Darah Biru

Darah Biru
Chapter 2 - Misi Berburu Ular - Part 4


__ADS_3

Hari sekarang sudah mulai gelap tapi Hesa masih berada di dalam go sarang dari si ular raksasa. Ia masih bertarung dengan ular raksasa itu dengan tubuhnya yang sudah terkena racun. Meski sekarang Hsea sudah meminum penawar racun yang sudah ia siapkan dan membuat tubuhnya bisa bergerak tapi ia masih harus mendapatkan mutiara ular milih iblis ular itu agar racun yang ada di dalam tubuhnya itu benar benar hilang.


Iblis ular yang sempat kaget melihat Hesa yang kembali berdiri setelah terkena bisa beracun miliknya langsung menyerang Hesa dengan cakar panjangnya. Hesa menahan serangan itu dengan pedang di tangannya dan kemudian berbalik menyerang si iblis ular. Keduanya saling beradu serangan dengan sengit hingga tubuh keduanya merasa kelelahan.


“Sepertinya racun ku sudah mulai berkerja pada tubuhmu.” Ucap si iblis ular.


“Tentu saja tidak, tubuhku hanya merasakan Lelah. Lihatlah dirimu juga merasakan itu kan. Aku tidak yakin dengan racun mu lagi pula mungkin saja bisa mu itu tidak benar benar beracun.” Jawab Hesa dengan nada dan ekspresi mengejek.


“Kurang ajarrrr.”


Iblis ular itu kembali menyerang Hesa tapi kali ini ia tidak hanya menggunakan kuku panjangnya melainkan menyerang Hesa menggunakan semua tubuhnya mulai dari rambut ular miliknya sampai ekornya ia gunakan untuk menyerang Hesa. Tapi meski begitu Hesa bisa menghindari semua serangan itu dengan mudah dan kembali memasang ekspresi mengejek di wajahnya. Hesa yang melakukan itu membuat gadis kecil yang sedang melihat Hesa mempermainkan iblis ular itu tertawa.


Melihat seorang gadis kecil yang ia anggap sebagai anaknya sediri tertawa melihatnya dipermainkan membuat si iblis ular benar benar marah. Ia memalingkan pandangannya dari Hesa dan menatap tajam ke arah gadis kecil itu. Si gadis kecil yang awalnya tertawa seketika kembali memasang ekspresi pucat di wajahnya. Tapi kembali Hesa membuat si gadis tertawa dengan membuat ekspresi konyol saat membelakangi si iblis ular.


“Dasar anak nakal beraninya kamu menertawai ibumu.” Ucap si iblis ular dengan nada sangat marah.


“Tidak apa apa gadis pintar, kamu boleh melakukan apa yang aku suka lagi pula di bukan ibumu bukan.” Saut Hesa.

__ADS_1


“Ia dia bukan ibuku, kakak tolong bawa aku kepada ayah dan ibu ku, kumohon tolong aku.” Ucap anak kecil itu dengan sedikit terbata bata.”


“Apakah kamu mendengarnya, dia mengatakan bahwa kamu bukanlah ibunya. Dan aku ingin membawanya kepada ayah dan ibunya setelah aku membunuhmu.” Ucap Hesa kepada si iblis ular.


Dengan ekspresi sangat marah yang terpasang sangat jelas di wajahnya, si iblis ular dengan sangat cepat meluncur ke arah anak kecil itu. Tapi dengan cepat Hesa menusuk ekor dari iblis ular itu dengan pedangnya yang membuat si iblis ular tidak berhasil meraih anak kecil itu. Masih dengan ekspresi sangat marah si iblis ular berbalik ke arah Hesa dan menyerangnya.


“Karena kamu yang memancingku baiklah kalau begitu aku akan serius. Akan mencabik cabik mu hingga berkeping keping dan memakan mu.” Ucap si ular kepada Hesa yang ada di depannya.


Menggunakan rambut ularnya si iblis ular kembali berusaha untuk membelit Hesa tapi Hesa berhasil menebas rambut ular itu dengan pedangnya. Iblis ular itu menjerit kesakitan setelah beberapa rambut ularnya berhasil ditebas oleh Hesa. Memanfaatkan situasi itu, Hesa langsung melompat ke arah si iblis ular dan bersiap menebasnya dengan pedang di tangannya.


Tapi itu semua hanyalah sebuah jebakan karena tiba tiba si iblis ular berhenti menjerit dan menangkap Hesa dnegan rambut ularnya saat berada di udara. Iblis ular itu kemudian mencakar Hesa dengan kuku panjang yang ia miliki hingga pakaian Hesa tercabik cabik dan tubuh Hesa penuh dengan darah. Setelah puas mencakar tubuh Hesa, si iblis ular kemudian melempar tubuh Hesa ke salah satu dinding goa yang ada di sana.


“Sebenarnya aku sudah sedikit bosan setelah melihat orang sepertimu akan menemui ajalnya, tapi entah kenapa sepertinya aku sangat menyukainya.”


“Aku ingat beberapa orang sepertimu datang kepadaku satu persatu dan berkata bahwa mereka ingin membunuhku. Dan pada akhirnya aku lah yang membunuh mereka semua.” Lanjut si iblis ular dengan ekspresi sangat senang.


Si iblis ular perlahan berjalan ke arah Hesa dan meludahinya dengan bisa yang ada di mulutnya. Ia kemudian kembali tertawa terbahak bahak melihat Hesa yang sedang kesakitan karena terkena bisanya itu. Dengan ekspresi sangat senang ia mulai menceritakan bagaimana orang yang datang sebelum Hesa mati saat bertarung dengannya.

__ADS_1


“Orang yang datang menemui ku sebelum kamu sebenarnya cukup kuat. Dengan kekuatannya itu ia bisa memaksaku memperlihatkan wujud asliku seperti sekarang ini, tapi sayangnya ia terkena bisa ku yang sangat beracun dan kemudian mati dengan posisi tubuh yang sangat memalukan.” Ucap Si iblis ular yang kembali tertawa setelah mengucapkan itu.


Anak kecil yang melihat hal itu melempar beberapa batu kecil ke arah tubuh si iblis ular itu. Ekspresi senang yang ada di wajah iblis ular itu seketika siran berganti menjadi ekspresi kemarahan. Dengan cepat si iblis ular menerjang anak kecil itu dan berkata:


“Kamu tidak boleh melakukan itu, jadilah anak yang baik dan patuhi ibumu ini.” Ucap si iblis ular berusaha menahan kemarahannya.


“Kamu bukan ibuku.” Jawab si anak kecil.


Jawaban yang keluar dari anak kecil itu membuat si iblis ular benar benar marah, ia berteriak di depan muka anak kecil itu dan membuat anak kecil itu menangis. Setelah itu ia melempar anak kecil itu ke arah dinding goa. Beruntung si iblis ular melempar anak kecil itu ke arah Hesa sehingga Hesa biasa menangkap anak kecil itu dengan tubuhnya yang masih terluka.


“Apakah kamu tidak apa apa?” Tanya Hesa kepada anak kecil itu.


“Ia aku tidak apa apa.” Jawab si anak kecil sembari menangis.


“Jangan menangis, apakah dia yang membuatmu menangis. Tenang saja aku akan membunuhnya kali ini jadi berhentilah menangis ya.” Ucap Hesa dengan sangat lembut.


Hesa kemudian menurunkan anak kecil itu dari gendongannya dan memintanya untuk tetap di belakang Hesa. Hesa mengacungkan pedang yang ada di tangan kananya ke arah si ular. Dengan tatapan tajam dan ekspresi kemarahan di wajahnya ia berkata:

__ADS_1


“Apakah kamu pikir hanya kamu yang belum serius, aku sekarang benar benar akan membunuhmu untuk membalas kematian teman teman ku.”


“Kalau begitu majulah dan kita lihat siap yang akan mati.” Jawab si ular dengan senyum di wajahnya.


__ADS_2