
Setelah menyaksikan semua insiden yang terjadi dimana Ezra memenggal kepala semua anggota keluarga kerajaan Mejajaran termasuk ibunya sendiri sekarang Hesa, Jhon, Sellyne, Bonnye dan Zazkia pergi dari ibukota kerajaan Mejajaran menuju ke kota Burrsa. Mereka berlima pergi menggunakan kuda yang mereka dapatkan dari rencana Ezra yang ternyata sebuah kebohongan. Hesa dan lainnya berjalan menaiki kuda mereka dengan ekspresi suram terpampang jelas di wajah kelimanya.
Selama perjalanan dari ibukota kerajaan Mejajaran menuju kota Burrsa mereka tidak saling bicara satu sama lain. Mereka semua terdiam tapi banyak sekali pertanyaan yang muncul di dalam kepala kelimanya. Melihat teman temannya terlihat sangat suram, Hesa membuka pembicaraan dengan berkata:
“Bagaimana menurut kalian?” Ucap Hesa dengan berusaha tersenyum.
“Apa yang bagaimana kapten.” Jawab Bonnye.
“Lupakan saja sepertinya aku lupa dengan apa yang ingin aku katakan.” Ucap Hesa yang tidak menemukan sebuah topik yang bisa mereka ceritakan sembari melakukan perjalanan.
Pada akhirnya mereka melakukan perjalanan tanpa berbicara satu sama lain dan hanya fokus dengan kuda mereka masing masing. Setelah beberapa lama melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai di kota Bursa. Dengan cepat Hesa dan lainnya pergi ke tempat penginapan dimana mereka menitipkan kuda kuda beserta barang barang mereka di sana.
“Bagaimana dengan kuda kuda ini?” Ucap Zaskia kepada teman temannya.
“BAgaimana kalau kita menjualnya untuk berpesta mala mini, lagi pula kita tidak mungkin membawa kuda sebanyak ini sembari melakukan perjalanan pulang. Iya kan kapten.” Jawab Sellyne mengagetkan Hesa yang terdiam menunduk di samping kudanya.
“Iya kamu benar, itu adalah ide yang sangat bagus kita akan berpesta mala mini.” Jawab Hesa yang sedikit terkejut.
Beberapa saat berlalu dan sekarang hari sudah mulai gelap, menggunakan uang hasil menjual kuda kuda mereka Hesa dan lainnya akhirnya mengadakan sebuah pesta. Mereka berlima berpesta bersenang senang seolah tidak ada apapun yang terjadi di hari ini. Tapi saat pesta sedang berlangsung tiba tiba Jhon berkata:
“Kapten kenapa kamu menahan ku saat aku ingin menghajar Ezra?” Tanya Jhon.
__ADS_1
“Jika kamu menghajar Ezra di sana, tidak ad acara lagi agar kitab isa membuat Ezra kembali, dan kita mungkin juga akan mati karena di sana banyak sekali tentara dari kerajaan Enjuba yang berjaga.” Jawab Hesa dengan tenang.
“Ngomong ngomogn bagaimana Ezra kenal dengan para tentara kerajaan Ezjuba dan dimana sebenarnya kerajaan Enjuba itu?” Saut Zazkia.
“Aku tidak tahu bagaimana Ezra bisa kenal dengan para tentara kerajaan Enjuba tapi kerajaan Enjuba adalah kampung halamanku.” Jawab Hesa yang membuat semua teman temannya terkejut.
“Benarkah.”
“Kapan kapan ayo kita pergi ke kampung halaman mu kapten.” Lanjut Bonnye.
“Kita akan pergi ke sana untuk merebut kembali tahta yang seharusnya menjadi milik ku.” Ucap Hesa yang kembali mengejutkan teman temannya.”
“Benar perkataan mu sekarang sudah sangat tidak terarah.” Saut Sellyne tanpa mengetahui bahwa apa yang Hesa katakan adalah sebuah kebenaran.
Hesa dan teman temannya berpesta hingga larut malam dan membuat mereka tertidur karena rasa kantuk yang menyerang diri mereka. Tapi saat semuanya tertidur Hesa duduk di sebuah kursi yang ada di ruangan itu dengan sangat serius. Ia sekarang sedang menulis sebuah surat untuk teman temannya yang akan ia tinggalkan sebelum ia pergi ke tempat dual antara dirinya melawan Ezra.
Sesekali Hesa berhenti menulis dan memikirkan apa yang akan ia tulis di kertas kemudian ia kembali menulis setelah terpikirkan sesuatu. Hesa terus menulis dan akhirnya tulisan itu selesai juga, ia kemudian membaca tulisan itu dengan suara sangat pelan:
“Untuk semua anggota guild Dark Phoenix yang sekarang sedang beranggotakan empat orang (aku tidak di hitung, jika aku di hitung akan menjadi lima orang), aku menulis surat ini khusus untuk kalian. Jika kalian menemukan surat ini mungkin aku sudah pergi ke tempat duel yang Ezra katakan. Kalian tidak menyusulku ke tempat itu, tapi kalian pulanglah ke kota Walaheyu. Mungkin itu yang bisa aku katakan kepada kalian, dan satu lagi pesan ku kepada Jhon jangan terlalu mengikuti apa kata emosimu, Bonnye jadilah anak yang baik dan jangan memaksakan dirimu saat berlatih, Zazkia berpikirlah dulu sebelum bertindak karena kebiasaan buruk mu adalah kamu tidak berpikir dalam mengambil tindakan, dan untuk Sellyne tolong jaga yang lainnya selama aku tidak ada, mungkin mereka akan memaksa untuk pergi ke tempat duel ku tapi aku mohon tolong bawa mereka pulang ke Walaheyu. Mungkin hanya itu yang bisa kau tulis di surat ini. Sampai jumpa. Kapten kalian yang terhormat, Hesa (tanda tangan menggunakan emot senyum).
“Mungkin ini sudah bagus.” Lanjut Hesa sembari memegang secarik surat itu di tangannya.
__ADS_1
Hesa beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan secarik surat itu di atas meja tempatnya menulis. Sembari berdiri ia melihat teman temannya yang sedang tertidur dengan posisi tidak beraturan dan kemudian tersenyum. Hesa mengambil barang barang yang ia perlukan dan kemudian pergi dari ruangan itu dengan perlahan agar teman temannya tetap tertidur.
Setelah keluar dari ruangan itu, Hesa mempercepat langkah kakinya menuju ke kendang kuda. Sesampainya di sana ia mencari kudanya dengan melihat semua isi kendang yang ada di tempat itu. Dan akhirnya ia melihat kudanya yang sedang tertidur di kendang yang ada di hadapannya.
“Maaf aku membangunkan mu selarut ini kawan, tapi kita harus bergegas sekarang.” Ucap Hesa sembari menyiapkan kudanya.
Saat Hesa sudah selesai dengan kudanya dan ingin keluar dari kendang tiba tiba Sellyne menghadangnya dengan berdiri di pintu masuk kendang kuda. Hesa yang melihat hal itu hanya tersenyum tanpa mengatakan sepatah katapun dari mulutnya. Sellyne menghampiri Hesa dan berkata:
“Aku tidak akan menghentikan mu.”
“Begitukah.” Jawab Hesa.
Sellyne melempar sebuah busur yang ada di tangan kanannya ke arah Hesa. Dengan cepat Hesa menangkap busur yang Sellyne lempar dan berkata:
“Apakah kamu memberikan ini kepadaku.”
“Jangan salah paham, kamu harus mengembalikannya kepadaku setelah kamu sudah pulang ke Walaheyu.” Jawab Sellyne.
“Baiklah kalau begitu kamu juga harus mengembalikan ini kepadaku setelah aku pulang ke Walaheyu.” Ucap Hesa memberikan busurnya kepada Sellyne.
Setelah Saling bertukar busur Hesa berjalan bersama kudanya keluar dari kendang meninggalkan Sellyne yang masih berada di dalam. Sebelum menaiki kudanya ia melihat ke atas dan melihat bulan purnama yang sangat indah menerangi malam. Puas memandangi langit malam Hesa menaiki kudanya dan dengan cepat pergi dari kota Burrsa menuju hutan yang ada di timur kerajaan Mejajaran tempat dia akan berduel dengan Ezra.
__ADS_1