
" Menjauhi dia? Memang anda siapa berhak memerintah kami? " Joshua tersenyum sinis, gigi taring nya nampak, tatapan mata mereka semua tajam.
" Kalau kalian tak mau menjauh dari Verolia, aku tak ada pilihan selain menghabisi kalian. Jadi... Cepat pilih... " Seseorang yang di panggil pemburu itu langsung menodongkan pistol perak miliknya.
" Oh ayolah tuan pemburu, Verolia sendiri yang mendatangi kami. Kami hanya menerima dia dan menjadi temannya saja. Kami tak ada niatan untuk melukai nya. " Justin dan kawan-kawannya menyahut, nada bicara mereka naik.
Warna mata mereka seketika berubah menjadi warna merah, taring mereka mulai terlihat. Walaupun begitu, ada sedikit tatapan hangat tersisa di mata merah mereka. Melindungi Lia dari pemburu di hadapan mereka.
DORR!!
Satu peluru di tembakan oleh si pemburu, beruntung Justin, Joshua, Lance, Chris dan Joey berhasil menghindar.
" Jauhi Verolia Charlotte jika tak ingin terluka!!! " Pemburu itu masih menembaki lima orang di hadapannya, lagi dan lagi Justin dan kawan-kawannya berhasil menghindar.
Justin, Joshua, Lance, Chris dan Joey melompat bersamaan dengan tangan mereka yang sudah mengumpulkan kekuatan, hendak menyerang si pemburu.
Sedangkan si pemburu juga bersiap dengan pistol nya, bersiap untuk menembak mati Justin.
Tapi tiba-tiba seseorang berlari dan berdiri di tengah-tengah mereka. Lia berdiri di tengah-tengah mereka, berusaha menghentikan pertarungan mereka.
" Berhenti!! "
" Gawat, kami tak bisa berhenti!! " Justin, Joshua, Lance, Chris dan Joey bergumam bersamaan. Terkejut melihat Lia tiba-tiba berdiri di depan mereka, terlebih kekuatan mereka tak bisa di hentikan.
" Gawat, peluru nya sudah ku tembakkan.... " Si pemburu itu juga terkejut bukan main, ia sudah terlanjur menembakkan peluru perak nya.
Pada akhirnya Justin dan kawan-kawannya berusaha mendorong Lia hingga tersungkur dan mendaratkan serangan mereka ke tanah.
Lia tersungkur, beruntung peluru yang di tembakkan si pemburu itu tidak mengenai Lia dan meleset kearah pohon.
__ADS_1
" Lia, kamu tak apa? " Justin langsung berlutut di dekat Lia sembari membantu cewek itu bangun.
" Aku tak apa Justin... " Lia tersenyum, berusaha menunjukkan bahwa ia baik-baik saja.
Tanpa di duga, Lia langsung berlari dan membuka tudung hoodie milik si pemburu itu, terlihat si pemburu kaget.
Rambut blonde pirang nya yang sedikit menjuntai ke bawah, warna matanya yang coklat muda itu menatap Lia dengan tatapan terkejut.
" Wave? " Lia terdiam kaku, sedangkan pemburu yang ia bilang Wave itu melepaskan pelan tangan Lia dari tudung hoodie nya.
" Wave... Ini beneran kamu? " Lia masih terdiam kaku, Wave hanya bisa mengangguk pelan.
Justin dan yang lain memilih untuk diam di belakang Lia, sepertinya Lia kenal dengan musuh mereka itu.
" Apa tadi? Apa tadi, Wave? Kamu mau menyerang teman-teman ku? Dengan pistol ini?! " Lia menatap tajam Wave. Tangannya kini memegang pistol perak milik Wave. Ia berusaha memikirkan apa yang membuat sahabatnya itu menyerang kawan-kawannya.
" Akan ku jelaskan nanti, sekarang kamu ikut aku. Kamu gak boleh dekat-dekat dengan mereka lagi... " Wave menarik tangan Lia hingga Lia berdiri di belakang Wave. Tapi Lia langsung menyentak tangan Wave kuat-kuat.
" Mereka vampir, Lia!! Mereka akan menggigit mu dan akan membunuhmu!! " Wave berseru sembari memegang erat tangan Lia, hendak menarik Lia ke sisi nya lagi tetapi lagi-lagi tangan Wave di tepis oleh Lia.
" Aku tau!! Aku tau mereka vampir, Wave... Aku tau lebih dulu dari pada kamu!! "
Wave terkejut, pasalnya ini pertama kali nya ia di bentak oleh cewek berambut panjang itu. Ini juga pertama kali nya tangannya di tepis oleh cewek itu.
Apa yang sudah kelima cowok itu ubah dari Lia? Seolah-olah, Verolia di depan Wave kini bukan Verolia yang ia kenal.
Sifat Wave yang sebenarnya tenang dan tak mudah emosi, kini tersulut emosi. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat dan membentak Lia.
" Kalo udah tau kenapa kamu masih berada di dekat mereka, Verolia Charlotte?!!! " Wave membentak Lia. Sesaat Wave mengatur nafas nya dan mendekati Lia.
__ADS_1
" Hei, I'm sorry.. Aku tak bermaksud... Aku tak bermaksud membentak mu... " Wave hendak mengelus rambut Lia, tapi Justin dan keempat cowok yang lain menepis tangan Wave.
" Cuma cowok kurang ajar yang suka bentak seorang cewek! " Justin menatap Wave, tatapan matanya menunjukkan amarah.
Lia menatap Wave, mata Lia kini sembab. Ya, ini juga pertama kalinya Lia di bentak oleh Wave. Ini pertama kalinya, ada cowok yang membentak nya terlebih cowok itu adalah Wave.
" Aku gak tau kamu ada masalah apa sama Justin dan yang lain, tapi sekarang... Tolong terima saja aku berteman dengan mereka. "
Lia kini menggenggam erat gelang pemberian Justin yang Wave lepas secara paksa tadi.
" Mereka teman ku, aku nyaman bersama mereka. Aku juga dilindungi sama mereka, tak ada yang perlu kamu khawatirkan lagi. "
Jujur, Wave rasanya seperti tercubit sangat-sangat keras. Ia tak ingin Lia tak memiliki teman, tapi jika Lia berteman nya dengan vampir, bagaimana mungkin ia terima begitu saja? Lebih baik Lia hanya berteman dengannya di banding dengan vampir.
" Aku digigit dan di bunuh sama mereka pun, aku yang kena. Bukan kamu. Kalau kamu tidak terima pun tak apa, tapi aku akan ada di dekat mereka terus. " Lia menggenggam erat tangan Justin dan yang lain kemudian beranjak pergi, meninggalkan Wave terdiam di sana.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Beberapa hari berlalu, Lia kini sedang duduk di ruang tengah bersama dengan Justin dan yang lain, melihat foto keluarga.
" Siapa ini? " Lia menunjuk ke salah satu foto dengan sepasang cowok dan cewek berada di tengah antara Justin dan yang lain.
" Iya, itu orang tua kami. . " Joshua menjelaskan sembari menunjuk pasangan di foto itu.
" Kenapa mereka tak ada disini? " Lia menatap sekitar. Selama ia tinggal disini, ia tak pernah melihat dua pasangan itu di rumah ini.
" Ah, mereka sedang liburan. Dan yeah meninggalkan kami disini supaya rumah ini terurus. " ucap Chris, Lia hanya mengangguk pelan
" Oh ya, kalian dari awal sebelum jadi vampir seperti ini memang saudara? " Lia menatap lagi foto-foto keluarga kawannya itu.
__ADS_1
" Enggak, kami jadi saudara karena Carl yang membuat kami jadi vampir. Dan... Menyatukan kami. " Lance menjawab pelan, Justin pun menggenggam tangan Lia dan lanjut bicara.
" Jadi... "