
Lia dan para Enchantress seketika menghilang, meninggalkan keluarga Hellen di sana.
" What the... " Joey nampak tak percaya. Bukan hanya Joey, yang lain juga seperti itu.
Tanpa aba-aba, Justin langsung berlari mengejar Enchantress dengan mengandalkan bau mereka.
" Justin, tunggu!! " Carl yang berusaha menenangkan Justin, akhirnya memutuskan mengejar Justin.
Justin, Joshua, Lance, Chris, Joey dan Carl berlari mengejar Enchantress hingga ke terowongan bawah tanah.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
" Hei kalian!! "
Langkah Enchantress terhenti, Blaise yang berdiri di samping Lia kini menoleh.
" Sebuah keberuntungan kalian mau mengikuti ku kesini. Ada yang mau aku tunjukan pada kalian.. Mari.. " Blaise tersenyum seraya berjalan ke depan.
Justin, dan yang lain sontak berdiri di samping dan di belakang Lia. Melindungi perempuan itu dari bahaya yang mungkin akan terjadi.
" You're alright? "
Suara itu muncul di pikiran Lia, membuat Lia sontak menatap Justin.
" Tak apa, ini kekuatan kami, keluarga Hellen. Supaya mereka tak mendengar obrolan kita. " Suara Justin muncul lagi di pikiran Lia, di sahuti dengan keluarga Hellen yang lain.
" Carl, aku sedikit curiga and you know that. " Joshua membatin, membuat para keluarga Hellen saling berkomunikasi lewat telepati mereka.
" Yeah, aku akan berusaha melindungi kalian. So don't worry, okay? " Carl menyahut sembari terus menatap Blaise yang semakin membawa mereka ke dalam.
" Selamat datang di tempat ku! " Blaise berseru. Pintu kayu yang besar itu terbuka, memperlihatkan ruangan bundar yang cukup luas, dengan beberapa patung vampir pendahulu.
Dinding nya terbuat dari batu, nampak obor yang di gantung mengelilingi ruangan itu, jendela kecil juga ada, mengelilingi ruangan. Beberapa buah kursi berada di sana dengan sebuah meja di sana.
Ruangan itu benar-benar gelap, suasana di ruangan juga semakin dingin, gelap, dan sedikit pengap. Nampak dua orang tengah duduk di sofa. Kedua orang itu langsung di hampiri Blaise.
" Hmm.. Ada manusia disini ya... " ujar salah satu dari mereka dan langsung menghilang menjadi asap.
Tiba-tiba muncul seorang vampir yang menghilang tadi tepat di sebelah Lia. Vampir dengan mata nya yang sudah merah, dengan taring muncul seolah-olah akan menerkam Lia jika Justin dan Carl tidak mendorongnya.
" Aaron, jaga sikap mu. " ucap salah satu vampir itu, ia nampak yang lebih tua di antara Blaise dan vampir yang di panggil Aaron itu.
" Kau mungkin tahan, tapi aku tidak! Kau tau itu, Zen!! "
Nampak keluarga Hellen mengelilingi Lia, Justin dan Carl berdiri tepat di depan Lia yang membuat Aaron semakin mencoba-coba menerkam Lia.
__ADS_1
Vampir bernama Zen itu langsung menendang Aaron dan berdiri tepat di depan Carl.
" Lama tak bertemu, Carl Hellen.. "
" Lama tak bertemu juga, Zenith Entress. "
Nampak Zen dan Carl saling tatap. Seolah-olah mengisyaratkan untuk tidak saling menyerang.
" Blaise, kau ingin melakukan sesuatu kan? Kenapa tidak sekarang? " Zen tiba-tiba bersuara, membuat Carl menatap lekat-lekat Blaise yang berjalan mendekati Lia.
" Tenang saja Justin Hellen, aku tak akan melukai kawan mu itu. Kemarilah, Verolia Charlotte. " Blaise menatap Lia yang ragu-ragu maju menghampiri Blaise. Nampak Justin yang tak berhenti menatap Blaise.
Blaise meletakkan kedua jari nya tepat di dahi Lia, membuat Lia seketika menjerit tak karuan.
" Lia!! " Justin hendak menghampiri, tetapi di hentikan oleh anak buah Blaise.
" Apa yang kau inginkan, Zenith? " Carl menatap tajam Zen yang hanya menatap aktivitas Blaise.
" Tak ada. Aku hanya, penasaran dengan manusia yang satu ini. "
" Dia anggota keluarga ku, jangan kau coba-coba lukai dia, Zen. "
Blaise melepaskan jari nya dari Lia yang membuat Lia terhuyung lemas ke belakang.
" Lia, are you okay? " Lance menahan tubuh Lia yang lemas, Joshua nampak hampir menyerang Blaise jika Joey dan Chris tidak menahannya.
Justin seketika langsung berlari dan menyerang Blaise, tetapi entah mengapa Justin seolah-olah tersetrum listrik yang membuat ia berteriak kesakitan di lantai.
" Zen, beritahu saudara mu untuk jangan melukai anak-anakku. "
" Itu bukan Blaise, itu anak buah nya. "
Lia seketika terbangun dan menendang Blaise, kemudian membantu Justin untuk menyelamatkan dirinya.
" Aku sudah menyerahkan diriku dan kau sudah masuk ke dalam ingatanku, jangan kau lukai teman-teman ku! "
Justin seketika menarik Lia ke belakang nya, sedangkan Blaise tertawa tak karuan.
" Benar-benar, kau memang berbeda dari manusia lain ya, Verolia Charlotte.. "
Semuanya terdiam, Carl berdiri di depan Justin dan yang lain. Mengobrol tenang dengan vampir bernama Zenith itu.
Tiba-tiba, vampir bernama Aaron itu melompat dan hampir menerkam Lia. Sontak Zenith langsung menendang Aaron hingga tersungkur ke belakang.
" Minggir lah, Zenith!! Aku tak tahan lagi!! " Teriak Aaron tak karuan.
__ADS_1
" Carl, kau dan keluarga mu boleh pergi. " ucap Zenith sembari menatap Carl dan yang lain. Carl hanya mengangguk kemudian mengajak keluarga nya pergi.
" Kenapa kau perbolehkan mereka pergi, Zenith?!! " Blaise dan Aaron berseru.
" Ini bukan waktunya. "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
" Justin, kamu tak apa? " ujar Carl yang kini sudah turun dari mobil dan hendak masuk ke dalam pesawat miliknya lagi.
" Yeah, aku tak apa Carl. "
Di perjalanan, nampak semuanya tertidur pulas karena kelelahan, kecuali Justin dan Carl yang masih terjaga.
" Carl, aku merasakan sesuatu ada yang tak beres... " ucap Justin pelan sembari menatap langit malam.
" Semua akan baik-baik saja, Justin. Lebih baik kamu istirahat juga, aku akan mengangkat telepon terlebih dulu. " ucap Carl kemudian mengangkat ponsel yang sedari tadi bergetar karena panggilan masuk.
" Halo? "
" Carl Hellen? Ini aku, Wave Aiden... " ucap suara di seberang. Suara Wave nampak terengah-engah tak karuan.
" Ada apa Wave? "
" Anda ada di mana sekarang? "
" Sebentar lagi sampai. Ada apa Wave? " Carl menyahut sembari menatap langit malam dari jendela. Hingga terlihat sebuah sinar terpancar cukup jauh di bawah.
" Jangan kesini dengan Lia, Carl... "
" Why? Pasti ada sesuatu kan? Ada apa, Wave? "
" Ada vampir yang mencari Lia. Vampir itu kuat, dia mencari Lia. Aku dan para werewolf sedang berusaha mengalahkannya, tapi sangat sulit... "
Tiba-tiba pesawat meluncur turun dengan cepat, hingga membuat Justin dan yang lain terbangun.
" What happened in here?!! " Chris yang terbangun kini berusaha menyeimbangkan dirinya, bertahan supaya tak terjungkal.
Pesawat semakin melesat turun dan jatuh di tengah hutan. Kerusakan pesawat itu benar-benar parah. Semuanya seketika turun dari pesawat.
" Ugh, rasanya aku hendak muntah.. " gumam Lia yang terhuyung lemas keluar pesawat.
Seketika dari arah berlawanan, muncul seseorang berlumuran darah, taring yang muncul, mata merah, serta kuku nya yang memanjang itu berjalan mendekati keluarga Hellen.
" Anak-anak, lari!! " seru Carl. Sontak semuanya berlari, disusul oleh vampir itu.
__ADS_1
Terjadi kejar-kejaran hebat di antara mereka. Tak salah lagi, vampir itu mengejar Lia. Seperti yang Wave katakan.
DORRR!!! DORRR!!! DORRR!!!