
entah kenapa jawaban vivi membuat revan melengkung kan bibirnya,,ocehan vivi seakan menjadi hiburan baginya
mereka berdua pun memutuskan untuk diam dan kembali malanjutkan perjalanan menuju rumah revan
tak lama mereka pun sampai di rumah mewah tersebut,,revan membawa vivi masuk sesuai permintaan mamanya
sang mama yang memang telah menunggu kedatangan mereka pun berdiri menyambut kedatangancalon menantu nya itu,,mama revan begitu yakin jika revan menikah dengan vivi maka kehidupan revan akan menjadi lebih baik karna hanya vivi yang berani melawan revan dan membuat revan kehabisan kata
setelah memeluk vivi mama revan pun meminta vivi dan revan untuk duduk di sofa bersama nya
sebenarnya vivi sedikit canggung dengan perlakuan manis mama revan karna selama ini dia sama sekali tidak pernah bertegur sapa apalagi akrab dengan mantan majikan nya itu tapi sekarang dia merasa aneh dengan tingkah mama revan yang seakan akan sudah lama mengenalnya
vivi tidak pernah tau bahwa sejak kepulangan nya dari luar negeri mama revan sering memperhatikan vivi apalagi di saat vivi sedang berdebat dengan revan dan itu membuat sang mama begitu tertarik menjodohkan putra nakal nya dengan vivi
tidak di sangka mereka menjebak diri mereka sendiri dan melancarkan rencana mama revan
__ADS_1
"hmm sini duduk dulu ada beberapa hal yang harus mama bicarakan sama kalian"
mereka pun menurutinya dan duduk di sofa panjang yang sudah lebih dulu di duduki mamanya
"hmm gini mama rencananya akan mengadakan pesta yang meriah untuk pernikahan kalian karna ini pernikahan pertama putra wijaya dan mama ingin mengundang semua kerabat dan colega bisnis papa bagaimana menurut kalian"
revan nampak tidak setuju dengan ide konyol mamanya itu dia tidak bisa membayangkan bagaimana tanggapan teman teman nya nanti kalau tau dia menikahi pembantu yang selama ini di bully nya
begitupun dengan vivi wajah terlihat sedih dengan keinginan calon mertua nya tersebut
"hmm vi kok mukanya sedih gitu apa kamu nggak setuju dengan permintaan mama"
vivi pun terkejut karna mama revan yang tau tentang raut muka nya karna sedari tadi ia hanya menunduk
vivi pun memberanikan diri mengangkat wajahnya dan menatap ke arah mama revan
__ADS_1
"hmm bukan begitu nyonya saya..." belum sempat vivi melanjutkan kata katanya kembali di potong oleh mama revan
"kok masih manggil nyonya sih..panggil mama juga dong sayang kan sebentar lagi bakalan jadi menantu mama"
vivi sedikit canggung jika harus memanggil dengan sebutan mama namun dia tidak ingin menunda untuk meyampaikan keinginannya
"hmm maaf ma tapi..apa aku boleh meminta sesuatu"
"kenapa harus canggung gitu sayang jangan kan satu seribu pun pasti bakal mama penuhi asalkan kamu tidak meminta mama untuk membatalkan pernikahan ini"
revan begitu risih dengan mamanya yang terlihat begitu berharap dengan gadis kampung itu dan terlihat mendramatis setiap kata katanya
"hmm apa boleh pernikahan nya di adakan di desa saja karna vivi hanya ingin semua warga desa menyaksikan pernikahan vivi..agar mereka tidak berpikir buruk tentang pernikahan vivi yang terbilang dadakan ini"
mama revan sedikit tertegun dengan permintaan vivi..dia memang sudah berniat untuk menjemput keluarga vivi dan mengadakan pesta mewah itu di rumah nya namun melihat raut wajah vivi dia pun mengerti jika vivi hanya ingin pernikahan nya di saksikan oleh seluruh keluarga besarnya dan semua warga yang selama ini mengenal orang tuanya
__ADS_1