Cuek Tapi Sayang

Cuek Tapi Sayang
#tidak mau kalah


__ADS_3

"brengsek"


Revan terlihat begitu emosi entah itu karena Brian yang hendak melecehkan istrinya atau memang karena cemburu yang belum disadari oleh Revan


"apa yang lho lakuin hah..."


teriak Revan yang hendak memukul Brian kembali namun tangan nya terhenti karna takut tak bisa mengontrol emosi


Disaat Revan mencoba menahan diri emosi nya kembali tersulut karna pengakuan yang dibuat Brian tanpa ragu Brian mengakui semua nya pada Revan,,entah karna keadaan nya lagi mabuk atau memang itu yang dia rencanakan


"kenapa lho marah hah.."maki Brian dengan gaya mabuknya ia tertawa seperti orang gila dan kemudian diam sesaat sebelum melanjutkan kata kata nya

__ADS_1


"dan lho bilang gue brengsek...lho lebih brengsek Revan seharusnya gue yang jadi suaminya Vivi bukan lho,,lho nikah bukan karna cinta kan jadi nggak usah sok marah dengan apa yang lho liat sekarang karna lho tinggal ceraikan Vivi dan gue yang bakal nikahin dia gampang kan,,kecuali....


Brian menggantung ucapan nya sambil menatap tajam pada Revan. "kecuali lho udah terlanjur jatuh cinta sama pembantu lho ini"....


Revan yang sudah terlanjur emosi kembali memukul Brian bukan kalimat jatuh cinta yang jadi masalah Revan tapi niat Brian yang ingin menikahi istrinya...cih istri Bahkan tanpa sadar dia telah mengakui Vivi sebagai istrinya


"semuanya udah terlanjur Brian dan lho harus bisa nerima itu,,gue peringatkan lho jangan pernah ganggu istri gue lagi karena sampai kapan pun gue sama sekali nggak ada niat buat cerai"


Revan menghimpit tubuh Vivi dibalik pintu yang baru dtutupnya dengan kasar,,rasanya dia benar benar ingin meledak saat itu juga karna rasa yang dia sendiri tidak tau itu rasa apa


"apa lho segitunya udah nggak tahan hah sampai lho harus datang sendiri ke kamar Brian buat nyerahin diri"

__ADS_1


Kata kata yang begitu menyakitkan tapi Vivi masih bisa menjawab dengan tenang karna dia sendiri sudah cukup muak dengan apa yang dia alami saat ini...dia hanya tidak menyangka semuanya akan jadi serumit ini


Awalnya Vivi mengira kalau Brian akan bisa menerima semuanya karna hubungan mereka juga belum terlalu jauh dan timbah lagi Brian juga terkesan orang yang lemah lembut tidak seperti yang Vivi lihat sekarang ini


Dengan senyuman menantang dia membalas perkataan Revan


"bukan kah kamu sudah melihatnya sendiri dan rasanya ini sangat melelah kan ,,untuk itu mari kita berpisah saja,,toh nggak ada yang dirugikan dalam pernikahan ini kan?? Jadi,,


belum sempat Vivi melanjutkan kata-katanya Revan sudah lebih dulu membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman..dia semakin panas hanya karna Vivi meminta nya untuk berpisah padahal tidak ada cinta tapi kenapa dia merasa begitu panas ketika Vivi meminta untuk berpisah


Kali ini Revan melakukannya dengan sangat kasar sampai vivi yang tadinya berani kini seketika merasa takut jika Revan akan melukainya,,namun dia tidak ingin menerima hinaan itu begitu saja dengan sekuat tenaga dia mendorong Revan dan membuat tautan itu terlepas

__ADS_1


Lagi dan lagi Revan merasa semakin tidak bisa mengendalikan emosinya karna Vivi yang terus menolak dan terlihat begitu tidak menginginkan nya


__ADS_2