinaan yang akan terjadi lagi nantinya
revan benar benar kesal melihat vivi yang seperti memanfaatkan keadaan dirinya saat ini,,,dengan cepat dia menarik tangan vivi turun ke bawah dan membawa vivi masuk ke dalam mobilnya
sebenarnya revan tidak mau mengantar vivi pulang tapi karna dia yang melihat mamanya mendekat kembali kekamar mereka membuat revan menarik tangan vivi dengan cepat untuk turun ke bawah
sedangkan vivi seakan bisa membaca isi pikiran revan terlihat begitu santai tanpa ada rasa takut sedikitpun
"****...lho pikir gue taksi free yang bisa lho ajak muter muter nggak jelas"
vivi tertawa lepas mendengar kekesalan revan karna memang revan tidak pernah tau tempat tinggal nya
awalnya ia ingin memberitahukan alamat kost an nya namun dia kembali beniat mengerjai revan
setelah lepas tertawa vivi pun memberitahukan alamat kost an nya
__ADS_1
revan benar benar geram melihat vivi yang semakin berani dengan nya
"kalau lho nggak berhenti ketawa bakal gue turunin lho disini sekarang juga"
namun vivi masih saja tertawa melihat ekspresi kesal revan dan tiba tiba revan menghentikan mobilnya kembali
"turun..apa lho pikir gue main main.."
revan sudah kehabisan kata kata untuk melawan vivi namun yang membuat nya lebih naik pitam lagi karna perempuan itu benar benar akan turun
"ok kalau hari ini saya bisa sampai dirumah dengan aman dan selamat maka besok giliran anda yang akan jadi gelandangan setelah saya adukan pada calon mama mertua"
vivi hendak melepas sabuk pengaman namun tangan revan menghentikan pergerakan nya
"lho itu ya ..argh.."
revan benar benar kesal bahkan vivi dengan berani menatap mata nya
mereka saling menatap dan dengan kesal revan mencium bibir mungil vivi dengan kasar bahkan dengan durasi yang cukup lama sehingga membuat bi**r vivi sedikit membengkak
vivi terus mendorong tubuh revan agar menghentikan tindakan gilanya itu dia benar benar tidak menyangka jika revan akan senekat ini
__ADS_1