
Pagi harinya, Lia terbangun di dalam tenda. Ia hendak keluar dari tenda dan menuju pantai, hingga ia memutuskan untuk tetap di dekat tenda ketika melihat Wave tertidur dalam keadaan duduk di depan tenda. Topi koboy kebesaran miliknya itu menutupi setengah wajahnya.
Rambut blonde pirang Wave yang sedikit ikal itu tertiup angin, membuat topi di atas kepalanya terjatuh. Saat Lia hendak mengambil topi milik Wave dan meletakkannya kembali ke kepala Wave, Wave sudah terbangun dan langsung memeluk erat Lia.
" Wave!!! Ih jangan gini!! " Lia memberontak di pelukan Wave yang masih setengah sadar.
Sedangkan di tebing dekat pantai, tempat Justin, Joshua, Joey, Chris dan Lance tidur semalam, mereka berlima tertawa-tawa kecil melihat kelakuan Lia dan Wave.
Di saat yang sama di pantai, terlihat para werewolf termasuk Arion tengah bermain air.
" Eh Jack, aku mau bilang sesuatu. " Arion berseru ke satu sahabatnya yang sedang bermain air bersama.
" Apaan? "
" Aku mau bilang sesuatu. " Justin di saat bersamaan juga mengatakan hal itu, membuat keempat saudara nya penasaran apa yang ingin di katakan adik mereka itu (Justin yang termuda).
" Kurasa... Aku menyukai Lia. " Ucap Justin dan Arion di saat bersamaan di tempat yang berbeda. Jika Justin tau Arion mulai menyukai Lia dan kalau Arion tau kalau Justin menyukai Lia, mungkin akan ada sedikit perang yang terjadi.
" Wah gila... " Jack menepuk bahu Arion hingga Arion terdorong ke dalam air.
" Wah, seorang Justin menyukai seseorang... " Goda keempat saudara Justin, membuat Justin langsung memukul dan mengejar saudara saudara nya yang mencoba kabur dari kejaran Justin.
Sementara di tempat Lia, entah mengapa suasana hati Lia tiba-tiba bahagia. Entah karena apa. Hingga Wave membawa Lia kembali ke kenyataan dengan pertanyaan nya yang membuat Lia memukul badan Wave dengan kencang.
" Kamu suka sama Justin ya? Atau Arion? " Wave menyahut, membuat Lia langsung memukul badan Wave kencang kencang.
" Wave!!! " Lia teriak heboh sembari masih memukul Wave yang tertawa terbahak-bahak.
" Salah satu, sepertinya dia memang suka salah satu dari kedua orang itu. " Batin Wave kemudian menggendong Lia menuju ke hutan.
__ADS_1
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Para werewolf, Lia dan Wave menuju ke wilayah para werewolf untuk sarapan. Lia yang di gendong di punggung Wave itu menatap sekitar. Rasanya indah menatap pohon-pohon tinggi di hutan yang jarang ia lihat jika berada di kota.
" Wave, para werewolf yang lain udah duluan ya? " Lia bertanya sembari menenggelamkan wajahnya di punggung Wave.
" Iya, mereka bilang kita lama juga gak apa. Mereka mau menyiapkan sesuatu. " Wave menjawab sembari meletakkan topi yang ia pakai ke tangan Lia yang tertaut di lehernya.
Tapi tak di sangka, Wave dan Lia di hadang oleh sekumpulan vampir.
" Vampir?! Disaat begini?! " Wave berusaha mencari celah, walaupun begitu ia masih menggendong Lia yang gemetar panik.
Vampir vampir itu hendak menyerang Wave dan Lia, beruntung beberapa serangan membuat para vampir itu mundur.
Arion datang dengan tatapan tajam, dia berdiri di depan Wave yang sedang menggendong seseorang yang ia sukai.
" Arion!! Apa yang kau- " Wave hendak melanjutkan kata-kata nya, tetapi langsung dipotong oleh Arion.
" Hentikan!! " Percikan api muncul membakar setengah tubuh para vampir itu, Justin, Joshua, Joey, Lance dan Chris muncul dan tanpa basa-basi langsung menghabisi vampir vampir itu tanpa belas kasih.
" Justin, Joshua, Joey, Lance, Chris, sudah cukup. Kalian tak mau Lia menjadi incaran vampir lain karena kalian kan? " Carl berbicara pelan di telepati milik mereka. Kelima cowok itu kini langsung menghentikan aktivitas mereka kemudian menatap Lia.
" Lia, kamu gak apa-apa? " Kelima cowok itu dan juga Arion menatap Lia khawatir. Lia terlihat shock sehingga membuat Arion dan yang lain langsung menggendong Lia dan membawa nya ke wilayah para werewolf.
Sementara itu di suatu tempat di Rusia...
" Tuan, keluarga Hellen dari Amerika berteman dengan seorang manusia. Apa yang harus dilakukan? " Tanya seorang vampir sembari berlutut di depan tiga vampir yang terlihat seperti bangsawan.
" Waktu itu kita berusaha menangkap manusia nya, tapi gagal. Jadi menurutku... Pancing saja salah satu dari mereka dan ancam dengan manusia itu. Jika itu berhasil, mereka pasti akan kesini kan? " Satu vampir yang terlihat seperti bangsawan itu tersenyum sinis, kemudian menatap lagi bawahannya.
__ADS_1
" Baik tuan.. " Setelah mengatakan itu, ia langsung menghilang layaknya asap.
" Carl, jika kau melanggar peraturan lebih dari ini. Aku terpaksa harus menghabisi mu sampai kau tak bisa apa-apa lagi. "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Setelah Lia lumayan tenang, Justin dan yang lain langsung membawa Lia menuju rumah mereka. Beruntung Wave dan kawanan werewolf mengerti dan membiarkan Lia di bawa oleh Justin.
" Lia, kamu gak apa-apa? Kita menuju ke rumah kok. " Lance bertanya sembari menoleh ke belakang, menatap Lia yang sedang berada di punggung Lance.
" Hehe, gak apa Lance. Makasih yaa... " Ucap Lia sembari mengalungkan tangannya ke leher Lance.
Sesampainya di rumah, Lia nampak sudah tertidur lelap. Akhirnya Lance menurunkan Lia dari gendongannya saat sampai di ranjang milik Lia.
" Kalian duluan saja. Aku akan disini sementara waktu. " Justin tersenyum singkat. Joshua dan yang lain pun menutup pintu dan meninggalkan Justin di kamar itu dengan Lia.
Justin terdiam beberapa saat, hingga notifikasi di ponselnya membuatnya langsung mengecek pesan di ponselnya itu.
" Justin Hellen, datanglah ke RockyVillage di Rusia sendirian. Jika kau tak datang, maka keluargamu, saudara mu, dan teman manusia mu akan kami bawa paksa kesini.
Enchantress. "
Begitu lah kira-kira isi pesannya. Justin menggenggam erat ponselnya, nafasnya seketika menderu. Teman manusia nya? Maksudnya, Lia? Bagaimana mereka bisa tau tentang Lia?!
Justin terlihat sedikit bimbang, hingga akhirnya memilih untuk langsung melesat dari balkon kamar Lia ke arah hutan.
" Maafkan aku, guys. " Batin Justin sembari tetap melesat menjauhi rumah putih yang besar itu.
Sementara itu di ruang tamu, terlihat Joshua, Joey, Lance dan Chris tengah bermain kartu dengan serius. Hingga Lance sadar, Joshua terdiam sejenak.
__ADS_1
" Joshua, ada apa? " Lance menatap Joshua yang masih terdiam.
" Tidak, hanya saja aku merasa kita akan berhadapan dengan Enchantress. "