Cursed Moon

Cursed Moon
Episode 19 : Battle Begin


__ADS_3

Arion terbaring lemas dengan darah di mana-mana. Wajahnya semakin pucat, bahkan lebih pucat daripada vampir.


" Arion!! Apa yang terjadi?! " Wave nampak mengeluarkan semua obat-obatan miliknya dan berusaha menyembuhkan Arion.


" Ukh... Aku melihat Enchantress... Dan, kalau kau ingin aku jujur... Bahkan dalam jumlah pasukan pun, kurasa kita akan sulit melawannya... " Arion terbata-bata mengucapkan semua hal itu.


" Lebih baik kalian pergi, kembali ke rumah Hellen... " Arion nampak mendorong pelan Wave, sedangkan yang didorong semakin mendekat.


" Lalu kau disini begitu?!! Meninggalkanmu yang sekarat begini?!! "


" Hey, aku sekarat.. Kamu menyelamatkan ku pun, pada akhirnya aku akan mati... Jadi, pergilah dan selamatkan Lia dan yang lain... "


Wave dan Jhonatan akhirnya memilih pergi meninggalkan Arion walau dengan berat hati. Jhonatan seketika berubah menjadi werewolf, membiarkan Wave menunggangi nya menuju rumah keluarga Hellen.


Wave dan Jhonatan langsung berdiri dalam formasi mereka. Nampak keluarga Hellen termasuk Lia berdiri di barisan paling depan. Disusul para vampir, teman-temannya Carl di belakang keluarga Hellen. Dan para werewolf di sebelah kanan dan kiri mereka.


Cuaca perlahan berubah menjadi gelap. Angin berhembus kencang, petir menyambar di mana-mana. Awan gelap menutupi langit yang tadi cerah.


Nampak di hadapan mereka, berdiri dua orang pemimpin Enchantress, Aaron dan Blaise, dan pengikut mereka di belakang. Seperti kata Arion, dalam jumlah saja sepertinya akan sulit menang.


" Wait, kenapa mereka hanya berdua? " bisik Lia pada Carl dan yang lain. Semuanya menatap heran. Kemana pemimpin mereka, Zenith?


" Halo, Carl... Tampaknya kau mengumpulkan banyak prajurit ya. " ucap Blaise dengan lantang.


" Kami hanya meminta Verolia Charlotte, tidak lebih... Serahkan dia, dan kami akan pergi dan tak ada yang terluka... " seru Aaron yang berada di sebelah Blaise. Bahkan para pengikut mereka terkekeh menertawai keluarga Hellen dan yang lain.


" Dia bagian dari kami, dia adalah keluarga kami, dan kami tak akan menyerahkan dia pada kalian!! " seru Charles dan di balas dengan sorakan dari yang lain.


" Fine, kalian yang meminta ini... " ucap Blaise seraya menatap kearah langit.


" Carl.. " gumam Lance, ia khawatir bahwa mereka tak akan menang.

__ADS_1


Nampak sebuah perisai berwarna kuning transparan menutupi kubu keluarga Hellen. Menutupi dan melindungi seluruh nya, para vampir teman-temannya Carl, para werewolf, Wave, dan keluarga Hellen serta Lia.


Awan-awan gelap sedikit menyingkir, terlihat bulan purnama di langit yang gelap itu bersinar terang. Bulan yang semula berwarna putih terang itu, seketika berubah menjadi merah gelap.


" Okay semua, ingat latihan yang waktu itu kita lakukan... " ucap Carl lewat telepati nya. Semua yang ada di dalam perisai itu mendengar telepati nya, termasuk para werewolf, Wave dan Lia.


" Lia, jangan kaget ya... " ucap Justin seraya menatap Lia. Warna mata Justin kini berubah menjadi merah, rasanya aura sekitarnya benar-benar berbeda. Berbeda dengan aura yang pertama kali ia rasakan saat Justin menghabisi seseorang di rumah keluarga Hellen... Ini, benar-benar menyeramkan. Seluruh vampir di sana memiliki aura yang sama sama menyeramkan termasuk keluarga Hellen.


Bahkan Enchantress dan pengikutnya juga. Benar-benar akan terjadi perang yang luar biasa.


" Battle, begin. "


Para pengikut Enchantress dan para vampir dan werewolf kubu keluarga Hellen berlari dan saling menyerang. Ada yang menggunakan fisik, ada yang menggunakan kemampuan mereka.


" Lia, tetaplah disini bersama Wave dan Carl, ya. " ucap Justin sesaat, kemudian melesat bagaikan kilatan petir membunuh pengikut Enchantress.


Joshua menerjang dan mengeluarkan kekuatan es nya, bahkan sampai membeku kan area sekitar hutan. Beruntung para vampir dan werewolf dari kubu keluarga Hellen sudah di beritahu akan hal itu sehingga mereka semua tak terpeleset.


Blaise dan Aaron nampak berjalan melewati yang lain. Tak ikut menyerang. Mereka berjalan menghampiri Carl, Lia dan Wave, beruntung perisai itu menghalangi mereka berdua supaya tak mendekat.


" Berhenti di sana, Aaron.. Blaise.. " ucap Carl sembari menahan kedua vampir itu mendekati mereka dengan perisai nya.


" Rasakan ini!! " Wave menembakkan pistolnya kearah Blaise dan Aaron. Peluru perak itu melesat kearah kedua vampir itu. Tapi sayangnya Blaise dengan mudahnya menghancurkan peluru itu.


" Gawat... " Wave berdiri di depan Lia. Berusaha melindungi cewek itu dari vampir yang kini berusaha menerobos masuk dan menghancurkan perisai itu.


" Ukh, aku tak bisa menahannya lebih lama lagi... " Carl yang mengendalikan perisai itu terduduk lemas. Walaupun begitu, tangannya berusaha mendorong perisai nya supaya melindungi semua vampir dan werewolf di kubu mereka.


Api yang cukup besar langsung berada di depan Blaise dan Aaron. Petir petir menyambar bahkan hampir mengenai kedua vampir Enchantress itu.


Justin, Lance, Joshua, Joey, dan Chris berdiri di sana. Menghalau kedua Enchantress itu selama mungkin sehingga Carl bisa bertahan dengan perisai nya.

__ADS_1


" Minggirlah kalian... " Blaise menatap kelima vampir yang menghalangi nya. Tangannya seketika mengangkat tinggi-tinggi, membuat Justin terangkat ke udara dan di lempar jauh-jauh.


Petir menyambar Blaise dan Aaron, sedangkan Justin langsung kembali secepat kilat dan memukuli Blaise dan Aaron.


Carl semakin lemas, nafasnya berderu tak beraturan. Wave mencari barang-barang di tas yang ia bawa untuk setidaknya membantu Carl.


Lia memegang tangan Carl yang kini bergetar hebat. Carl berusaha mengatur nafasnya sembari meredakan tangannya yang sudah bergetar tak kuat.


Sesaat setelah Lia memegang tangan Carl, perisai itu berubah menjadi semakin tebal dan kuat. Carl yang sudah tak kuat lagi, kini perlahan sembuh. Seolah-olah ia siap lebih lama dari ini.


" Apa jangan-jangan karena permata itu? " batin Wave ketika melihat hal itu terjadi.


" Terima kasih, Lia.. Setidaknya aku bisa bertahan lebih lama.. " gumam Carl seraya menahan perisai itu. Lia yang berdiri di sebelah Carl tersenyum. Setidaknya, ia tak diam disini melihat teman-temannya bertarung.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Kedua kubu benar-benar kuat. Tak ada yang mengalah, banyak yang gugur dari kedua kubu. Benar-benar seimbang.


" Menyerahlah, Hellen!!! " seru Blaise seraya mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Tanah di sekitar mereka terangkat ke udara dan menerjang kearah kubu keluarga Hellen.


Keluarga Hellen masih bertahan, beserta anggota kubu mereka. Memang sudah ada yang gugur, tetapi itu tak membuat kubu Hellen menyerah.


Tiba-tiba petir berwarna hitam menyambar tepat di tengah-tengah kubu Hellen dan Enchantress. Seolah-olah menengahi kedua kubu itu.


" Zenith? " Blaise dan Aaron menghampiri Zenith yang baru saja datang. Zenith menatap Carl dan kubu Hellen.


" Apa yang kalian tunggu? Serang saja!! " Seru Aaron, membuat para pengikut Enchantress menyerang kubu Hellen. Membiarkan ketiga pemimpin Enchantress itu di belakang.


Petir hitam menyambar lagi, kali ini menyambar beberapa pengikut Enchantress. Sontak Blaise dan Aaron, beserta pengikut mereka menatap Zenith, begitupun dengan kubu Hellen.


" Jangan, lukai mereka. "

__ADS_1


__ADS_2