Cursed Moon

Cursed Moon
Episode 10 : Fight


__ADS_3

" Jadi... Intinya dulu kami semua di rawat di rumah sakit, entah lah kenapa mereka bisa masuk ke rumah sakit yang sama denganku. " Justin menatap keempat saudara nya dengan tatapan pura-pura bingung.


" Kami di rawat di rumah sakit, aku dan mereka hampir sekarat. Tapi dokter yang merawat kami, yang bernama Carl Hellen datang dan menggigit tanganku. Ya udah sih, gitu. Semuanya juga gitu, ya kan? " Justin menepuk bahu Lia dan menatap lagi keempat saudara nya itu.


" Kalian jadi saudara karena digigit dokter yang namanya Carl? Terus jadi saudara? " Lia terlihat sedang mencerna apa yang tadi Justin katakan.


" Yep, gitu kira-kira. " Chris menyahut sembari mengangguk pelan.


Tiba-tiba, Joshua terduduk lemas. Bukan hanya Joshua, Justin dan yang lain juga. Mereka kumat lagi...


" Eh? Jangan bilang kalian... " Lia mendekati Justin yang berusaha menjauhkan diri dari Lia.


" Yeah... Lia, kami rasa kami harus pergi dulu. Tak apa kamu disini sendiri? " Joshua menyahut sembari menutupi sebelah matanya yang sudah berwarna merah.


" Eh gak apa-apa. "


" Oke, kami akan kunci pintu rumah, jaga-jaga kalau-kalau ada sesuatu terjadi. Beri kami waktu 10 menit, setelah itu kami akan kembali. Kalau ada apa-apa, chat kami ya. " Justin berseru sembari mencatat cepat di kertas selembar, kemudian memberikannya pada Lia.


Setelah Lia mengangguk, mereka berlima langsung menghilang layaknya asap.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Kini Lia sedang berkirim pesan dengan Wave yang meminta maaf atas kejadian waktu itu. Lia juga sambil menyimpan kontak Justin dan keempat kawannya.


Hingga tiba-tiba, suara pecahan kaca terdengar dari halaman belakang. Lia sontak menoleh ke belakang.


" Guys, itu kalian kan? " Lia berusaha memanggil kelima kawannya, pasti ini prank. Pikir Lia dalam hati, ia melangkah pelan ke asal suara sembari membawa sebuah sapu.


Setelah Lia sampai di asal suara tadi, tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dari belakang, otomatis Lia mendorong sapu yang masih ia pegang ke belakang. Tapi sayang, dua orang itu mematahkan sapu yang Lia pegang. Dua orang lainnya pun mengecek ke dalam rumah.


Entah mengapa, kesadaran Lia perlahan menghilang dan beberapa orang yang menyerang Lia itu membawa Lia dalam keadaan pingsan.


Sementara itu, Wave sedang berada di hutan. Berniat untuk ke rumah para vampir itu dan meminta maaf secara langsung ke Lia. Tapi tiba-tiba, ia mencium aroma parfum Lia dan aroma vampir menjauhi rumah itu.


Awalnya Wave bersikap biasa saja, tapi setelah ia sadar bahwa aroma vampir itu bukan aroma lima vampir waktu itu, Wave langsung otomatis mengejar aroma itu.


Benar saja, saat Wave berhasil mengejar bahkan menghentikan mereka di tengah jalan. Terlihat lima vampir membawa Lia yang pingsan.


" Kembalikan dia, atau ku bunuh kalian! " Wave langsung menembakkan peluru perak nya, tapi sayang nya kelima vampir itu terlalu kuat hingga membuat Wave babak belur.

__ADS_1


Kelima vampir misterius itu akhirnya pergi meninggalkan Wave yang terbaring lemah.


" Menyebalkan... " Wave berusaha bangun dan berjalan pelan. Mencari kelima vampir yang waktu itu ia hadapi.


Selang beberapa waktu, Wave mendekati Justin dan yang lain yang masih tampak berdarah-darah dengan hewan buruan di dekat mereka.


" Eh ada tuan pemburu, ada apa? " Justin berusaha bersikap biasa saja, mata nya yang berwarna merah kini perlahan memudar.


" Kalian... Kali ini, tolong bantu aku. " Wave berucap kemudian berlutut di depan Justin.


" Eh? Ada apaan? Tolong apa? " Justin dan yang lain terlihat terkejut, pertama kalinya seorang pemburu vampir berlutut di depan vampir.


" Lia... Lia di culik oleh kawanan vampir. " Setelah Wave mengatakan itu, Justin dan yang lain memberhentikan aktivitas mereka. Sembari mendekati Wave, kalau-kalau mereka salah dengar.


" Lia, di culik oleh kawanan vampir. Aku sudah berusaha melawan mereka, tapi mereka terlalu kuat... " Perlahan air mata turun membasahi pipi Wave. Mungkin ini membuat harga dirinya turun di depan lima vampir ini, tapi demi Lia... Apapun akan dilakukan.


Justin langsung berdiri, menatap saudara saudaranya dan juga Wave.


" Kita akan kejar mereka! "


" Aku akan ikut bantu, aku sudah memasang pelacak ke salah satu dari mereka. " Wave berseru sembari melihat radarnya yang menunjukkan di mana kawanan vampir yang membawa Lia itu.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Beberapa mobil Ferrari melesat cepat di jalanan yang sepi. Justin dan kawan-kawannya, beserta Wave kini mengejar kawanan vampir itu.


" Eh? Mereka berhenti! Di sekitar sini! " Wave berseru sembari melompat dari mobil yang masih jalan dengan kecepatan sedang.


Wave langsung berlari kearah titik lokasi, meninggalkan Justin dan kawan-kawannya yang menggerutu sebal dengan sikap Wave tadi.


" Manusia kebanyakan gila ya? Mobil masih jalan, tapi langsung lompat. Dasar... " Lance menggerutu, kemudian menyusul Wave.


Di tempat lokasi, Wave, Justin dan kawan-kawannya terkejut bukan main. Kawanan vampir itu terlihat sudah terbaring, tapi tak ada Lia di sana.


" Apa ada yang membawa nya? " Chris bergumam sembari melihat sekeliling.


Joshua berlutut di depan salah satu kawanan vampir yang sudah tewas itu dan langsung menatap mata salah satu kawanan vampir itu. Tak berapa lama, Joshua berdiri dan berjalan menuju mobil Ferrari nya tanpa basa-basi.


" Lia di bawa seseorang. " Ucap Joshua singkat setelah Joey bertanya apa yang terjadi.

__ADS_1


" Orang itu ingin membawa Lia ke London. Tentu dia vampir juga, dia berniat untuk memangsa Lia di sana. " Joshua menyahut lagi, kemudian mengemudikan mobil nya kencang.


Dari Florida, Amerika, mereka langsung menuju London dengan menggunakan portal milik Joshua yang langsung membawa mereka ke London.


" Justin, kurasa kamu harus telepon Carl. Mungkin ia tak sengaja bertemu dengan Lia. " Joey menatap Justin yang langsung menelepon seseorang bernama Carl itu.


" Halo Carl? Ini aku, Justin. Kalau kamu bertemu dengan perempuan berambut panjang di gerai, rambut nya berwarna coklat, tinggi nya sama dengan Clara, dan ia memakai gelang dengan singkatan nama kami. Kalau kamu bertemu dengan nya, tolong beritahu di mana, oke? " Justin menjelaskan panjang lebar.


" Okay, aku akan memberi tau jika aku melihatnya. "


Panggilan terputus, Justin langsung meletakkan ponselnya dan langsung dengan gesit menatap sekitar.


" Kita harus cepat mencari Lia... "


Sementara itu, Lia terbangun di sebuah ruangan yang gelap dan di kelilingi cermin. Hingga tiba-tiba seseorang berdiri di belakang Lia, membuat Lia menoleh. Cowok berambut pirang yang bernama Ace, yang pernah bertemu dengannya saat bermain baseball di hutan, tampak di hadapan Lia sekarang.


" Sekarang, tak ada teman-teman mu. Jadi... Biarkan aku menghabisi mu... " Taring Ace perlahan muncul, mata nya berwarna merah dan hendak menggigit Lia.


Lia langsung menusuk Ace dengan pisau di sakunya. Ace langsung membuang pisau yang tertancap di perutnya kemudian membanting Lia ke dinding hingga dinding nya hancur.


" Heh, aku ingin tau. Apa yang akan kelima cowok itu lakukan kalau tau kamu ku siksa begini? " Ace tertawa sinis kemudian mematahkan tangan kiri Lia. Jeritan Lia menggelegar di tempat sepi itu.


Bukan hanya tangan kiri nya, kaki kanannya pun di patahkan oleh Ace dengan cara diinjak. Setelah dipatahkan, Ace langsung menggigit Lia di tangan kanannya, membuat Lia berteriak kesakitan.


Beberapa lama, jendela di ruangan itu pecah. Memperlihatkan Justin, Joshua, Joey, Lance dan Chris yang terkejut melihat Lia terbaring lemah dengan Ace di samping Lia.


" Kau!!! " Chris langsung menerjang Ace tanpa aba-aba dan berusaha menyerang Ace.


Tiba-tiba muncul seorang cowok dari jendela itu dan menghampiri Joshua.


" Carl!!! Kumohon, tolong bantu Lia!! " Justin mengajak cowok bernama Carl itu menghampiri Lia yang terbaring lemah.


" Dia... Manusia? " Carl sedikit terkejut saat Justin mengangguk. Akhirnya Carl melihat keadaannya, dan mengeluarkan alat-alat kedokteran nya.


" Lance, Joshua!! " Carl langsung memanggil kedua orang itu.


Baru saja Lance dan Joshua menghampiri Carl, tiba-tiba Joey dan Chris di banting kuat-kuat oleh Ace.


" Joey, Chris!!! "

__ADS_1


__ADS_2