
revan pun menyudahi aksinya dan menatap tajam vivi
"ini belum seberapa..nanti kalau lho udah jadi istri gue..gue bakal lakuin yang lebih kejam dari ini..jadi nggak usah terlalu bertingkah ngerti lho"
"terserah" hanya kata itu yang keluar dari mulut vivi dia tidak ingin lagi berdebat dengan revan karna takut revan akan bertindak lebih nekad dari itu
revan pun kembali melajukan mobilnya di perjalanan hanya tercipta keheningan
tak lama kemudian mereka pun sampai di kost an nya vivi
vivi lebih dulu keluar dan di ikuti oleh revan dengan berbalik arah vivi pun tercengang dengan revan yang mengikutinya sampai ke pintu
"nggak usah sok kaget gitu cepat ketuk pintunya.."
vivi pun mengikuti perintah revan dan mengetuk pintu sambik memanggil pelan nama nisa
tak lama nisa pun datang membukakan pintu dia mengernyitkan dahinya dan menoleh ke arah vivi seolah bertanya siapa pria tampan yang berdiri di sebelah vivi itu
vivi pun langsung mengerti dengan maksud nisa
__ADS_1
"hmm kak revan kenalin ini nisa sahabat aku"
vivi lebih dulu memperkenalkan nisa pada revan tanpa menjawab pertanyaan nisa
"oh ya udah jadi selama ini lho tinggal berdua sama dia"
"ya" vivi menjawab dengan singkat pertanyaan revan
revan pun pamit setelah memastikan vivi sudah masuk ke dalam
nisa yang sedari tadi penasaran pun membondong vivi dengan banyak pertanyaan karna setau nisa selama ini vivi hanya dekat dengan Brian yang memang sudah di anggap nya sebagai kakak oleh vivi
"aduh sa kayak aku mau lari aja nanya nya buru buru gitu ya sabar dong ntar aku jelasin"
setelah membersihkan diri vivi pun duduk di ranjang kecil miliknya dan terlihat nisa yang masih setia menunggu penjelasnnya
"hmm dia itu calon suami aku sa dan kita akan nikah dua hari lagi"
nisa terperanjat dan berdiri dari duduknya dia pun beralih dan duduk di sebelah vivi
__ADS_1
"maksud kamu apa sa kok kamu nggak pernah cerita apa apa sama aku selama ini dan sekarang tiba tiba aja kamu udah mau nikah...apa kamu udah nggak anggap aku ini sahabat kamu lagi vi"
vivi yang tak ingin sahabatnya itu salah paham pun segera menjelaskan semuanya pada nisa kenapa dia akan menikah secepat itu dengan revan
"makanya kamu dengarin dulu cerita aku jangan langsung motong aja"
vivi menjelaskan dari A sampai Z nisa yang mendengarkan nya pun tidak tau harus memberi komentar apa
"menurut kamu aku harus gimana sa..aku nggak punya pilihan lain aku takut kalau mamanya revan benar benar akan menyebarkan vidio itu..ya walaupun nggak ngapa ngapain tapi kan kamu tau sendiri kehidupan di desa itu kayak apa"
"tapi kok aneh ya vi kalau mamanya nyebarin vidio itu sama aja dong dia menyebarkan aib keluarganya sendiri secara kan ada anak nya di dalam vidio itu"
"benar juga kenapa aku nggak kepikiran ke sana ya tapi di vidio itu cuma muka aku yang kelihatan gimana ini sa apa aku kabur aja ya"
"kayak orang maling aja mau kabur segala ,,ya kamu jalanin aja vi kan orang yg bakal nikahin kamu itu tampan kaya lagi hahaa"
dalam keadaan serius pun nisa masih sempat saja tertawa dan mengejek vivi namun berbeda dengan vivi raut wajah nya terlihat sedih,,nisa yang melihat pun segera menghentikan tawanya
"tapi sa gimana jelasin nya sama ayah kamu kan tau sendiri ayah aku orang nya kayak gimana"
__ADS_1