
vivi merasa sudah keterlaluan mempermalukan revan di depan teman teman nya vivi pun berdiri dari lamunan nya dan segera ke kamar revan untuk pamit yang terakhir kalinya karna besok dia sudah tidak bekerja lagi di sana
berhubung vivi sudah berhasil membangun kan rumah sederhana untuk keluarganya jadi vivi membulatkan tekad untuk berhenti bekerja di sana dan hanya bekerja di perusahaan tempat biasa ia bekerja
setelah sampai di kamar revan dengan membawa segelas air vivi pun membuka perlahan pintu yang ternyata tidak di kunci olah revan
"ngapain lho kesini udah ngerasa menang bisa menghina gue"
tiba tiba suara revan mengagetkan nya yang ternyata baru kembali dari bawah dengan membawa kotak obat dia melihat vivi yang berjalan menuju kamarnya dan memperhatikan apa yang akan di lakukan gadis itu
setelah sekian lama ragu akhirnya vivi membernikan diri membuka pintu tanpa di ketuk terlebih dahulu revan yang memang sudag sedari tadi berdiri de belakang vivi tanpa vivi sadari
__ADS_1
"hmm bukan kah tuan yang menghina saya dan saya hanya membicarakan fakta bukan, kenapa tuan segitu marahnya...tuan yang menghina kenapa tuan pula yang marah"
"lho bilang apa membicarakan fakta maksud lho fakta gue yang selau gangguin lho gitu"
revan mengambil gelas yang ada di tangan vivi dan menyiramkan nya di kepala vivi,,perlahan air yang membasahi kepala vivi pun turun membasahi bajunya dan membuat baju putih yang dikenakan nya itu terlihat transparan
revan semakin mendekati vivi dan mendorong nya masuk ke dalam kamarnya tanpa mereka sadari sang mama telah memperhatikan mereka sedari tadi
"lho itu perempuan kampung dan ingat gue itu nggak bakalan pernah tertarik sama lho jadi lho nggak usah besar kepala..apa lho pikir selama ini gue itu suka sama lho hahaha nggak usah mimpi karna lho itu nggak lebih dari seorang pelayan dimata gue"
vivi terlihat santai meski dengan baju basah yang terlihat seakan sedang menggoda dia tetap tenang menghadapi cibiran revan
__ADS_1
"hmm maaf tuan tugas saya sebagai pelayan anda sudah berakhir hari ini saya bermaksud ingin pamit secara baik baik dan meminta maaf atas perkataan saya tadi tapi sekarang saya merasa apa yang sudah saya lalukan tadi adalah hal yang benar karna saya tidak harus tunduk dan hormat dengan manusia yang tidak pernah menghargai manusia lain seperti anda"
vivi melepaskan dengan kasar tangan revan yang mencengkram bahunya dan hendak berlalu meninggalkan revan namun revan yang terbakar emosi karna perkataan vivi menaik lengan kuat lengan vivi karna vivi yang tidak ada persiapan akhirnya jatuh dengan menarik kerah baju revan
dengan posisi revan di atas vivi menambah kesan buruk bagi siapa saja yang melihat nya sang mama yang memeperhatikan drama itu dari tadi pun memanfaatkan keadaan untuk menjebak revan
dengan cepat mama pun masuk ke dalam kamar revan dan mengambil vidik singkat apa yang mereka lakukan
revan yang terkejut karna dengan kedatangan mamanya yang tiba tiba itu segera memperbaiki posisinya
vivi pun tidak kalah terkejut dengan mama revan yang tiba tiba muncul entah dari mana karna yang mereka tau orang tua revan sedang berada di luar kota saat ini
__ADS_1