
Lia yang dari tadi tertidur lelap di ruang tamu, kini di bangunkan oleh Joshua.
" Hey, bagaimana keadaan mu? Itu... Makanan sudah siap, kurasa kamu perlu makan. Ayo ku bantu. " Joshua menuntun Lia hingga mendudukkan Lia ke meja makan.
" Eh, terima kasih Joshua... " Lia tersenyum singkat dan di balas dengan senyuman dari Joshua.
Suasana benar-benar ramai. Biasanya, hanya ada Justin, Joshua, Joey, Lance, Chris dan juga Lia. Tapi kini ada Carl. Carl benar-benar baik dan ramah.
Hingga suara-suara mencurigakan terdengar dari halaman belakang, membuat kesembilan vampir di depan Lia langsung bangkit dari duduk mereka.
Lagi dan lagi, Justin berdiri di depan Lia dengan sigap. Sepertinya Justin sudah siap untuk langsung membopong Lia dan membawa Lia lari menjauh dari sana kalau-kalau dalam bahaya.
" Aku yang akan keluar. " Carl berseru kemudian memberi aba-aba supaya Justin dan yang lain tak mengikutinya, terlebih dengan Lia.
Mereka hanya menatap Carl yang berjalan ke halaman belakang, hingga tiba-tiba Carl di serang secara mendadak, membuat Carl tersungkur.
" Carl?!!! " Kelima vampir itu langsung berlari menghampiri Carl. Akhirnya karena Lia juga khawatir dengan Carl, Justin memutuskan untuk membawa Lia juga walaupun tetap menyembunyikan keberadaan Lia dengan menutupi tubuh Lia dengan jaket.
Carl terbangun sembari mengusap bibirnya yang sedikit berdarah. Kemudian menatap ke sisi hutan yang amat gelap itu.
" Kurasa ada sesuatu yang ingin kalian bicarakan, Samuel. " Tepat setelah Carl menyahut, beberapa serigala keluar dari sisi hutan yang gelap itu kemudian berubah seperti manusia biasa.
" Tak ku sangka, makhluk penghisap darah seperti kalian kembali ke tempat ini. Terlebih ada manusia? " Seseorang yang Carl panggil dengan panggilan Samuel itu menyahut sembari menatap Lia.
" Dia keluarga ku, kamu tidak boleh melakukan apapun pada nya. " Carl berdiri tepat di depan Lia, melindunginya supaya tak ada kejadian seperti Ace lagi.
Suasana semakin panas, para werewolf itu sudah bersiap untuk menyerang, begitu juga dengan Justin dan yang lain.
" Hentikan, Samuel!! " Teriakan itu terdengar keras. Para werewolf dan vampir itu seketika menoleh kearah pepohonan dekat sana. Terlihat Wave yang sedang bersandar di pohon kemudian melompat turun.
__ADS_1
" Aiden, kamu tau kan mereka apa? Bukannya kamu memburu mereka juga?! " Samuel berteriak marah di depan Wave, Wave hanya menatap santai vampir di seberang nya kemudian menatap Samuel.
" Memang aku mengincar seperti mereka, tapi bukan mereka. "
" Apa bedanya?! Mereka tetap vampir penghisap darah yang akan melukai manusia!! " Samuel nampak semakin marah, Wave kini berbalik menatap tajam Samuel.
" Mereka berbeda!! Mereka punya adab! Mereka telah menyelamatkan seorang manusia yang merupakan sahabatku! "
Samuel nampak terkejut mendengar pernyataan Wave. Wave kemudian berbicara lagi.
" Mereka, menolong sahabatku yang hampir di bunuh oleh vampir. Mereka menolong sahabatku bahkan mau bertarung demi melindungi dia!! "
" Vampir, ada berbagai macam. Ada yang baik dan beradab, ada yang jahat dan suka memangsa manusia. Yang jahat itulah yang ku incar. Coba pikir lagi, Sam. Werewolf juga ada yang baik dan ada yang jahat. Sama saja! Kalian memburu werewolf yang jahat kan? Tapi tidak dengan yang baik kan? "
Samuel dan para werewolf sontak terdiam. Perkataan Wave benar, mereka para werewolf mengincar werewolf jahat yang membunuh manusia.
" Aku menemukan suatu petunjuk yang bilang bahwa, suatu hari nanti kelompok vampir terkuat di London akan menyerang kita. Kita harus bersatu untuk itu, tak peduli kalian vampir atau werewolf. Kita harus bersatu, karena... Aku menemukan petunjuk jika kita kalah, kita semua akan habis. " Wave menjelaskan, kemudian Samuel berseru.
" Baiklah, kurasa tak ada masalah untuk itu. Aku pegang kata-kata mu, Aiden. Jika para vampir itu memangsa seorang manusia, kami tak akan mau bersatu untuk masa depan yang kau bicarakan. " Samuel berseru, kemudian menjabat tangan Carl.
Semuanya, dari para werewolf dan para vampir, serta Wave dan Lia meletakkan tangan mereka semua di atas tangan yang lain, hingga setetes darah menetes dari pistol Wave.
" Perjanjian terkunci. Kami pegang semua kata-kata kalian hari ini. " Seru mereka bersamaan setelah tetesan darah itu menghilang.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keesokan harinya, terlihat Lia yang sedang duduk di dekat kolam kecil di halaman belakang. Tiba-tiba ia di hampiri oleh seorang cowok berambut coklat gelap.
" Hey, aku salah satu werewolf yang kemarin. Awalnya aku takut salah kira kalau kamu manusia, ternyata benar ya... " Cowok itu tersenyum manis ke Lia.
__ADS_1
" Aiden bilang untuk mengajak kamu ke pantai sore ini, karena lagi bagus pemandangan nya. Yeah Aiden juga udah bilang kaki dan tanganmu masih tahap penyembuhan, jadi... " Cowok itu langsung mengangkat Lia dan meletakkan Lia ke punggungnya, kemudian melesat masuk ke dalam hutan.
Sama seperti waktu ia di gendong oleh Justin, kecepatannya benar-benar keren. Angin yang berhembus menerpa rambut Lia, membuatnya terhembus ke belakang.
" Oh ya, namamu siapa kalau aku boleh tau? Namaku Arion Haven. Panggil aja Arion, salam kenal ya... " Arion tersenyum sembari masih berlari kencang. Entah mengapa, senyum Arion menular ke dirinya.
" Namaku Verolia Charlotte. Panggil aja Lia, salam kenal ya Arion... "
Perkenalan singkat itu membuat mereka menjadi dekat. Bahkan sesampainya mereka berdua di pantai, mereka berdua terlihat seperti yang sudah lama tak bertemu.
" Lia!! Sorry ya aku ajak nya malah ke pantai, aku gak mau kamu diem doang di rumah. Pasti bakal bosan gak ngapa-ngapain. " Wave datang menghampiri Lia yang masih di gendong Arion.
" Hehe, Carl bilang aku udah bisa jalan. Cuma belom boleh lari aja, jalan sih udah bisa. " Lia turun dari punggung Arion kemudian berjalan perlahan.
" Aku baru tau di Frosty Stone ada pantai seperti ini. " Lia menatap takjub pantai yang sepi itu. Hingga pandangan nya tertuju ke arah lima cowok di seberang nya.
" Eh?! Justin juga ada disini?! " Lia membatin, jujur ia terkejut. Kalau dari yang kemarin ia lihat, hubungan antara vampir dan werewolf sepertinya kurang baik. Tapi... Bagaimana bisa Justin dan yang lain ada disini?!
" Kayaknya kamu udah akrab ya sama Lia, Arion. " Wave kini menatap Lia yang sedang bercanda tawa dengan Justin, Joshua dan yang lain, kemudian menatap Arion.
" Yeah, dia baik. Tak seperti dugaan ku... " Arion melipat kedua tangannya di dada kemudian tersenyum singkat.
Malam harinya, kembang api di nyalakan. Kembang api itu meluncur ke udara, membuat Lia menatap takjub.
" Keren.. " Lia menatap takjub kearah langit, sedangkan Justin, Joshua, Chirs, Joey, Lance, Wave dan Arion malah menatap cewek itu.
" Seperti anak kecil saja. " Pikir mereka bersamaan melihat tingkah Lia yang takjub karena melihat kembang api.
" Kurasa... Berteman dengan manusia, tak buruk juga... " Batin Justin bersamaan dengan keempat saudara nya sembari menatap cewek di samping mereka tengah menunjuk-nunjuk bintang sembari menarik tangan Wave.
__ADS_1