
hari ini orang tua revan dan Brian akan kembali ke luar negeri karna ada sedikit masalah dengan perusahaan mereka disana
sebelum pergi sang mama sudah menyiapkan kan segala sesuatu untuk keperluan bulan madu revan dan vivi bahkan koper yang akan mereka bawa juga sudah di siapkan oleh sang mama
setelah mengantar kedua orang tuanya revan,Brian dan juga vivi kembali ke rumah dimana hanya ada mereka bertiga di sana
malam harinya rumah terlihat sepi karna sekarang hanya tinggal mereka bertiga karna biasanya sang mama lah yang selalu membuat kebisingan di rumah tersebut
vivi yang merasa haus pun hendak turun ke bawah untuk mengambil minum namun niat nya terhenti karna mendengar sesuatu yang pecah dari kamar sebelah
ya suara itu berasal dari kamar Brian vivi merasa khawatir dengan Brian namun dia juga takut mendekati kamar itu karna bisa saja nanti akan terjadi kesalahpahaman nantinya namun dia juga enggan untuk memberitahu revan
perlahan vivi mendekati kamar Brian dan terlihat jelas botol minuman berserakan di kamar Brian dan terlihat Brian menangis memandangi foto seseorang
vivi dapat melihat jelas karna memang pintu kamar Brian tidak sepenuhnya terkunci ntah ia sengaja atau tidak namun itu benar benar berhasil membuat vivi khawatir
dan sepertinya brian mengetahui ada vivi di luar kamar nya dengan sengaja dia mengambil potongan botol tersebut dan mengarahkan pada pergelangan tangan nya vivi yang melihat itupun tanpa pikir panjang langsung masuk ke kamar Brian
"kak Brian..vivi memanggil brian dengan terbata karna takut Brian akan nekad saat ini brian sedang mabuk dan itu terlihat jelas dari keadaan nya yang kacau
Brian pun bangun dari duduknya dan langsung memeluk vivi dan itu sontak membuat vivi kaget
"kak Brian apa yang kakak lakukan lepasin aku kak "
"kenapa apa kamu takut revan ngeliat apa kamu pikir dia peduli sudah lah vi tinggalkan dia dan aku siap nerima kamu karna aku yang cinta sama kamu bukan revan"
"lepasin aku kak mari kita bicarakan ini baik baik"
__ADS_1
vivi mencoba dengan cara lunak agar Brian melepaskannya
dan itu berhasil Brian melepaskan pelukan nya dia mengajak vivi untuk duduk di sisi ranjang
"apa kak Brian benar benar cinta sama aku" pertanyaan vivi pun di balas anggukan oleh Brian
"apa kak Brian pengen ngelihat aku bahagia" dan lagi Brian hanya menganggukan kepala nya
"kalau gitu tolong lupain aku kak dan anggap lah aku seperti adik kak Brian meskipun posisi ku adalah kakak ipar namun ....
tak sempat vivi melanjutkan kata katanya brian langsung meletak kan jari telunjuknya tepat di bibir mungil vivi
"apa kamu tau rasanya jadi aku saat ini
sakit vi ini benar benar sakit
Brian nampak begitu marah kondisinya yang mabuk membuat nya tak mampu mengontrol ucapan nya bahkan saat ini dia sudah tak peduli dengan status vivi yang sudah menjadi kakak iparnya
"kamu bilang apa lupain dan anggap seperti adik apa bisa seorang adik aku ajak untuk tidur bersama setiap malam"
vivi begitu terkejut dengan pernyataan brian entah apa yang ada di pikiran laki laki itu saat ini namun kata kata itu sungguh menyakitkan di telinga vivi
ia tau dengan kesalahan nya namun semua juga bukan kehendak nya bahkan jika boleh memilih dia lebih baik tidak menikah seumur hidupnya daripada harus menghadapi masalah serumit ini begitulah pikir vivi
tak tau apa yang harus dikatakan vivi pun hendak berlalu meninggalkan Brian namun brian dengan cepat memegang pergelangan tangan nya
"lepasin aku kak terserah kak Brian mau mikir seperti apa toh semuanya juga udah terjadi"
__ADS_1
"vi apa kamu cinta sama revan"
"cinta atau enggaknya tapi sekarang aku adalah istrinya kak revan dan meskipun pernikahan ini tanpa cinta aku akan tetap mempertahankannya"
jawaban vivi membuat amarah Brian semakin memuncak
"apa kamu bilang mempertahan kan aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi"
dengan kuat Brian malah menarik vivi dan membuat nya jatuh ke atas ranjang
Brian membuka baju nya dan hendak menindih vivi dan itu membuat vivi begitu ketakutan dia tidak pernah menyangka kalau Brian akan senekad itu
niatnya hanya untuk menghentikan Brian agar tidak melukai dirinya sendiri namun malah membuat nya terjebak di sana
vivi mencoba menghentikan Brian dan sekarang air mata nya tak terbendung karna rasa takut akan amarah Brian yang sedang mabuk
"kalau aku nggak bisa memiliki aku dengan cara baik baik maka cara buruk sekalipun akan aku lakukan untuk mendapatkan kamu vi"
Brian mengungkung vivi dengan kuat dia sudah bukan seperti dirinya lagi karna rasa cintanya yang begitu dalam membuatnya tak mampu mengendalikan perasaannya
melihat vivi yang terus memberontak semakin membuat nya panas
"lepasin aku kak ku mohon lepasin aku bunuh saja aku tapi ku mohon jangan seperti ini"
lirih vivi kehabisan tenaga karna Brian yang terus memaksanya
namun disaat brian hendak mencium vivi tiba tiba revan muncul mendobrak pintu langsung menarik brian dan memukulnya hingga Brian tersungkur
__ADS_1