Darah Biru

Darah Biru
Chapter 2 - Misi Berburu Ular - Part 1


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan dengan kudanya, akhirnya Hesa sampai di sebuah desa tempa ia menjalankan misinya. Misi yang Hesa ambil adalah membunuh ular raksasa yang meresahkan para warga desa dengan memakan hewan ternak dan anak kecil yang ada di desa itu. Sesampainya di sana Hesa langsung menuju rumah seorang kepala desa yang membuat misi ini.


“Selamat siang apakah ada orang di rumah ini.” Ucap Hesa membuka pintu rumah kepala desa.


“Selamat siang, Oh ternyata anda sudah kembali tuan Hesa. Silahkan duduk.” Jawab kepala desa mempersilahkan Hesa untuk duduk di kursi yang berada di ruang tamu.


Mereka berdua duduk di sebuah kursi yang ada di ruang tamu itu. Kepala desa menjelaskan bahwa saat Hesa pergi dari desa itu, Ular raksasa muncul sebanyak dua kali. Ular itu memakan dua ekor sapi milik warga dan seorang anak kecil. Warga sebenarnya sudah berusaha menangkap ular itu dengan alat seadanya tapi karena sisik ular itu terlalu keras semua serangan yang warga lancarkan tidak berhasil melukai ular raksasa itu.


Ular itu kembali ke sarangnya yang ada di hutan setelah membawa seorang anak perempuan kecil di mulutnya. Tidak heran tidak ada satu seranganpun yang berhasil melukai ular itu karena Hesa juga kehilangan pedangnya saat berusaha menebas sisik ular raksasa itu yang sangat keras. Saat ini wajah Hesa begitu marah setelah mendengar bahwa ular raksasa itu memakan seorang anak kecil. Masih dengan ekspresi marah ia berkata:


“Aku akan membunuh ular raksasa itu hari ini juga.”

__ADS_1


“Ia tuan Hesa saya yakin anda bisa membunuh ular raksasa itu.”Jawab si kepala desa dengan wajah sangat yakin.


Tiba tiba istri kepala desa datang dengan membawa makanan dan minuman di tangannya. Dengan cepat si kepala desa menawarkan makanan dan minuman itu kepada Hesa dan mereka berdua memakannya. Sembari memakan makanan itu Hesa memberitahu semua rencana yang akan Hesa lakukan untuk bisa membunuh ular raksasa itu.


Beberapa saat berlalu dan sekarang hari mulai sore, terlihat di depan rumah kepala desa para warga berkumpul melihat Hesa yang sedang menyiapkan beberapa anak panah. Setelah selesai dengan anak panahnya Hesa mulai bersiap dengan membawa pedang dan busurnya. Menaiki kudanya Hesa langsung di sambut oleh sorakan para warga yang ada di sana.


“Maaf saya sedikit lancang, saya tahu anda adlah seorang petualang hebat tapi apakah anda tidak butuh beberapa warga untuk menemani anda ke hutan?” Ucap Kepala desa.


Sorakan para warga mengiringi kepergian Hesa, para warga di sana sudah sangat resah dengan keberadaan ular raksasa itu. Sebenarnya mereka juga sudah mengajukan misi ini, tapi karena hadiah nya sangat kecil para petualang yang datang adalah petualang tingkat rendah. Para petualang itu gugur setelah menjalankan misi ini, tapi tidak di sangka sekarang yang datang mengambil misi ini adlah Hesa seorang petualang yang cukup terkenal. Di pimpin oleh kepala desa para warga yang ada di sana mengadakan doa bersama agar Hesa bisa membunuh ular raksasa itu.


Sementara itu sekarang Hesa sudah masuk ke hutan cukup dalam, ia menghentikan kudanya dan mengikatnya ke salah satu pohon yang ada di sana. Setelah itu ia mulai berjalan perlahan ke tempat pertama kali ia bertemu ular raksasa itu. Sebenarnya Hesa tidak tahu dimana satang dari ular raksasa itu, karena itulah Hesa hanya bisa menunggu di tempat pertama ia bertemu si ular raksasa berharap ia juga akan bertemu lagi dengannya.

__ADS_1


Beberapa saat berlalu dan sekarang Hesa berada di atas pohon, mengintai keberadaan ular raksasa itu. Dan benar saja saat ia sedang mengintai dari atas pohon ia melihat ular raksasa itu melintasi tempat yang sama persis seperti saat ia pertama kali bertemu ular itu. Dengan cepat Hesa membidik ular itu dengan busurnya dan melepaskan anak panah. Satu anak panah meluncur tepat mengenai tubuh si ular, tapi karena sisik ular itu sangat keras anak panah itu tidak bisa menembusnya.


Ular raksasa yang sekar sudah mengetahui keberadaan Hesa membalikan badannya dan membuka mulutnya sangat lebar. Ular itu meluncur ke arah pohon tempat Hesa berpijak dan menabrakkan dirinya. Karena tubuh ular itu sangat besar, pohon pijakan Hesa berguncang sangat kuat dan akhirnya roboh. Hesa yang jatuh langsung berlari menghindari si ular tapi dengan cepat ular itu mengejar Hesa dan menghadangnya dari depan.


Tidak ada pilihan lain selain melakukan pertarungan jarak dekat dengan ular itu. Hesa mengambil pedang barunya dan bersiap untuk menebas si ular. Tiba tiba saja ular raksasa itu membuka mulutnya dan meluncur ke arah Hesa dengan cepat. Beruntung Hesa bisa menghindarinya karena jika tidak ia akan langsung masuk kedalam mulut ular raksasa itu.


Karena tubuhnya yang besar, ular raksasa itu sedikit kesulitan memposisikan dirinya setelah berusaha memakan Hesa. Dengan cepat Hesa memanfaat kan situasi itu menebas tubuh si ular dengan pedangnya. Tapi meskipun pedangnya sekarang baru, sisik ular itu terlalu keras untuk di tebas. Meski begitu Hesa tidak menyerah dan terus menerus berusaha menebas tubuh ular itu.


Usaha yang hesa lakukan membuahkan hasil, karena dengan tidak sengaja Hesa menemukan titik lemah si ular yang ada di bagian bawah tubuhnya. Meski tubuh bagian atas ular itu sangat keras tapi ternyata bagian bawah tubuh ular itu tidak terlalu keras. Dengan pedangnya Hesa berhasil mendaratkan beberapa tebasan di tubuh ular itu.


“Itu sakit sialan.” Ucap si ular mengagetkan Hesa yang sedang berusaha terus menebas ular itu.

__ADS_1


__ADS_2