
Halaman belakang rumah keluarga Hellen kini benar-benar ramai di penuhi para vampir. Terlebih mereka yang berlatih menggunakan kemampuan mereka seraya memamerkannya pada yang lain.
Violet, vampir perempuan asal Belgia yang berambut coklat panjang diikat itu menunjukkan kemampuannya yaitu mengendalikan tanaman di sekitar.
Lia menatap takjub vampir vampir yang kini memamerkan kemampuan masing-masing. Membuat kelima vampir di sebelahnya menatap kesal.
Tak mau kalah, kelima vampir itu menunjukkan kemampuan mereka, sorak-sorai dari vampir lain pun terdengar.
" Kenapa jadi ajang pamer kemampuan begini? " gumam Lia yang menggelengkan kepalanya melihat kelima temannya memamerkan kemampuan mereka.
" Tenang saja, tak usah tegang begitu, Lia.. " ucap Carl yang tiba-tiba sudah berada di belakang Lia. Carl tersenyum seraya menggelengkan kepalanya ketika melihat kelima anaknya pamer di depan vampir lain.
" Iya Carl, terima kasih untuk ini juga. Aku tak menyangka mereka semua, teman-teman mu akan mau membantuku.. " gumam Lia pelan, Carl tertawa pelan. Tangannya mengelus pelan rambut Lia.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Malam harinya, para vampir masih berkumpul di halaman belakang, termasuk keluarga Hellen kecuali Lia yang memilih untuk di dalam rumah bersama Clara dan vampir perempuan yang lain.
Suara-suara aneh terdengar dari hutan bagian dalam, membuat para vampir itu bersiap untuk menyerang.
Wave tiba-tiba berjalan menghampiri keluarga Hellen sembari mengangkat kedua tangannya.
" Dia pemburu!! Dia pemburu!! " seru salah satu vampir, membuat para vampir lain hampir menyerangnya. Beruntung Carl langsung menengahi.
" Semuanya, aku mohon tenang... Dia Wave Aiden. Seorang pemburu. Aku meminta tolong pada nya, serta para werewolf untuk membantu kita. "
Semuanya terlihat sedikit terpaksa menerima Wave dan para werewolf. Wave dan para werewolf kini duduk di dekat keluarga Hellen sedangkan para vampir kembali melanjutkan aktivitas mereka.
" Jadi, bisakah seseorang menjelaskan padaku tentang apa itu kejadian yang di sebut Cursed Moon? " Wave mengawali pembicaraan, ia menyenderkan tubuhnya di kursi yang ia duduki sembari mendengarkan Carl menjelaskan.
" Kau bilang, saat Cursed Moon terjadi, para vampir akan menjadi lebih kuat, lebih lincah, lebih cepat, dan lebih ganas bukan? Kenapa Enchantress mengincar Lia? Maksudku, pasti saat Cursed Moon terjadi akan membahayakan manusia, tapi kenapa Lia? Bukan, manusia yang lain? "
__ADS_1
" Karena dia spesial, Aiden.. " ucap Samuel, teman werewolf Wave yang duduk di sebelah Wave.
" Ha? Spesial? Lia? Memang apa yang spesial darinya bahkan sampai diincar vampir seperti Enchantress? " Wave bertanya-tanya. Antonio, salah satu vampir di dekat nya itu terkekeh pelan.
" Kau ternyata masih hijau ya... Perempuan itu spesial, ia memiliki sesuatu yang manusia lain tak punya. Dan itu yang membuatnya diincar oleh Enchantress. " ucap Antonio, nampak Wave tak percaya.
" Apa itu? " Wave nampak tak percaya, walaupun begitu ia ingin tau.
Antonio nampak langsung pergi ketika Wave menanti jawaban dari nya. Wave sontak menatap keluarga Hellen.
" Kalian tau tentang itu? "
" Dahulu, ada sebuah kerajaan vampir. Di kerajaan itu terdapat sebuah pedang terkuat sepanjang sejarah vampir. Di pedang itu terdapat sebuah permata, permata itu akan membuat siapapun yang memiliki pedang termasuk permata itu akan berkuasa dan hidup abadi. " Carl mulai bercerita, menatap api unggun di dekat mereka.
" Pedang itu hanya milik raja yang saat itu berkuasa. Banyak yang ingin menduduki tahta itu karena mengincar pedang beserta permata itu. Hingga satu ketika, keluarga kerajaan, staf kerajaan, bahkan warga sipil menyerang raja itu. "
" Sang raja sekarat, dan memilih untuk menghancurkan permata itu menggunakan pedang nya. Permata itu berhasil hancur, dan tentu saja membuat seluruh orang yang menyerangnya murka karena mereka mengincar permata itu. "
" Lalu, siapa yang punya permata itu? " tanya Wave ketika nampak Carl menghentikan cerita nya.
" Sang raja mengatakan, permata itu akan acak berada di siapa. Bisa jadi permata itu berada di seorang vampir, manusia, werewolf, atau pemburu. Tapi yang pasti, setiap kejadian malam kerajaan itu hancur atau yang sering terkenal dengan sebutan Cursed Moon, permata itu akan menghilang jika pemilik itu sudah mati, dan akan muncul di seseorang jika orang tersebut bertemu dengan pemilik permata itu sebelumnya di saat terakhir atau saat pemilik sebelumnya masih hidup. "
" Jangan bilang kalian mengira permata itu ada pada Lia? Tak mungkin permata itu ada padanya... " Entah mengapa, Wave terkejut bukan main. Bagaimana mungkin permata itu berada pada Lia?
" Itu ada padanya, Wave. Itu alasan mengapa Enchantress mengincar Lia. Ia mengincar permata nya. " Carl menatap Wave yang nampak tak percaya sama sekali.
" Tapi, Enchantress akan menyerang kita pada saat Cursed Moon, kan? Permata itu akan berpindah kepada seseorang yang bertemu dengan pemilik sebelumnya. Kalau begitu apa gunanya kita bertarung jika permata itu pada akhirnya akan jatuh di tangan Enchantress? " Wave menatap semua vampir dan werewolf di sekitarnya.
" Sampai pemilik sebelumnya meninggal. " ucap Carl, Wave membuang nafas nya kasar.
" Baiklah, aku akan melakukan hal terbaikku demi kawanku. "
__ADS_1
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
" Carl, perasaan ku mengatakan Cursed Moon akan terjadi sebentar lagi. " ucap Lance, Carl hanya diam seraya terus berjalan menuju halaman belakang.
" Sesuai rencana yang kita bahas kemarin sore, paham? " Carl berseru, semuanya seketika berpencar, termasuk Lia.
Lia yang kini sedang di gendong Justin, kini memegang pepohonan di sekitarnya. Menyebarkan bau Lia di mana-mana.
Lance dan Joshua juga menempelkan barang-barang Lia, seperti sweater, jaket, dan semacamnya di pepohonan. Begitu pula dengan Joey dan Chris.
Sedangkan Wave dan para werewolf berkeliling, mengamankan wilayah sekitar kalau-kalau terjadi perang yang cukup hebat di sekitar sana.
" Aiden, kau percaya dengan mereka? " Jhonatan, werewolf yang kini berpasangan dengan Wave, menoleh. Pasalnya Jhonatan paling membenci vampir vampir seperti mereka.
" Yeah, mau bagaimana lagi, Jhon... Tanpa bantuan mereka, kita juga tak akan bisa menang. Bahkan mustahil untuk menang.. " Wave menatap kosong jalanan di depan nya, Jhonatan hanya menggerutu pelan.
Tiba-tiba terdengar lolongan werewolf di mana-mana. Wave, Arion, Justin, Joshua, Lance, Joey, Chris, Lia, dan para vampir termasuk Carl langsung menoleh ke arah suara.
" Itu lolongan Arion!! " Wave sontak berlari kearah suara, tetapi di hentikan oleh Jhonatan.
" Kau gila?!! Itu pertanda Enchantress sudah datang!! Kau tak mau menambah korban kan, Aiden? " Jhonatan berseru sembari menarik kerah kemeja Wave.
" Arion dalam bahaya, Jhon!! Kau juga tak mau menambah korban kan?! "
" Aku tak mau kau yang terluka, Aiden... Terlebih, biarkan Jason dan yang lain yang menghampiri dan menolong Arion.. "
" Membiarkan yang lain menolongnya?! Kau tau posisi Arion lebih dekat dengan kita, yang lain akan berpikir kita yang akan menyelamatkan Arion!! "
Akhirnya, mereka memutuskan menghampiri Arion. Jhonatan dengan terpaksa mengikuti kemauan Wave. Begitu terkejutnya ketika mereka melihat Arion.
" Arion!! "
__ADS_1