
" Joey, Chris!!! "
Ace langsung berbalik dan berusaha menerjang Justin dan Joshua. Beruntung Carl langsung menendang Ace hingga Ace terdorong ke belakang.
" Keterlaluan... " Ace kembali menerjang, tapi beda nya ia langsung menyandera Lia yang masih dalam keadaan kesakitan karena tangan dan kaki nya yang patah.
" Heh, kalian lebih melindungi cewek ini? " Ace mengangkat tinggi-tinggi Lia, hendak menjatuhkan Lia yang berteriak histeris.
" Kau... " Justin langsung melesat kearah Ace. Ia kini benar-benar sudah dikuasai amarah. Mata nya kini berubah menjadi merah, taring di gigi nya bahkan nampak jelas.
Justin dan Ace kejar-kejaran dengan kecepatan tinggi layaknya petir. Lia langsung di tangkap Joshua dan di bawa menjauh dari kejar-kejaran Justin dan Ace.
Justin langsung menyergap Ace, ia langsung mencekik Ace dan membantingnya ke dinding hingga dinding tersebut hancur.
Akhirnya Joshua, Lance, Joey, Chris, dan Justin membakar hidup-hidup Ace kemudian mematahkan tulang tulang Ace.
" Aku akan mencari kalian dan akan membalas hal ini pada kalian!!! " Ace berteriak, api semakin melahap tubuh Ace. Kelima cowok di depan Ace itu menatap sinis Ace.
" Yeah, kalau kau masih hidup. "
Ace pun berubah menjadi abu, benar-benar usai. Perhatian kelima cowok itu langsung tertuju ke Lia yang kini di rawat oleh Carl.
" Carl, bagaimana? " Lance menyahut sembari melihat keadaan Lia.
" Kaki dan tangannya bisa ku sembuhkan perlahan, tapi... Vampir itu sudah menggigit Lia. " Carl mengangkat tangan Lia yang terdapat bekas gigitan.
" Dia bisa di selamatkan bukan, Carl? " Joey bertanya. Jujur, mereka berlima tak ingin kehilangan Lia. Mereka berlima juga tak ingin Lia menjadi seperti mereka, abadi dan haus darah.
" Justin, ini semua tergantung dirimu. Kamu bisa hisap racun vampir di tangannya, dan itu akan membuat dia selamat. Tapi, jangan sampai menghisap darahnya. " Carl menjelaskan sembari menepuk pundak Justin.
Justin bimbang, ia khawatir saat ia menghisap racun di tangan Lia, ia malah menghisap darah nya. Justin hanya bisa mengangguk, setidaknya ada kemungkinan ia berhasil.
Justin menghisap racun di tangan Lia dengan cara menggigit tangan Lia. Tak lama, Lia terdengar menjerit membuat semuanya semakin khawatir.
__ADS_1
" Aaaawwwwwww!!!! Sakit! Panas!!! " Lia menjerit, Carl langsung melihat data tentang Lia menggunakan kekuatan nya. Racun dari Ace sudah hilang sepenuhnya, tapi Justin menghisap darah Lia.
" Justin sadarlah!!! " Carl menyahut, ia tak ingin menarik Justin menjauh. Justin terlihat tak mendengarkan kata-kata Carl, akhirnya dengan terpaksa Lance dan Joshua menarik paksa Justin.
" Haah... Haah... Apa... Lia baik-baik saja? " Justin menarik nafas dalam-dalam, kemudian menatap Carl.
" Racun di tangannya sudah hilang sepenuhnya. Kalau untuk tangan dan kaki nya yang patah, kurasa kita bawa dulu ke rumah sakit dekat sini. " Carl menjawab sembari membawa alat-alat nya sementara Lia di gendong oleh Justin.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Beberapa saat kemudian, Lia tersadar dengan tubuhnya yang terbaring di ranjang rumah sakit.
" Awww... Apa yang terjadi? " Lia bergumam sembari melihat sekitar, ia terkejut ketika melihat Justin, Joshua, Joey, Chris dan Lance yang tertidur di sofa sebelah ranjang Lia.
Justin seketika tersadar dan langsung bangun menghampiri Lia.
" Lia!! Maafkan kami, kami terlambat menolong mu. " Justin mengelus rambut Lia, Lia hanya mengangguk dan bilang bahwa ia baik-baik saja. Tiba-tiba seseorang dengan rambut coklat disisir ke belakang, dengan mata biru yang indah itu datang.
" Aku gak apa-apa... Hanya saja, kaki dan tangan ku sedikit sakit. Eh iya! Gimana dengan Ace, Justin? " Lia menatap Justin, seketika Lia waswas. Tapi yang di tatap malah tertawa.
" Hahaha santai aja, Ace gak bakal nyerang kamu lagi kok. "
Di luar kamar inap Lia, terlihat Wave yang sedang duduk di depan ruang kamar inap Lia. Hingga Wave berpapasan dengan Carl.
" Tunggu!! " Wave berseru ketika Carl lewat, membuat Carl menoleh.
" Kamu, pemburu kan? Ada perlu apa? " Carl menyahut, sepertinya ia tidak memasang tatapan curiga sedikitpun.
" Iya, aku... Hanya ingin bilang, terima kasih sudah menyelamatkan teman ku! " Wave menunduk kemudian menatap Carl yang tersenyum pelan.
" Sama-sama, aku tak membantu banyak. Oh ya, siapa namamu? Dia temanmu? " Carl mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Wave yang sudah terulur.
" Namaku Wave Aiden. Dia temanku, lebih tepatnya sahabat ku. " Wave tersenyum, Carl tau di balik senyuman Wave terdapat banyak luka yang Wave sendiri sepertinya tak bisa menjelaskan luka apa itu.
__ADS_1
" Aku titip pesan padamu, jaga baik-baik sahabatmu. " Carl tersenyum singkat kemudian berjalan pergi meninggalkan Wave.
Tak lama Wave masuk ke kamar inap Lia, terlihat Lia kini sudah tertawa-tawa dengan lima vampir di sebelahnya.
" Kurasa... Tidak buruk juga berteman dengan vampir seperti mereka. " Gumam Wave, kemudian berjalan mendekati mereka dan bercanda bersama.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
" Aku ke sekolah ya! " Wave berseru ke Lia yang hanya mengangguk pelan. Sudah beberapa minggu sejak kejadian itu, tapi Lia masih belum di perbolehkan menggerakkan tangan dan kaki nya.
" Wave!! Tetap jaga rahasia lho ya!! " Lia menatap tajam Wave, karena selain Lia hanya Wave yang tau tentang Justin dan yang lain.
" Iya iya. Kamu juga. Dah ah, berangkat dulu. Masa OSIS telat. Dah... " Wave langsung menghilang layaknya asap, Lia hanya bisa mengeleng-geleng. Bagaimana bisa selama ini Wave tak menggunakan kekuatan nya? Sekalinya ada yang tau kekuatan nya, malah di tunjukkan kekuatan nya?
Lia kini sedang menatap terpaku melihat Joshua yang sedang bermain gitar. Benar-benar keren, karena ini pertama kalinya ia melihat seseorang bermain gitar di depan nya.
Yang di tatap sadar ia sedang di tatap, Joshua menatap balik Lia kemudian tersenyum.
" Berdua aja nih!! " Lance dan Justin yang baru saja kembali dari lantai atas langsung duduk menghimpit Lia.
" Sini, gantian main gitarnya! " Justin berseru seraya mengambil gitar milik Joshua.
Justin memainkan gitar itu, berbeda dengan Joshua yang bermain pelan dan santai, Justin memainkannya dengan tempo yang cukup cepat.
" Santai dong mainnya, bisa-bisa gitar ku hancur gara-gara kau. " Joshua geleng-geleng kepala melihat saudara nya bermain gitar dengan tempo cepat itu.
" Ada apaan nih? " Joey dan Chris duduk di sebelah Joshua sembari menatap heran Joshua. Heran dengan apa yang terjadi disini.
Canda dan tawa terdengar di ruang tamu, entah mentertawakan Justin yang bermain gitar dengan sangat cepat, atau dengan candaan lain.
Sementara Carl yang berada di lantai atas, tersenyum kecil. Melihat Justin, Joshua, Joey, Lance, dan Chris yang sedang duduk di ruang tengah sembari bercanda tawa dengan Lia.
" Anak-anak ku sudah dewasa ya... "
__ADS_1