
β’ πΎπͺπ§π¨ππ ππ€π€π£ β’
β’ πΌπ¬ππ‘ β’
Sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ayah, seorang ibu dan satu anak perempuan tengah berjalan menyusuri hutan. Rekreasi katanya.
" Lia, jangan jauh jauh ya... "
" Iya bu... " Seorang anak perempuan dengan pita di rambutnya itu menyahut.
" Wah ada kelinci, imut... " Cewek bernama Verolia mengelus kelinci itu, kelinci itu seketika lari menjauhi cewek itu. Verolia menatap kedua orang tua nya yang sedang foto bersama dan memutuskan untuk mengejar kelinci itu hingga ke dalam hutan.
Lia menangkap kelinci itu tepat di tengah hutan yang gelap karena tertutup oleh pohon yang besar. Hingga terdengar samar-samar suara merdu melantun.
Saking penasaran nya, Lia mengikuti suara itu hingga menunjukkan sebuah tempat di tengah hutan yang terkena cahaya matahari walaupun sedikit. Terlihat lima orang cowok di tempat itu sedang bersenandung pelan.
" And I will take... You in my arms... And hold you right were you, belong... " Lantunan suara merdu mereka benar-benar indah. Saking Lia menikmati senandung nya, ia tak sadar kelinci yang tadi ia peluk mendadak pergi.
*This I promise you : *NSYNC
" Eh? Kelinci? Kamu kemana? " Sesaat setelah kelinci itu meninggalkan Lia, tiba-tiba suara aneh muncul dari arah belakang nya. Terlihat lima werewolf berada di hadapan Lia dan hendak menerkam nya.
" Ibu, ayah... Tolong Lia... " Cewek itu memejamkan matanya setelah para werewolf itu menerjang kearahnya. Keajaiban terjadi, kelima werewolf itu terpelanting hingga menabrak pepohonan sekitar.
Terlihat lima cowok berdiri di depan Lia. Tatapan kelima cowok itu tajam, menatap werewolf di hadapan mereka.
" Wah wah wah.... Apa-apaan ini? Justin, Joshua, Joey, Chris, Lance? " Seekor werewolf tiba-tiba berubah menjadi seorang manusia sembari menatap kelima orang cowok itu dengan tatapan sinis.
" Enyah kalian dari sini! " Cowok berambut gelap yang bernama Joshua itu menatap murka manusia di depannya. Mata nya seketika berwarna merah dan taring perlahan keluar dari gigi nya.
" Seharusnya kami yang mengatakan itu. " Manusia di depan mereka berlima terkekeh.
" Kalian tidak sadar? Anak perempuan itu adalah seorang anak manusia! "
__ADS_1
" Memang kenapa jika dia anak manusia?! "
" Kalian benar-benar tidak sadar, ya? Jika anak manusia itu di biarkan bersama kalian, bisa-bisa nyawa nya melayang karena kalian tau!! "
" KALIAN!! " Cowok berambut ikal itu kini hendak menyerang manusia itu, tetapi di tahan oleh teman-temannya.
" Bagaimana kalau begini.... Kalian jaga anak perempuan itu sampai dua minggu, jika berhasil maka kami tidak akan mengganggu wilayah dan diri kalian lagi serta kalian harus mengembalikan anak itu pada keluarga nya. "
" Bagaimana kalau kami gagal? " Cowok berambut pirang yang bernama Lance itu bergumam pelan. Sedangkan manusia itu tersenyum sinis.
" Jika gagal, kami tidak akan segan-segan menyerang kalian. Sampai jumpa dua minggu lagi, penghisap darah. " Setelah mengatakan itu, werewolf dan manusia itu seketika menghilang. Meninggalkan kelima cowok tadi di depan Lia yang pingsan.
β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’
" Aww... " Verolia memekik pelan sembari memegang kepalanya. Dia melihat sekeliling dengan tatapan heran. Bagaimana dia bisa disini? Dan tempat apa ini?
Pintu terbuka, memperlihatkan seorang cowok tinggi dengan rambut hitam legam masuk ke dalam dan duduk di pinggir ranjang.
" Kamu sudah sadar ya, bagaimana perasaan mu? " Cowok di hadapannya kini menatap Verolia dengan tatapan cemas dan khawatir.
" Kamu ada di rumah kami, santai aja. Kepala kamu sedikit cedera tadi, jangan banyak gerak dulu ya. " Cowok di hadapan Lia menatap perempuan itu dengan tatapan hangat.
" Aku mau keluar... " Verolia bangkit dari ranjang dan segera menuju keluar kamar.
Verolia perlahan menuruni tangga di depannya. Suara langkah kaki nya terdengar oleh keempat cowok yang berada di ruang tengah.
" Hai, kamu udah baik-baik aja? " Cowok berambut ikal itu tersenyum manis ke Verolia. Terlihat Verolia mengangguk pelan kemudian berjalan pelan ke arah cowok berambut ikal itu.
" Kalian siapa? Kenapa aku ada disini? "
" Kamu pingsan tadi. Kami bawa kesini karena khawatir kalau kamu di tengah hutan dalam keadaan pingsan, akan ada hewan buas yang menyerang mu. " Cowok berambut pirang menjelaskan sembari menatap Verolia yang sedang menatap sekitar.
" Yeah begitulah, oh ya aku boleh tau gak nama kamu siapa? " Cowok berambut ikal itu maju kearah Verolia kemudian berlutut di depan Verolia sembari mengulurkan tangan.
__ADS_1
" Boleh!! Namaku Verolia Charlotte! Bisa di panggil Lia!! " Verolia menatap cowok di depannya sembari menjabat tangannya.
" Oke Lia, namaku Justin. " Justin, cowok berambut ikal yang berwarna coklat itu tersenyum hingga menampakkan gigi putih nya. Kemudian cowok-cowok di belakang Justin berjalan mendekati Verolia kemudian berlutut juga di dekat Lia.
" Namaku Joshua. " Joshua, cowok dengan rambut hitam yang disisir ke belakang itu tersenyum sembari menjabat tangan kecil Lia.
" Tiga kakak itu siapa? " Verolia menatap ketiga cowok di belakang Justin dan Joshua sembari menunjuk mereka bertiga.
" Namaku Lance. " Lance, cowok berambut pirang dengan potongan rambut nya yang pendek itu hanya menatap Verolia dari tempat nya berdiri kemudian berpaling ke arah cowok di sebelahnya.
" Oh, aku Chris. " Cowok berambut hitam itu menyilang kan tangannya di dada nya. Kemudian menatap cowok di sebelahnya lagi.
" Aku Joey. " Joey, cowok berambut hitam dan berbadan besar itu tersenyum pelan pada Verolia.
" Nah, sekarang udah kenal kan? Mau jalan keluar? " Justin memegang tangan Lia dan hendak mengajak Lia keluar, tapi suara perut Lia yang keroncongan membuat semuanya terdiam.
" Lia laper... " Verolia menatap Justin sedangkan yang di tatap malah menatap teman-temannya. Bingung.
" Yaudah, kamu disini bentar bareng Joshua dan yang lain ya. Aku mau ambil makanannya dulu. " Justin memberi kode pada Joshua, tapi Joshua malah meminta supaya Justin saja yang menemani Verolia.
" Lia sendiri juga gak apa kok. " Lia langsung berlari kecil menuju sofa kemudian berbaring di sofa.
" Justin, Joshua, lebih baik kalian yang temani. " Lance berseru dan di balas dengan anggukan dari Joey dan Chris.
" Why?! Kenapa aku? " Justin melirik sekilas ke Lia sebelum kembali menatap kawan-kawannya itu.
" Karena kamu yang pertama kali bisa mengakrabkan diri sama dia, yang kedua Joshua. Jadi kalian berdua aja. " Joey langsung menarik tangan Chris dan Lance menuju dapur.
Akhirnya Justin dan Joshua berjalan ke sofa sembari membawa beberapa buku dan pensil warna.
" Wah, ada buku sama pensil warna!! " Lia berseru ketika Joshua dan Justin baru saja meletakkan bawaan mereka ke atas meja. Lia pun langsung mencoret-coret buku itu dengan pensil warna.
" Selanjutnya kita harus melakukan apa lagi? Selain memberinya ini? " Joshua berbisik pelan pada Justin. Mereka berdua berusaha mengingat kata-kata dari ayah mereka tentang apa yang harus dilakukan ketika ada anak kecil.
__ADS_1
" Ah, aku ada ide! "