Cuek Tapi Sayang

Cuek Tapi Sayang
pamit


__ADS_3

hari ini adalah hari terakhir Brian bertemu langsung dengan vivi karna besok dan selama dua bulan kedapan dia akan terpisah jauh dari wanita pemilik hatinya itu


tak seperti biasanya Brian yang selalu mengantar vivi pulang langsung ke kost an nya tiba tiba memutar arah ke sebuah taman yang yang sudah terlihat sepi karna sudah larut malam hanya ada beberapa pasang muda mudi yang masih bersantai karna bertepatan dengan malam minggu


vivi pun merasa heran karna Brian yang mengajak nya turun dan duduk di salah satu kursi panjang ditaman tersebut yang membuat nya tambah heran karna ini sudah pukul 11 malam bukan sore lagi yang waktunya untuk santai atau jalan jalan


"kita ngapain ke sini kak ini kan udah malam" Brian meletak kan jari telunjuk nya tepat di bibir mungil vivi menandakan vivi untuk tidak meneruskan perkataanya


"ada yang mau aku omongin sama kamu vi dan ini penting banget" dengan menggenggam erat tangan vivi Brian mengutarakan niatnya pada vivi


"besok pagi aku akan berangkat keluar negeri untuk belajar bisnis dan mungkin besok aku nggak akan sempat menemui kamu karna itulah aku membawa kamu kesini"


"hmm jadi hal penting itu yang mau kak Brian omongin sama aku"

__ADS_1


"hmm vi aku punya satu permintaan sama kamu dan kamu harus janji sama aku"


"memangnya apa kak kalau aku bisa maka akan aku penuhi"


vivi yang masih tidak mengerti arah pembicaraan Brian hanya menyimak dengan baik apa yang akan di katakan Brian


"berjanjilah vi kamu tidak akan jatuh hati pada siapapun sampai aku kembali tidak masalah jika kamu tidak menerima ku saat ini tapi tolong jangan buka hatimu untuk orang lain sepeninggal aku karna aku tidak akan pernah rela jika ada orang lain yang mendekati kamu dan mendapatkan hatimu"


"aku janji pulang nanti aku akan jadi pangeran kaya dan tampan seperti impian kamu dan aku akan segera melamar kamu"


vivi begitu terkejut dengan permintaan brian dan dengan reflek dia melepas genggaman tangan brian


"hmm soal hati aku memang sudah menutup rapat untuk pria manapun tapi untuk niat kak Brian yang ingin melamarku nanti aku nggak bisa janji kak untuk menerimanya karna aku belum kepikiran untuk menikah jadi aku minta maaf aku hanya tidak ingin kak Brian berharap terlalu jauh padaku"

__ADS_1


"vi aku nggak akan maksa tapi aku akan tetap berusaha untuk meluluhkan hati kamu"


"hmm kak aku mau pulang dan nggak enak nanti di liat orang nisa pasti udah khawatir nunggu aku di rumah dan apa kak Brian nggak pamit juga sama nisa dia pasti akan sedih banget kalau tau kak Brian nggak pamit sama dia"


"nanti kalau dia belum tidur aku kan pamit langsung sama dia ya udah ayo"


kemudian brian pun melajukan kembali mobilnya kearah kost an nya vivi


vivi yang sudah begitu lelah pun tertidur di perjalanan dan setelah sampai Brian tidak langsung membangun kan nya


di tatap nya lekat lekat wajah cantik yang selama ini ada di pikiran nya yang besok sudah tidak bisa di lihat nya lagi secara langsung meski bisa lewat vidio call rasanya begitu lain dan pasti dia akan sangat merindukan perempuan dengan hati batu itu perempuan yang dia perjuangkan untuk mendapatkan hatinya perempuan yang dia impikan akan menjadi permaisuri nya nanti membuatnya tersenyum sendiri karna merasa vivi benar benar gadis yang istimewa dan menantang


di kecup nya singkat kening gadis yang masih terlelap itu meski tidak tega dia harus membangun kan vivi karna tidak ingin nantinya tetangga akan berfikir yang tidak tidak jika dia menggedong vivi masuk ke rumah nya

__ADS_1


__ADS_2