Cuek Tapi Sayang

Cuek Tapi Sayang
heran


__ADS_3

tak lama kemudian mereka pun segera melajukan mobilnya menuju bandara dan setelah sampai mereka di sambut omelan sang mama


"kalian tuh ya mama sama papa bisa berlumut tau nggak nunggu kalian"


"ya maaf ma jalan ke sini kan bukan punya kita jadi harus ikut aturan benar nggak yan"


Brian sedikit terkejut dengan alasan revan karna tadi jalanan begitu lancar tanpa hambatan hanya saja karna revan yang risih salah pakai sepatu yang dinilainya kurang tepat dengan penampilannya memaksa Brian harus singgah di toko terdekat yang cukup terkenal di tempat itu awalnya Brian menolak namun revan tetap memaksa karna tak ingin semakin menbuang waktu Brian pun akhirnya menuruti permintaan gila abang nya itu


"nggak usah pakai alasan deh lu bang perasaan tadi jalan nya lancar lancar aja deh cuma lho doang yang ketinggian gaya masa cuma ke bandara doang harus beli sepatu baru narsih amat sih makanya jadi lambat"


Brian sengaja membuat revan diomelin mamanya karna sebenarnya dia juga kesal dengan sifat revan yang tidak dewasa sedikitpun padahal umurnya udah harusnya jadi om om


sang mama yang mendengar pengakuan Brian pun menjewer telinga revan seperti anak kecil yang berbuat salah


"kamu tu ya nggak ingat umur apa lihat aja ntar mama akan segera carikan jodoh supaya kamu tu ngerti dan lebih dewasa nggak kayak ABG lagi"

__ADS_1


Brian yang melihat sang mama yang memarahi revan pun ikut mengiyakan perkataan mamanya


"benar tu ma suruh nikah aja biar nyadar kalau udah tua hahaha kan nggak lucu kalau Brian dulu yang nikah trus punya anak harus manggil om bujang lapuk"


sang papa yang sedari tadi diam dan hanya memperhatikan drama keluarga itu pun segera mengakhiri acara tersebut


"apa kalian mau papa buatin rumah disini kayak nya betah banget ngobrol di bandara pada nggak mau pulang apa"


akhirnya mereka semua pun kembali ke rumah setelah sampai mereka pun masuk kedalam dan kembali berbincang di sana


sang mama yang baru teringat dengan hadiah yang di bawanya pun segera memanggil semua pelayan untuk berkumpul karna meski terkenal dan kaya raya keluarga wijaya bukan lah orang yang sombong dan mereka tidak pernah membeda bedakan status seseorang


mereka semua sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini tiap kali tuan dan nyonya wijaya ke luar negeri pasti mereka akan selalu di belikan oleh oleh dan itu adalah oleh oleh mahal karna di beli langsung di luar negeri oleh sebab itulah mereka bersemangat menemui majikan nya itu


sedangkan vivi yang masih baru sedikit bingung namun dia tetap mengikuti pelayan yang lainnya

__ADS_1


setelah semua pelayan berkumpul nyonya wijaya pun membagikan sendiri oleh oleh yang dia bawa dan tepat pada giliran vivi dia sedikit heran karna sepertinya dia baru melihat vivi hari ini


Brian yang berniat memberitahukan mamanya pun harus terhenti karna revan yang lebih dulu bicara


"itu pembantu baru kita ma namanya vivi"


Brian sedikit kesal dengan revan karna sebenarnya dia ingin mengenalkan vivi sebagai pelayan baru dan juga temannya


sang mamapun mengangguk dan kemudian tersenyum manis pada vivi


"nama kamu vivi ya masih muda dan cantik lagi kok milih jadi pelayan sih sayang"


vivi pun sedikit canggung dengan sapaan mama Revan yang begitu lembut


"hmm itu nyonya" belum sempat vivi menyelesaikan ucapan nya Brian pun memotong pembicaraan dan menjelaskan pada sang mama

__ADS_1


"gini ma sebenarnya vivi itu teman kantor aku karna sekarang dia lagi ada masalah dengan ke uangannya di kampung jadi Brian tolong cariin kerja tambahan dan itu jadi pelayan disini hitung hitung kan kerjanya nggak tertalu berat jadi dia nggak terlalu capek nantinya"


sebernarnya vivi sedikit heran dengan Brian yang juga memanggil mamanya revan dengan dengan sebutan mama mungkin memang udah dianggap seperti keluarga sendiri jadi mereka terlihat benar benar akrab begitu lah yang ada dalam pikiran vivi


__ADS_2