Cursed Moon

Cursed Moon
Episode 4 : Tinggal Bersama


__ADS_3

" Verolia Charlotte? "


Lia seketika beranjak dari kursi piano nya dan berjalan mendekati kelima cowok itu. Ia menarik kelima tangan cowok itu sekaligus dan melihat gelang yang ia pakai juga sedang di pakai oleh kelima cowok itu.


" Kak Justin? Kak Joshua? Kak Lance? Kak Joey? Dan, Kak Chris? " Lia lagi-lagi menatap kelima cowok itu dan memeluk mereka berlima.


Kelima cowok itu hanya mematung sebelum akhirnya mereka membalas pelukan cewek di depan mereka.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


" Ah jadi kamu sedang camp di sekitar sini? " Justin berseru setelah sebelumnya mengobrol sebentar dengan Lia di ruang tengah.


" Yeah, kemarin malam aku kesini hanya saja sepertinya kalian tidak tau, karena itu aku kembali lagi ke tenda.. " Lia tersenyum canggung. Ia akui ia tak pintar berbohong, bahkan berbohong di depan kelima cowok yang ia kenal hanya dua minggu pun ia tak yakin.


" Haha iya, kami keluar kemarin. Oh ya bagaimana kamu bisa kesini? " Lance tertawa, sembari menuangkan segelas air dan memberikannya pada Lia.


" Entah, kemarin saat aku jalan-jalan malam tiba-tiba lewat rumah ini. Karena terlalu gelap juga sih aku kembali ke tenda, dan memutuskan untuk kesini lagi pagi. Ternyata bener... " Sudah lama ia tak pernah kumpul dengan cowok apalagi dengan mereka berlima. Membuat Lia merasa canggung, mungkin Justin dan kawan-kawannya mengetahui hal itu.


" Emm... Kak, aku boleh minta tolong gak? " Lia tiba-tiba merubah arah pembicaraan, membuat kelima cowok di hadapan nya itu heran. Lia menarik nafas dalam-dalam sebelum ia melanjutkan kata-katanya.


" Itu, emm... Izinkan aku tinggal disini! " Lia menunduk, sembari menunggu jawaban dari mereka. Hingga Justin menyahut, membuat Lia menatap kelima cowok itu.


" Boleh kok. Lagian kita juga udah pernah tinggal bareng, jadi gak masalah! " Justin menepuk pelan tangan Lia yang berada di atas meja.


Senyum merekah di bibir Lia, tapi tak lama senyum itu menghilang setelah Joshua menanyakan hal yang membuatnya murung lagi.


" Boleh saja, sangat boleh malah... Tapi bagaimana dengan orang tua mu? " Begitu lah pertanyaan Joshua. Seketika hening, hingga Lia menjawab.


" Orang tua ku... Meninggal, karena di mangsa hewan buas ketika liburan saat libur semester, saat aku masih kelas 1 SMP. " Lia tersenyum. Senyum nya menampakkan kesedihan yang sangat terlihat oleh kelima cowok itu.


" Meninggal? Di mangsa hewan buas? " Pertanyaan itu keluar dari mulut Lance. Lagi-lagi Lia tersenyum sendu.


" Iya. Saat liburan di hutan, aku sedang bersama sahabat ku lagi foto bareng. Terus ayah dan ibu ku jalan duluan, dan yah ada yang menyerang. Seperti serigala, aku dan sahabat ku pun di suruh kabur oleh ayah dan ibu. "


" Setelah polisi datang, polisi bilang ini ulah hewan buas. Dan kata penduduk setempat di sekitar sana bilang kalau itu ulah werewolf. Jadi ya, gitu deh.. "


Wajah kelima cowok itu terkejut, terlebih dengan kata werewolf. Mereka tak bisa berkata-kata, sepertinya mereka mengatakan hal yang salah.


" Oh maaf, aku gak tau. Maaf membuatmu sedih... " Joshua seketika meminta maaf, Lia tersenyum dan mengatakan bahwa ia tak apa. Tapi Justin seketika menarik tubuh Lia supaya bersandar di bahu nya yang bidang.


" Nangis aja. Gak apa, kamu pasti nahan semua tangisan kamu dan seluruh emosi kamu kan? Sekarang, keluarin aja. " Justin mengelus rambut panjang Lia, perlahan isak tangis memenuhi rumah itu.

__ADS_1


Setelah 30 menit, Lia menatap Justin dengan mata sembab.


" Makasih ya, kak. Karena kakak, setidaknya jadi lebih baik... " Lia tersenyum hingga memperlihatkan gigi nya.


" Oh iya, kata-kata Kak Justin beneran? " Lia menghapus air mata di pipi nya sembari menatap Justin, memastikan.


" Soal apa? "


" Soal aku boleh tinggal disini? "


" Yap, kalau mau nanti barang-barang kamu, kita bantu bawain. Kamu ikutin camp nya aja dulu. " Joey berseru, Lia hanya mengangguk pelan dan tersenyum lagi.


" Iya. "


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


" Wave, aku izin pulang duluan. " Ucap Lia di telepon. Terdengar dari nada suara Wave bahwa ia terkejut.


" Why Lia? Kamu sakit? "


" Enggak, cuma aku agak pusing aja. Barang aku di bawa kamu dulu aja. Dua minggu lagi, pas masuk sekolah lagi aku ambil. "


" Haah... Okay, take care. "


" Kenapa nih? "


" Aku izin gak ikut camp nya. "


" Why? Jangan dong, ini kan event kamu bisa kenal dan dekat sama teman-teman kamu... " Chris menatap Lia heran. Bagaimana bisa Lia senang karena tidak ikut event seperti itu?


" Yah kalau aku ikut event nya, nanti aku gak bisa bantuin bawa barang-barang ku. Jadi aku mau bantuin! " Tampak Lia antusias, sedangkan kelima cowok itu hanya bisa pasrah dengan kelakuan teman mereka.


" Oke, barangnya kita ambil besok ya. Sekarang kamu pakai baju milikku aja. " Justin memberikan paper bag yang berisi dengan baju baju miliknya.


" Hehe makasih kak! "


Saat makan malam, ruang makan penuh dengan obrolan akrab antara lima cowok itu dengan Lia. Bercanda dan tertawa bersama seperti ini, sudah lama Lia tidak merasakan hal ini setelah kematian orang tua nya.


" Oh ya, maaf banget kamar satu nya masih aku pakai untuk menaruh kaset dan barang-barang ku. Jadi hari ini kamu tidur satu kamar sama kita, gak apa-apa Lia? " ucap Justin sesaat setelah makanannya habis tak tersisa dan di jawab dengan anggukan Verolia.


Di dalam kamar, tak disangka. Bukannya langsung tidur atau istirahat seperti dugaan Joey dan Chris yang masih di bawah. Setelah mereka berdua membuka pintu, tanpa di duga Lia, Justin, Joshua dan Lance bermain perang bantal.

__ADS_1


Setelah 15 menit bermain perang bantal, Lia langsung tertidur lelap menimpa tangan Justin dan tangan Joshua.


" Dia... Kembali, ya... " Chris menutup pintu dengan rapat sembari tersenyum, kemudian sedikit menutup gorden.


" Yeah, kurasa hari esok tak akan membosankan seperti sebelumnya. "


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Keesokan harinya, Lia terbangun dalam keadaan menimpa sebelah tangan Justin dan Joshua. Sontak hal itu membuatnya otomatis bangun. Bagaimana bisa dia menimpa tangan kedua cowok itu?!


Sayangnya gerakan bangun tiba-tiba itu membuat Justin dan Joshua terbangun.


" Hoaammm.... Selamat pagi, Lia! " Justin meregangkan otot-otot nya kemudian menyapa Lia.


"Hoaammm... Sudah pagi lagi ya, pagi Justin, pagi Lia. "


" Eh?! I... Iya pagi!! " Lia terkejut melihat Joshua dan Justin yang tiba-tiba bangun.


" Aku ganggu kalian tidur ya?! Maaf!! "


" Eh? Memang kami sudah harus bangun jam segini. Kamu gak ganggu kok. " ucap Joshua dengan muka bantal nya itu seraya menatap Lia.


" Iya, kami memang bangun jam segini. Ayo ke bawah! Kurasa Lance sudah menyiapkan sarapan. " Justin merangkul Lia sampai ke dapur.


Saat sarapan, Joey, Chris dan Lance langsung menghabiskan bagian mereka sebelum pergi untuk mengambil barang-barang Lia di rumah, tapi Lia menahan supaya mereka belum pergi.


" Ada apa? " Joey bertanya heran ketika melihat cewek itu menahan mereka supaya tidak pergi.


" Aku bantuin! "


" Yeah, lebih baik berenam. Lagipula Lia juga bisa memilih mana yang mau di bawa. " Justin berseru, akhirnya setelah mereka selesai makan, mereka jalan menuju rumah Lia.


Di rumah Lia, mereka berenam langsung menuju kamar Lia dan membereskan barang-barang di sana.


" Barang mana yang mau kamu bawa? " Chris baru saja datang ke kamar Lia dengan kardus kardus dan juga lakban/isolasi.


" Palingan cuma yang di kamarku ini aja. Soalnya kalau yang di ruang tengah dan yang lain, di rumah kalian juga punya pastinya. " Lia menjawab sembari meletakkan barang-barangnya di dalam kotak kardus.


" Hahaha iya juga, yang di kamar apa yang mau di bawa? " Lance menyahut sembari melihat sekeliling kamar Lia yang terlihat banyak dengan buku, mainan, figure dan yang lain.


" Paling beberapa pakaian aku yang ada di lemari, terus semua mainan ku, sama paling kotak ini. " Lia menunjuk lemari pakaian, lemari isi mainan, dan barang-barang lainnya.

__ADS_1


" Oke sekarang saatnya beresin barang-barang yang mau di bawa! " Joey berseru sembari mengangkat kardus kardus dan mulai memasukkan barang-barang milik Lia.


__ADS_2