Darah Biru

Darah Biru
Chapter 4 - Insiden Kecil - Part 2


__ADS_3

Tidak lama dari tempat mereka melawan para bandit tadi, sekarang Hesa, Jhon, Sellyne, Bonnye dan Zazkia berada di depan sebuah gerbang kota Kabelera. Sebenarnya Hesa sudah mempunyai firasat buruk tentang kota ini tapi ia tidak ingin mengambil jalan lain karena melewati kota ini adalah jalan tercepat untuk sampai ke kerajaan Mejajaran tempat Ezra berada. Karena itulah Hesa tetap memilih melewati kota ini dengan semua resiko yang ada.


Dan benar saja saat mereka hendak masuk ke dalam kota itu, si penjaga gerbang melihat mereka dengan tajam seperti sedang melakukan sesuatu. Tanpa di ketahui oleh Hesa dan lainnya sebenarnya si penjaga gerbang sedang melakukan sebuah tik untuk membedakan penduduk asli dan seorang pendatang. Jika merak seorang penduduk asli maka mereka akan mengatakan sebuah kode raha sia yang sudah di siapkan. Sementara itu jika mereka seorang pendatang maka mereka akan diam dan tetap berjalan seperti apa yang dilakukan oleh Hesa dan lainnya.


Setelah meraka berjalan di jalan utama kota itu sebenarnya seperti kota kota biasa dengan toko toko dan beberapa bar serta tempat penginapan yang ada di pinggir jalan. Saat sedang melewati sebuah penginapan seorang pria mencegat mereka dan menawarkan penginapan dengan harga murah. Tapi Hesa yang sedari awal tidak berniat untuk menginap di sana tentu saja menolak tawaran dari pria itu. Meski Hesa sudah menolaknya sip ria tetap memaksa Hesa dan tidak membiarkan Hesa untuk pergi. Jhon yang melihat hal itu turun dari kereta kudanya dan menegur si pria, tapi tetap saja sip ria tidak membiarkan mereka untuk pergi hingga akhirnya kesabaran Jhon habis dan dia mengangkat si pria dengan kedua tangannya.


“Tolong, Tolong, Tolong, Tolong,Tolong!!!” Teriak si pria yang langsung mengundang keramaian.


Tidak lama setelah itu para warga datang dan langsung mengerumuni Hesa dan lainnya, selain parra warga datang juga beberapa orang dengan pakaian serba hitam seperti para bandit yang sudah pernah mereka lawan sebelum datang ke kota ini. Dari ini semua Hesa dan teman temannya langsung menyadari bahwa para bandit yang mereka lawan sebelumnya adalah bagian dari kota ini. Dengan nada bicara tinggi salah satu orang yang mengenakan pakaian serba hitam itu berkata.


“Ada apa ini kenapa rebut sekali.”


“Ini tuan aku hanya menawarkan penginapan tapi mereka malah menghajar ku.” Ucap Si pria yang masih di angkat oleh Jhon.


“Kapten apakah aku boleh menghajarnya sekarang, aku sudah sangat marah.” Ucap Jhon berusaha menahan kemarahannya.


“Tidak usah Jhon, ingatlah bahwa kita melewati kota ini untuk mempersingkat waktu, jika kita menghajar mereka di sini sekarang kita akan membuang banyak waktu.” Jawab Hesa dari atas kudanya.


Mendengar apa yang Hesa katakan Jhon melepaskan si pria dari tangannya dan kembali ke kereta kudanya. Hesa, Jhon, Sellyne dan Zazkia kembali berjalan meninggalkan semua orang yang ada di sana tapi tiba tiba mereka kembali di cegat oleh sekelompok orang yang berpakaian serba hitam itu. Mereka mencegat Hesa dan lainnya dengan maksud meminta bayaran atas keributan yang telah merak lakukan.

__ADS_1


“Tentu saja kami tidak akan membayar apa pun untuk keributan tadi karena bukan kami yang memulai keributan itu.” Ucap Hesa.


“Jadi kalian tidak mau membayar kesalahan kalian ya, kalau begitu bawa mereka semua menghadap ke Tuan Khong.


Jhon yang sangat marah ingin sekali menghajar semua orang orang itu, di susul dengan Zazkia yang juga ikut marah karena Hesa tidak melakukan tindakan apa apa. Tapi kembali Hesa menenangkan merak berdua dan mengikuti arahan orang orang berpakaian serba hitam itu untuk bertemu dengan Tuan Khong yang mereka katakan itu. Setelah beberapa lama berjalan sampailah mereka di depan sebuah rumah yang cukup megah. Rumah itu sangat berbeda dengan rumah rumah yang ada di sana dan semua orang yang melihatnya pasti akan langsung tahu bahwa rumah itu pasti miki seorang yang berkuasa di kota ini.


“Ayo cepat masuk.” Ucap salah seorang berpakaian serba hitam setelah pintu gerbang rumah di buka.


Setelah berada di depan halaman rumah itu Hesa dan lainnya diminta untuk masuk ke dalam dan meninggalkan kuda merak di halaman ini. Tapi tentu saja Hesa dan lainnya langsung menolak karena mereka tidak akan tahu apa yang akan dilakukan kepada kuda kuda mereka saat mereka berada di dalam. Karena itulah dengan tatapan tajam Hesa berkata.


“Jika memang ingin bertemu katakan kepada pemimpin kalian untuk keluar ke sini.” Ucap Hesa dengan sangat lantang.


Tiba tiba dari dalam rumah mewah itu keluar seorang pria dengan tubuh besar dan beberapa perempuan yang mendampinginya di samping kanan dan kiri. Si pria datang ke arah Hesa dan lainnya sembari memerintahkan perempuan perempuan yang ada bersamanya untuk menunggu di dalam. Hesa dan lainnya langsung tahu bahwa itu adalah Khong yang orang orang berpakaian serba hita m itu katakan, dengan penuh wibawa Khong berkata:


“Ada apa ini ribut ribut.”


“Ini tuan ada beberapa pendatang yang melakukan kekacauan di kota dan mereka tidak mau membayar atas kekacauan yang mereka lakukan.” Ucap Salah seorang pria yang berpakaian serba hitam.


“Jadi begitu ya, siapa di antara kalian yang menjadi pemimpin kelompok ini.” Ucap Khong kepada Hesa dan lainnya.

__ADS_1


“Aku pemimpin dari kelompok ini.” Jawab Hesa.


“Kenapa kamu tidak mau membayar kekacauan yang kalian lakukan, bukankah itu akan membuat kerugian untuk kelompok mu sendiri.” Ucap Khong.


“Kapten aku benar benar sudah sangat marah, bolehkah aku menghajar mereka sekarang.” Satu Jhon.


“Est est esits jangan bertindak gegabah bung kalian berada di wilayah kekuasaan kami, akan sangat itu akan sangat merugikan kelompok kalian bukan begitu kapten.” Jawab Khong menatap ke arah Hesa.


“Baiklah kalau begitu, jika kalian tidak ingin membayar aku mempunyai jalan lainnya, Jalan itu adalah dengan melakukan lima duel satu lawan satu. Jika kalian menang kalian tidak perlu membayar kekacauan yang telah kalian lakukan dan kalian bisa pergi dari kota ini dengan tengang. Tapi jika kami yang menag kalian harus menyerahkan semua barang bawaan kalian kepada kami sebagai bayarannya. Apakah kalian setuju.” Lanjut Khong.


“HEeeh baiklah kami setuju, Jhon mengamuk lah sesukamu karena kamu yang akan bertarung di duel perama.” Ucap Hesa.


Seketika halaman rumah itu langsung di jadikan sebuah arena duel, peraturan dari duel ini adalah siapapun yang jatuh ke ranah akan kalah dan siapapun yang keluar dari pembatas yang sudah di siapkan juga akan kalah. Mereka akan bertarung di sebuah arena dengan pembatas sebuah garis melingkar. Duel ini akan berlangsung lima kali dan kelompok yang memenangkan duel sebanyak tiga kali akan dianggap menang.


Sekarang Jhon sudah bersiap di dalam arena dengan kapak besar yang ada di tangan kanannya. Dan tiba tiba Jhon seketika tertawa karena awalnya ia mengira bahwa orang orang besar yang ada di sana akan melawannya tapi yang ada di hadapannya sekarang adalah orang kurus yang membawa pedang di tangannya. Setelah mereka bersiap wasit yang ada di sana memulai duel dengan memerintahkan isyarat tangan.


Jhon yang sangat percaya diri memenangkan duel itu langsung memulai serangan dengan menerjang pria kurus itu untuk mengeluarkannya dari pembatas. Tapi tiba tiba dengan cepat sip ria langsung menghindari serangan Jhon dan membuat Jhon kehilangan keseimbangan. Seketika Jhon tersungkur dan keluar dari arena dan membuatnya dianggap kalah dalam duel itu.


“Cih apa yang kamu lakukan Jhon.” Ucap Zazkia dari luar arena

__ADS_1


__ADS_2