
setelah puas memandangi wajah vivi Brian pun membangun kan vivi dengan menepuk pelan pipinya
vivi pun mengerjapkan mata karna merasa ada yang menyentuh pipinya dan dia baru sadar kalau dia sudah tertidur nyenyak di mobil brian bukan di kamar nya
"maaf kak aku ketiduran"
"nggak papa..ya udah ayo turun sekalian aku mau pamit sama nisa"
nisa yang memang sedang menunggu vivi pun langsung membuka pintu setelah pintu di ketuk beberapa kali
"ya allah vi kamu tu kalau mau pulang lambat kabarin dulu napa..aku telvonin dari tadi juga nggak aktif khawatir tau nggak biasanya kamu pulang larut gini"
"maaf maaf tadi ponsel aku mati jadi nggak sempat hubungin kamu sa dan kamu tu kalau ada yang ngetuk pintu jangan main buka aja untung tadi aku kalau orang jahat gimana"
vivi yang berbalik memarahi kecerobohan sahabatnya itu
"sa ayok duduk bentar di luar ada kak Brian katanya ada yang mau di sampai in sama kamu kalau di dalam nggak enak soalnya ini udah larut banget"
nisa pun mengikuti langkah vivi dan ikut duduk di sofa luar yang memang sudah di sediakan oleh pemilik kost
__ADS_1
tak ingin membuang waktu Brian pun langsung mengatakan niatnya untuk pamit pada nisa sesuai permintaan vivi
"hmm langsung aja sa karna udah larut banget aku mau pamit sama kamu sama vivi juga karna besok pagi aku udah berangkat keluar negeri untuk belajar bisnis dan selama dua bulan ke depan kita tidak akan bertemu lagi secara langsung..jaga diri kalian baik baik selama aku disana dan jangan mudah percaya sama orang"
Brian menasehati layak nya seorang sahabat di depan nisa tapi tidak di depan vivi karna tentang perasaannya hanya dialah dan vivi yang tau
Brian terlihat sudah rapi pagi itu bersiap akan berangkat ke bandara walaupun hatinya merasa ragu meninggalkan vivi namun karna tidak ada pilihan dia terpaksa mengikuti kemauan mamanya
dan setelah kepergian Brian seperti biasa sepulang kerja vivi akan kembali bekerja di rumah revan
sore itu revan sedang mengadakan pesta di rumah mewah miliknya karna kedua orang tuanya yang sedang pergi memenuhi undangan pernikahan anak teman nya di luar kota jadi revan bebas membawa semua teman teman nya dan dalam fikiran nya sudah terniat untuk mengerjai vivi
sampai nya di dalam vivi sedikit terkejut dengan kehadiran teman teman revan yang sedang pesta di tambah lagi revan yang ditemani seorang perempuan cantik yang terlihat begitu mesra dengan nya
vivi melewati mereka begitu saja tanpa basa basi dan juga permisi dia langsung menuju dapur untuk mengerjakan pekerjaannya tak lama kemudian revan pun meneriaki namanya
dengan cepat vivi menghampiri revan
"ya tuan ada yang bisa saya bantu"
__ADS_1
teman teman revan yang sedari tadi asik mengobrol dan tidak memperhatikan vivi ketika melewati mereka pun terpana menatap wajah cantik vivi
"nggak mungkin juga kan gue panggil lu buat ikut gabung disini yang nggak cocok buat cewek kayak lho"
"wah wah ada cewek cantik kenalin dong bro" timpal salah seorang teman revan yang bernama rio
"apanya yang mau di kenalin ini pembantu baru gue masa iya lho minat sama pembantu"
"kalau pembantu nya cantik gini sih gue mau van fres lagi benar nggak bro" teman nya yang lain pun menyetujui pendapat rio
"ya udah kalau lu mau ambil aja nggak ada yang larang kok"
vivi begitu geram dengan jawaban revan yang se enaknya
"maaf tuan saya bekerja disini sebagai pembantu anda bukan barang koleksi anda yang se enak hati bisa anda berikan pada orang jadi tolong ralat kata kata anda"
vivi menekan kan setiap kata katanya
karna merasa terhina dengan perkataan revan
__ADS_1