Cursed Moon

Cursed Moon
Episode 14 : Enchantress


__ADS_3

" ****! " Sontak Joshua mengumpat setelah ia dan yang lain tidak melihat tanda-tanda Justin di kamar.


" Justin ada di Rusia. Tepatnya di RockyVillage. " Lance menatap khawatir saudara-saudara nya itu. Joshua lagi-lagi dibuat mengumpat oleh ulah Justin.


" RockyVillage, berarti tempat Enchantress kan? " Chris menatap yang lain, Joshua lagi lagi dan lagi mengumpat. Hal itu mungkin di sadari Carl, hingga Carl datang ke kamar, mendengarkan masalah mereka.


" Yeah begitu Carl. " Joey mengakhiri cerita singkatnya. Terlihat ekspresi Carl sedikit terkejut.


" Kalau kalian berniat untuk kesana, aku akan ikut dengan kalian. " Carl menggenggam erat tangan Joshua yang hendak pergi. Hingga tangan Carl di genggam juga oleh Lia yang sudah bangun dari tidurnya.


" Aku juga ikut. "


Hanya tiga kata yang Lia katakan, tapi berhasil membuat seisi ruangan khawatir. Pasalnya, tempat yang mereka ingin kunjungi itu berisi vampir vampir murni yang akan menghabisi siapapun manusia yang datang ke sana. Tak mungkin Lia akan aman walaupun bersama mereka.


" Itu fatal, Lia. Kami tak bisa membawa mu kesana. " Lance berlutut di depan Lia, berusaha membuat perempuan itu mengerti.


" Gak, Lance. Aku tau, Justin pergi kesana kan? Aku mau ikut! Gak peduli aku bakal terluka atau kenapa-napa, yang penting aku ikut!! " Lia menarik-narik baju Lance yang kini bimbang antara memperbolehkan cewek itu ikut, atau tidak.


" Mau bagaimana lagi, jika Lia kita tinggal disini pun, ia bakal terluka juga. " Telepati Carl menyusup ke pikiran Lance, Joshua, Joey dan Chris. Membuat mereka berpikir lagi. Apa benar tindakan mereka jika mereka mengajak Lia?


" Kita biarkan saja Lia ikut. Tetapi, cowok bernama Wave itu harus kita beritahu. Bisa jadi ada kejadian tak terduga sehingga Wave harus membawa Lia pergi jauh-jauh dari kota. " Carl menjelaskan lagi di telepati nya, Lance menggigit bibir bawahnya. Masih berusaha menimbang nimbang.


" Yeah, okay. Kau boleh ikut, tapi kamu tidak boleh kemana-mana tanpa kami, paham? " Joshua menyahut, Lia menatap Joshua, setidaknya ia ikut. Kelima vampir itu hanya bisa menatap sendu Lia.


" Justin, bertahanlah. Kami akan ada di sana sebentar lagi. "


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Rusia, RockyVillage.


" Aku sudah datang kesini. Sendiri. Jangan ganggu Lia, apalagi keluarga ku, Blaise. " Justin yang kini terduduk dengan tangan diikat itu menatap tajam cowok di depannya.


Yeah, ia mengikuti pesan itu. Ia datang sendiri, tanpa memberitahu Carl, Joshua dan yang lain. Sejenak, rasa perih di hati nya muncul. Ia tidak ingin Carl dan yang lain tak tau tentang hal hal yang terjadi atau yang akan terjadi padanya.


Tapi demi Lia dan keluarganya, ia terpaksa melakukan itu walaupun hati nya sakit.


" Tak kusangka, seorang Justin Hellen bisa di jebak dengan mudah begini. " Cowok yang Justin sebut dengan nama Blaise itu menendang Justin kencang kencang hingga Justin terkulai lemas di lantai.

__ADS_1


" Tidak akan ku biarkan kau menyentuh keluarga dan juga temanku... " Batin Justin ketika ia di seret pergi dari sana dan di lempar keluar dari bangunan itu.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Sementara itu, Verolia dan yang lain nampak sudah duduk santai di dalam pesawat. Lia bersandar hingga terlelap di bahu Joshua, sedangkan Lance dan yang lain berusaha melacak Justin.


" Bagaimana, Lance? " Carl menoleh kearah Lance yang masih memejamkan matanya. Masih nampak melacak Justin.


" Justin ada di RockyVillage. Tepatnya di markas Enchantress. " Lance menatap Carl yang menanti-nanti hal yang Lance liat.


" Fine, pegangan semua!! " Setelah Joshua berseru, pesawat yang mereka tumpangi sendiri atau privat itu langsung melesat dengan cepat, melebihi kecepatan tadi.


Sesampainya di bandara, nampak Carl yang sudah berdiri di sebelah mobil Ferrari.


" Mobil siapa? " Lance menatap Carl dengan mata terbelalak melihat mobil yang sangat asing di mata mereka.


" I don't know. " ucap Carl singkat, membuat semuanya semakin tak percaya.


" You stole it?! " Semua nya berseru, menatap Carl yang hanya tersenyum jahil.


" Yang penting ada mobil kan? Ayo naik. "


Mobil berhenti di gerbang desa itu, gerbang dengan tulisan " Welcome to RockyVillage " itu menyambut mereka.


" Kita berpencar. Joey dengan Chris, cari kearah utara. Joshua dan aku, akan pergi ke barat, Lance dengan Lia ke arah timur. Kalau ada yang menemukan Justin, jangan gegabah karena ini markas musuh. " Carl menjelaskan, setelah itu mereka semua berpencar.


" Lance... Kamu yakin kita masih bisa ketemu Justin? Bagaimana kalau dia kenapa-napa? " Lia menatap sekeliling, berusaha mencari cowok itu.


" Justin kuat, Lia... Dia tak akan kenapa-napa.. Tapi, kita harus cepat menemukan nya. " Lance berusaha menenangkan cewek itu yang hampir menangis, jujur jika ia tidak sedang bersama Lia, mungkin air mata akan mengalir di pipi nya. Khawatir Justin kenapa-napa.


" Lance... Itu, Justin kan? " Lia menunjuk ke sebuah gang di seberang air mancur depan mereka, terlihat bayangan laki-laki dengan rambut coklat ikal nya yang terkena sedikit sinar matahari.


Lia langsung berlari, meninggalkan Lance yang berusaha mengejar Lia dengan kecepatan lari manusia.


Lia sampai dan langsung memeluk cowok berambut ikal itu, membuat cowok itu tersentak kaget.


" Lia... "

__ADS_1


" Justin!! "


Kedua orang itu seketika berpelukan. Membiarkan air mata mengalir membasahi bahu mereka. Hingga mereka saling bertatapan lagi.


" Kenapa kamu kesini? Kamu sendiri kesini? Atau ada yang lain? Di mana yang lain? " Justin menatap Lia sembari menatap sekitar, mencari sekiranya ada Lance, Joshua, Joey dan Chris.


" Aku kesini karena khawatir sama kamu, Justin.. Aku kesini bersama Lance, Joshua, Joey, Chris dan Carl.. "


" Carl juga ikut?! "


" Mereka khawatir padamu, Justin. Aku juga khawatir akan kamu.. Lagipula, apa yang kau hendak lakukan tadi?!! Jika aku tak mendorong mu, orang-orang disini akan tau kau vampir kan?!! " Lia berseru, sedangkan Justin memegang kepala nya.


" I don't know, seperti ada yang menyuruhku melakukan itu. Sekarang seharusnya tak akan terjadi lagi. Thanks sudah menyelamatkan ku. Setidaknya, manusia manusia disini tak tau bahwa aku adalah vampir. " Justin tersenyum seraya menatap sekitar, mencari saudara nya yang lain.


" Yeah, kurasa waktu nya kita kembali. " ucap Justin seraya memeluk Lia. Hingga langkah mereka terhenti di depan para tujuh vampir murni, anak buah Enchantress.


" Lia, tetap di belakang ku.. " gumam Justin seraya berdiri di depan Lia. Membiarkan Lia di belakangnya.


Mata Justin berubah merah, ia menatap tajam ketujuh vampir yang ada di hadapannya.


Vampir vampir itu melesat kearah Justin, tapi seketika ketujuh vampir itu terpelanting.


Lance, Joey, Chris, Joshua dan Carl tiba. Mereka berdiri tegap di samping Justin. Tampak ketujuh vampir di hadapan mereka nampak terkejut.


" Wah wah wah...Keluarga Hellen sekarang melindungi manusia ya... " ucap seorang vampir sembari terkekeh kecil.


" Blaise, aku tak mau ada pertarungan antara kita. Jadi tolong biarkan kami pergi. Kami hanya ingin menjemput Justin.. " Carl maju selangkah, berdiri tepat di hadapan seorang vampir yang mengenakan jubah hitam panjang nya.


" Kau tak mau ada pertarungan, tapi kau yang membuat pertarungan itu terjadi Carl.. Kau berinteraksi dengan seorang manusia, dan itu akan menjadi ancaman untuk kita. "


" Jadi pilih lah, Carl Hellen. Keluarga mu akan ku habisi, atau menyerahkan manusia itu padaku? "


Mereka semua terdiam seraya menatap Lia. Tak mungkin mereka akan membiarkan diri mereka di habisi begitu saja. Tapi lebih tak mungkin lagi mereka membiarkan Lia di tangan Enchantress.


Tanpa mereka duga, Lia berjalan maju kearah Blaise.


" Aku menyerahkan diri ku. Tapi jangan kau lukai keluarga Hellen.. " ucap Lia. Justin dan yang lain terkejut dengan apa yang Lia lakukan. Sedangkan Blaise tersenyum senang.

__ADS_1


" ****!! "


__ADS_2