
paginya mereka kembali terlihat biasa seakan tidak terjadi apapun semalam
dimeja makan mama terlihat senyum senyum sendiri karna memikirkan yang terjadi semalam dan kali ini mama berencana akan menyuruh mereka untuk pergi berbulan madu agar tidak ada yang mengganggunya mendapat kan cucu
di meja makan semua terlihat diam namun sedari tadi revan selalu memperhatikan brian yang terus menatap vivi lagi dan lagi revan merasa panas tapi ia tak mengakui bahwa saat ini dia sedang cemburu
suara mama mengagetkan semua orang terutama vivi
"hmm gimana kalau kalian pergi bulan madu munggu depan,,mama udah nggak sabar kepengen nimang cucu
revan,vivi kalian mau bulan madu ke mana biar mama yang atur semuanya"
vivi mencoba merayu mertuanya itu untuk membatalkan niatnya
namun persetujuan revan membuatnya membulatkan mata tak percaya
entah apa yang sedang di rencanakan revan hingga dia setuju begitu saja tanpa penolakan sedikitpun
__ADS_1
revan yang sedari tadi memperhatikan Brian yang tak berkedip melihat ke arah istrinya,,ia ingin menunjukan pada Brian bahwa sekarang vivi sudah menjadi miliknya
kakak beradik itu seakan terlibat perang dingin dan revan se akan lupa bahwa dia menikahi vivi hanya karna ancaman sang mama yang sekarang terlihat seakan tidak ingin melepaskan nya
terlihat jelas bahwa sekarang dia cemburu namun vivi tak pernah menyadari itu
"hmm ma kayak nya nggak usah minggu deh ma gimana kalau dua hari lagi lebih cepat kan lebih baik ngapain harus nunggu benar nggak vi"
revan melirik vivi yang tampak ragu
"hahaha seperti nya revan terlihat tidak sabar baik lah kalian tinggal tentuin tempatnya biar mama yang urus semuanya"
"kok pindah rumah ini kan besar sampai anak kamu sebelas juga masih muat kok kenapa harus di apartemen"
"kan masih ada Brian ma barang kali aja dia juga segera nyusul buat nikah dan bisa aja kan anak nya nanti lebih banyak dari anaknya revan ...benar nggak yan"
Brian sebisa mungkin menahan emosi di depan orang tuanya tanpa menjawab pertanyaan revan dia malah pamit dengan alasan akan segera berangkat ke kantor
__ADS_1
"ma kayaknya aku mau berangkat ke kantor deh hari ini jadi aku duluan ya oh ya satu lagi mama nggak usah khawatir aku bakalan segera nikah kok dan aku pasti akan mencari wanita secantik dan sebaik vivi"
Brian menatap revan yang seakan merasa tersindir karna ucapan nya sebelum pergi dia kembali melirik ke arah vivi yang tampak juga sedang melihat ke arah nya
revan semakin panas melihat mereka saling membalas tatapan tidak ada yang mengerti dengan situasi saat ini kecuali mereka bertiga
revan pun akihirnya memutuskan untuk berbulan madu ke puncak karna udara puncak yang sejuk pasti sangat cocok untuk memadu kasih bagi pasangan yang sudah menikah begitulah penjelasan nya pada mama dan itu terlihat sangat serius bukan seperti sandiwara
"baik lah mama akan mengatur keberangkatan kalian ke puncak dan semua persiapan kalian selama di sana biar mama yang atur kalian cukup bawa badan saja dan pulang nya bawa berita bahagia untuk mama"
"mama tenang aja revan pasti usaha yang keras kok kapan perlu nggak usah keluar kamat tiga hari iya nggak vi"
pernyataan gila apa itu nggak keluar kamar tiga hari apa dia mau bertapa di dalam kamar selama itu
vivi hanya bisa mengomel di dalam hati karna tak mungkin dia akan memperlihat kan kekesalan nya di depan mertuanya itu
dia hanya perlu menyetujui permintaan sang mertua dan mengikuti permainan revan dengan begitu tidak ada yang perlu di pusingkan karna toh nanti juga nggak bakal terjadi apa apa begitulah pikir vivi
__ADS_1
oh ya aku mau kasih tau ya kalau setelah nikah revan tu seharinya udah mulai mengurus beberapa restoran milik keluarganya yang sekarang sudah menjadi hak miliknya tapi aku nggak terlalu mengurus ke arah pekerjaan ya karna novel yang aku tulis ini hanya mengisahkan tokoh orang nya saja dan konflik yang terjadi antara mereka tanpa melibatkan orang tua dan harta
terima kasih selamat membaca