Darah Biru

Darah Biru
Chapter 4 - Insiden Kecil - Part 3


__ADS_3

Seperti firasat Hesa yang mengatakan bahwa mereka akan mendapatkan masalah di kota Kbelera, dan firasat itu benar dimana mereka seperti di jebak oleh orang orang yang ada di sana. Mereka diminta untuk membayar sebuah kekacauan yang tidak merela lakukan. Tentu saja Hesa dan yang lainnnya tidak mau membayar itu, hingga akhirnya sebuah kesepakatan tercipta dimana mereka akan melakukan sebuah duel dimana jika Hesa dan yang lainnya menang mereka akan keluar dari kota ini dengan naman. Sementara jika Hesa dan yang lainnya kalah maka barang bawaan mereka akan di ambil.


Saat ini duel pertama sudah selesai dimana kelompok Hesa yang diwakili oleh Jhon kalah dengan cepat setelah tersungkur keluar dari arena. Jhon tidak menyangka bahwa ia akan kalah dengan cara yang sangat memalukan. Dan saat ini petarung ke dua telah di persiapkan, dari kelompok Hesa yang maju kalai ini adalah Zazkia sementara dari kelompok Khong yang maju kalai ini adalah seorang pria bernama Lbaor.


“Bersiaplah karena kamu akan kalah sebelum kamu menyadari bahwa kamu ternyata sudah kalah.” Ucap Zazkia dengan memainkan belati di kedua tangannya.


“Begitu kah menyeramkan sekali.” Jawab Lbaor dengan tersenyum sembari bersiap dengan pedang di tangan kananya.


Wasit yang ada di sana memberikan isyarat tanda di mulainya duel, dan dengan cepat Zazkia langsung melompat ke arah Lbaor sembari bersiap menancapkan belati yang ada di tangannya. Tapi Lbaor melakukan sesuatu yang tidak di perkirakan oleh Zazkia dimana dia tiba tiba menjatuhkan pedang yang ada di tangannya dan kemudian melempar Zazkia yang sedang melompat ke arahnya. Lemparan itu mengagetkan Zazkia dan membuatnya keluar dari arena duel yang membuatnya dinyatakan kalah.


Setelah kekalahan Zazkia, Khong tertawa sangat lebar karena sepertinya dia akan menang dan mendapatkan semua barang bawaan milik kelompok Hesa. Setelah itu Khong berteriak ke arah Hesa dengan berkata :


“Satu kali lagi dan aku akan menang.” Ucap Khong sembari tertawa bersama para bawahannya.


Di kelompok Hesa terjadi sedikit pertengkaran saat Zazkia kembali ke sana. Jhon yang sedikit tidak terima di ejek oleh Zazkia saat kalah mengejek balik Zazkia saat ia juga mengalami kekalahan yang sama sama memalukan. Hesa yang melihat itu berusaha menenangkan mereka berdua tapi terlihat ia malah yang menjadi sasaran amarah keduanya.


“He he he he he he kalian berdua lihatlah kakak yang akan menang ini.” Ucap Sellyne bejalan ke depan arena duel.


“Hey aku belum memutuskan siapa yang akan maju selanjutnya.” Teriak Hesa kepada Sellyne.


“Aku sudah tahu memangnya kamu akan menunjuk siapa.” Saut Sellyne.


“Benar juga, aku memang ingin menunjuk mu, kalau begitu jangan sampai kalah.” Jawab Hesa sebum ia di pukul oleh Zazkia yang sedang bertengkar dengan Jhon.

__ADS_1


Dengan busur di tangannya Sellyne memasuki arena duel dengan sangat tenang seperti sudah sangat yakin bahwa dialah yang akan menang. Lawannya kali ini adalah seorang pria bernama Adsero, melihat Sellyne menggunakan busur di arena yang bisa di katakan sempit membuat Adsero sedikit tersenyum. Sembari memegang pedang dengan sangat tenang Adsero berkata:


“Apakah kamu yakin tetap menggunakan busur mu di situasi saat ini.”


“Aku dangat yakin.” Jawab Sellyne sembari tersenyum.


Wasit kemudian mengangkat tangannya memberikan isyarat tanda dimulainya duel. Dari kedua belah pihak tidak ada satupun dari mereka yang memulai serangan. Sellyne sadar bahwa kedua temannya kalah karena memulai serangan terlebih dahulu, karena itu lah ia memutuskan untuk diam dan ternyata lawannya juga tidak melakukan serangan apapun. Dengan situasi ini, Sellyne yang memegang busur merasa di untungkan karena bisa melancarkan serangan jarak jauh.


Beberapa anak panah Selline lesatkan ke arah Adsero tapi Adsero bisa menghindari anak panah itu dengan mudah. Dengan perlahan Sellyne mulai bergerak mengelilingi tepi garis pembatas sembari memanfaatkan jarak dan melesatkan anak panahnya hingga membuat Adsero tertekan. Adsero yang tertekan kemudian menghindari Sellyne dengan memutari arena dengan arah yang berlawanan dari Sellyne. Dan tiba tiba saja Sellyne mempercepat langkahnya yang membuat Adsero juga ikut mempercepat langkahnya.


Tapi tiba tiba saja Adsero terjatuh dan keluar melewati garis pembatas karena tersandung sebuah anak panah yang sedari awal sudah Sellyne tancapkan di tanah sebelum ia bergerak. Itu adalah kekalahan yang sangat memalukan karena bahkan Adsero belum sempat melakukan sebuah serangan. Dengan ini Sellyne dinyatakan memenangkan duel dan sekor saat ini adalah dua satu dimana kemangan masih berada di tangan pihak Khong.


Sellyne berjalan ke arah teman temannya sembari mengeluarkan senyuman sedikit menyindir Jhon dan Zazkia. Melihat senyuman sindiran itu membuat Jhon dan Zazkia kembali bertengkar dan membuat Hesa kembali menjadi sasaran keduanya. Tiba Tiba Bonnye berjalan ke arah Hesa dan berkata:


“Kali ini aku yang akan maju ya kapten.”


Bonnye masuk ke dalam arena duel tanpa membawa satupun senjata di tangannya. Saat di dalam arena dia juga di tertawakan oleh Khong dan yang lainnya dengan mengatakan bahwa ini bukanlah tempat untuk anak anak. Dia memanglah seorang anak kecil tapi Bonny tidak suka di panggil dan diperlakukan seperti anak kecil kecuali oleh anggota guild Dark Phoenix.


“Kapten apakah aku boleh membunuh lawan ku.” Ucap Bonnye dengan dangat kesal.


“Tentu saja lakukan sesukamu.” Ucap Hesa.


Seorang pria bernama Julck masuk ke dalam arena duel sembari tertawa terbahak bahak. Dia tertawa setelah mendengar bahwa Bonnye akan membunuhnya. Dengan pedang di tangannya Julck berkata:

__ADS_1


“Dimana senjata mu apakah ibumu tidak mengizinkan mu membawa barang yang berbahanya, Ha Ha ha ha ha hah ha ah ahah.”


“…” Tidak ada jawaban dari Bonnye tapi terlihat wajahnya sangat kesal dan sangat ingin membunuh Julck dengan cepat.


Seperti biasa wasit memulai duel dengan sebuah isyarat tapi tiba tiba Julck langsung tersungkur di tanah dan tidak bangkit. Wasit kemudian mengecek keadaan Julck dan ternyata dia sudah tewas dengan dada yang berlubang. Dengan itu wasit menganggap bahwa Bonnye lah pemenang dari duel itu dan skor kali ini berubah menjadi dua sama.


Kebingungan masih melanda kelompok Khong karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan siapa sangka sekarang poin imbang dua dua yang artinya siapapun yang memenangkan duel ini adalah pemenangnya. Dengan santainya Hesa memasuki arena duel sembari menunjuk ke arah Khong yang masih bingung dengan napa yang terjadi kepada bawahannya.


“Kamu pemimpinya kan kalau begitu buat ini menjadi duel yang menarik.” Ucap Hesa sembari mengacungkan pedangnya.


“Kurang ajar!!!.” Saut Khong dengan ekspresi sangat marah.


Khong kemudian memasuki arena duel dengan membawa sebuah palu raksasa di tangannya. Tubuhnya yang besar membuatnya bisa mengangkat palu raksasa itu dengan sangat mudah. Jika pali itu mengenai Hesa satu kali saja itu akan menjadi sebuah serangan yang sangat mematikan.


Setelah kedua petarung sudah siap Wasit memberikan sebuah isyarat tanda dimulainya duel. Keduanya saling menatap satu sama lain dengan mata tajam seperti ingin membunuh satu sama lain. Tapi tiba tiba Hesa mengalihkan pandangannya dan menoleh ke arah teman temannya.


“Hey kalian, kalian ingin melihat sesuatu yang menarik.” Teriak Hesa kepada teman temannya.


Setelah berteriak Hesa kemudian melangkahkan kakinya ke laur arena duel yang membuatnya langsung di nyatakan kalah. Tidak sampai di situ saja Hesa berlari ke arah kudanya dan kemudian keluar dari gerbang rumah itu sembari berkata:


“Ayo kabur HA ha ha hahah ah aha.”


“Sialan kenapa kamu tidak mengatakan ini sedari awal.” Saut Zazkia.

__ADS_1


Ke empat teman Hesa juga ikut kabur dari tempat itu dengan membawa kuda kuda meraka. Khong yang melihat hal itu sempat bingung dengan napa yang sedang terjadi. Hingga akhirnya ia sadar bahwa Hesa ternyata sedang mempermainkannya.


“Sialaaan, kejar mereka semua!!!.” Teriak Khong dengan ekspresi sangat marah.


__ADS_2