
" Jangan, lukai mereka. "
" Apa maksudmu Zen?! Mereka musuh!! Barang itu ada pada manusia itu!! " Seru Aaron, mata nya menatap marah Zenith.
" Aku bilang, jangan lukai mereka! " Zenith yang tiba-tiba sudah berada di depan kubu keluarga Hellen, kini menancapkan tongkat miliknya ke tanah. Membuat para pengikut Enchantress terlontar menjauh dari kubu Hellen.
" Zenith, jangan bilang sekarang kau memihak mereka?! " Blaise menatap tajam Zen, ia tak menduga Zenith temannya akan memihak Carl dan teman-temannya.
" Bisa dibilang begitu. "
" Dasar pengkhianat... Semuanya, keluarkan seluruh kekuatan kalian!! Jangan biarkan satu pun bernyawa disini kecuali manusia itu!! " seru Blaise. Aaron dan kubu Enchantress seketika berubah.
Mereka berubah, aura mereka semakin gelap. Mata mereka merah menyala, taring dan kuku mereka semakin tajam.
" Carl, beritahu pengikut mu agar jangan menyerang dari jarak dekat. Sebisa mungkin, ambil jarak yang jauh dari mereka. Mereka berbahaya untuk didekati. " Seru Zenith, ia menoleh ke belakang menatap Carl. Carl hanya mengangguk dan menyampaikan informasi itu menggunakan telepati nya.
" Kurasa kemampuan mu juga berguna untuk saat seperti ini, Carl.. " ucap Justin, mengeluarkan kekuatannya dan bersiap untuk menyerang.
" Haha, akan kugunakan nanti. Lebih baik aku melindungi kalian terlebih dulu... "
Enchantress seketika berlari menyerang kubu Hellen. Serangan jarak jauh mereka semua lontarkan. Zenith menyerang Enchantress menggunakan petir hitam miliknya.
" Selalu terburu-buru.. " gumam Zenith ketika melihat kubu Enchantress langsung menyerang.
Tumbuhan-tumbuhan seketika keluar dari tanah dan melilit tubuh kubu Enchantress. Dan membiarkan mereka di hujani hujan racun di sana.
Api menjalar mengurung beberapa pengikut Enchantress dan membakar habis mereka. Angin kencang juga melempar para Enchantress menjauh dari perisai itu.
Enchantress yang tak menyerah dan semakin brutal menyerang mereka, akhirnya terduduk lemas ketika Carl menggunakan kekuatan pikiran nya.
" Wow, aku tak menyangka dampaknya akan seperti ini, kau hebat Carl! " Seru kelima vampir itu, Carl hanya terkekeh pelan sembari terus mengendalikan pikiran beberapa dari kubu Enchantress.
Perang itu seolah-olah tak akan berhenti. Kedua kubu benar-benar kuat. Hingga tanpa diduga kedua belah pihak, Lia memegang pedang itu. Pedang yang katanya hanya akan muncul jika di perlukan oleh pemilik permata itu. Pedang terkuat sepanjang sejarah vampir.
Enchantress yang semakin marah, bukannya mengalah semakin menyerang.
__ADS_1
" Hei kau, angkat pedang itu! " Seru Zenith, Lia mengangkat pedang itu di bantu dengan para vampir keluarga Hellen dan yang lain.
" Bersama? " Justin menatap Lia, Lia dan para keluarga Hellen mengangkat pedang yang Lia pegang.
Pedang perak itu seolah-olah diangkat oleh seluruh vampir dan werewolf yang berada di pihak Lia.
Setengah dari Enchantress terbakar habis menjadi abu, bahkan sampai hanya tersisa Blaise dan Aaron yang melemah karena Cursed Moon selesai terjadi.
" Zenith, gara-gara kau, dasar pengkhianat!! " Gerutu mereka berdua, Zenith seketika turun dan mengunci mereka bertiga.
" Carl, kau dan keluarga mu aman sekarang. " Zenith tersenyum, kemudian mengucapkan beberapa mantra.
" Kau gila?!! Kau membunuh kita!! " Jerit Aaron tak karuan ketika api melahap mereka bertiga. Api hitam yang akan membunuh vampir seketika.
" Thank you, Zenith.. "
Api hitam itu menghilang, meninggalkan abu di sana. Perang telah usai. Bulan yang berwarna merah itu kembali menjadi putih kembali.
Para korban yang masih bisa di selamatkan langsung di sembuhkan oleh Clara dan beberapa vampir penyembuh. Sedangkan para korban yang tak bisa di selamatkan, mereka membakarnya termasuk korban werewolf.
" It's over... " gumam Joey sembari menyembuhkan luka nya.
" Yeah, it's over... "
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Beberapa minggu berlalu, para vampir teman-temannya Carl, para werewolf, Wave, keluarga Hellen dan Lia memilih untuk menghancurkan permata itu dan membakar sisanya termasuk pedang itu. Tak ingin terjadi kejadian seperti waktu itu lagi.
Permata dan pedang itu tak akan di temukan lagi, tak akan ada yang memilikinya lagi. Semuanya sudah hancur di tempat itu.
" Keputusan yang lumayan tepat ya, Hellen.. " ucap Samuel, werewolf itu menepuk bahu Carl yang terkekeh pelan.
" Setidaknya, perang seperti ini tak akan terjadi lagi.. "
Beberapa hari setelah nya, para vampir teman-temannya Carl satu persatu pergi kembali ke tempat mereka. Begitupun dengan para werewolf yang kembali ke tempat mereka.
__ADS_1
Tersisa Lia yang memilih berada di keluarga Hellen daripada bersama para werewolf dan Wave yang masih di sana.
" Kau memilih disini, ya? " Wave menatap Lia, ia hendak kembali bersama kawanan werewolf nya itu.
" Yeah, katakan pada mereka kalau aku dan keluarga Hellen berterima kasih mereka mau membantu. " ucap Lia, Wave tertawa pelan sembari mengacak-acak rambut Lia.
" Sudah ke berapa kalinya kau mengatakan itu... "
" Yasudah, aku pergi ya. Kalau ada apa-apa, kau bisa menelepon ku. " ucap Wave kemudian berjalan menuju hutan.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Kini, RockyVillage yang dikenal sebagai markas Enchantress, dihancurkan oleh para vampir yang tinggal di sekitaran sana dan di ganti menjadi hutan yang lebat.
Para werewolf di penjuru dunia juga menghapus garis perbatasan antara wilayah vampir dengan wilayah werewolf di seluruh wilayah di mana vampir dan werewolf hidup bersebelahan dan berdampingan.
Tak ada lagi bendera permusuhan antara werewolf dan vampir. Hidup damai berdampingan, saling membantu, dan bersatu.
Tak ada lagi vampir yang bertindak sebagai pemerintah yang bisa mengatur vampir di seluruh dunia sesuka hati mereka. Mereka bebas kali ini. Walaupun begitu, Cursed Moon tetap akan terjadi lagi dan tak terhenti.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keluarga Hellen yang kebetulan tengah berkumpul bersama,
" It's over? Semua kegilaan yang terjadi disini? " tanya Justin, nampak ia benar-benar tak percaya perang itu telah usai. Perang yang awalnya ia pikir tak akan bisa mereka menangkan.
" Yeah, it's over... Semua nya, perang itu, bahkan soal permata dan pedang nya itu... Enchantress juga... " Joshua menepuk bahu Justin, sejujurnya ia tak percaya juga. Tapi itu benar-benar terjadi.
Mereka memenangkan perang itu. Permata dan pedang itu tak akan ada di dunia ini lagi, persahabatan vampir dan werewolf, bahkan Enchantress... Semuanya seketika berubah usai perang itu.
" Itu akan jadi sejarah suatu hari nanti, ya kan? " Clara yang tiba-tiba datang kini duduk di sebelah Carl.
" Mungkin, suatu hari nanti akan terjadi hal semacam ini lagi.. Jadi, yap kejadian ini memang sudah selesai... Tapi jangan terlalu lengah supaya kejadian seperti ini tak terjadi lagi... " ucap Carl, Justin dan yang lain terkekeh pelan.
" Yeah, mungkin saat hari itu, kita akan berkumpul bersama lagi, dengan para werewolf dan vampir.... "
__ADS_1
• 𝙏𝙝𝙚 𝙀𝙣𝙙 •