Darah Biru

Darah Biru
Chapter 4 - Insiden Kecil - Part 4


__ADS_3

Setelah kaburnya Hesa dan taman temannya dari kota Kabelera, Khong yang sangat marah karena merasa telah di bodohi oleh Hesa menyiapkan pasukannya untuk mengejar Hesa dan teman temannya. Beberapa pasukan berkuda dengan pakaian serba hita telah siap menyambut Khong yang menaiki sebuah kereta kuda. Pasukan itu berjalan dengan cepat mengejar Hesa dan teman temannya yang sudah meninggalkan kota Kabelera.


Pasukan kuda yang di pimpin oleh Khong itu terus menyusuri jalan yang dilalui oleh Hesa dan teman temannya karena itu adalah satu satunya jalan yang ada di sana dan Khong percaya bahwa Hesa dan teman temannya juga melewati jalan yang sama. Tapi setelah beberapa lama, pasukan Khong tidak menemukan Hesa dan ia menyadari bahwa di jalan itu juga tidak ada bekas jejak kaki kuda. Dengan cepat ia memerintahkan pasukannya untuk berhenti tapi semuanya sudah terlambat.


Sebuah perangkap jari tiba tiba saja terangkat ke atas pohon membawa sebagian pasukan berkuda Khong di dalamnya. Khong akhirnya tersadar bahwa itu adalah sebuah jebakan yang telah di siapkan oleh Hesa dan teman temannya. Dengan wajah yang semakin terlihat kesal Khong berteriak dengan sangat keras:


“Aku tahu kalian ada di sekitar sini, Keluarlah dasar pengecut!!!”


Tiba tiba beberapa anak panah melesat ke arah pasukan Khong dan membuat beberapa pasukan tumbang. Dengan cepat Khong dan pasukannya menghampiri asal dari anak panah itu dan ternyata tidak ada siapapun yang ada di sana. Khong kemudian memerintahkan pasukannya yang tersisa untuk berpencar karena ia yakin bahwa Hesa dan teman temannya masih ada di sekitar sini.


“Cari mereka sampai ketemu!!!.”


Pasukan Khong turun dari kuda mereka mencari Hesa dan lainnya yang sedang bersembunyi entah dimana. Tapi sepertinya Khong membuat keputusan yang salah karena Hesa dan teman temannya berhasil melumpuhkan satu per satu pasukan Khong yang sedang mencari mereka. Hingga akhirnya salah saru pasukan Khong yang bernama Jordy berhasil menangkap Bonnye yang bersembunyi di balik pepohonan.


“Tuan Khong Tuan Khong aku berhasil menangkap salah satu dari mereka.” Teriak Jordy sembari membawa Bonnye yang sudah tidak sadarkan diri.


Sementara itu Hesa awalnya tidak tahu bahwa Bonnye tidak ada bersama mereka, Sembari menghajar beberapa pasukan Khong secara diam diam mereka mencari Bonnye yang menurut mereka tertinggal di belakang. Tapi betapa terkejutnya Hesa mendengar bahwa Zazkia melihat Bonnye tertangkap oleh pasukan Khong dan dia tidak sadarkan diri. Dengan cepat Hesa memutuskan bahwa mereka harus keluar dan menyelamatkan Bonnye.


“Tapi mungkin itu adalah sebuah perangkap agar mereka dapat menemukan kita semua, kita harus membuat sebuah rencana terlebih dahulu.” Ucap Sellyne kepada semuanya.


“Baiklah rencana kita adalah keluar, hajar dan menang. Siapa yang setu dengan rencana ku.” Jawab Jhon dengan tersenyum.

__ADS_1


“Aku setuju.” Saut Hesa dan Zazkia.


“Hedeh dasar kalian.” Jawab Sellyne sembari menghela napa panjang.


Hanya ada satu kesempatan untuk merebut Bonnye dari tangan anak buah Khong yaitu dengan serangan kejutan. Tapi saat Hesa dan lainnya melakukan serangan kejutan itu Khong sudah menyadarinya dan telah bersiap dengan palunya. Sebuah hantaman keras palu Khong mengenai Jhon dan membuatnya terpental, **** tubuh Jhon cukup besar tapi ia tidak bisa menahan hantaman palu Khong yang sangat kuat.


Seketika Jhon terkapar lemas setelah menerima hantaman palu yang dilayangkan oleh Khong itu. Kejadian yang tidak sesuai rencana membuat konsentrasi kelompok Hesa terpecah dan mereka gagal mengambil Bonnye dari tangan anak buah Khong. Melihat situasi yang tidak baik untuk kelompoknya membuat Hesa mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah.


Khong yang melihat Hesa mengangkat kedua tangannya sebagai isyarat tanda menyerah tertawa dan membuat anak buahnya juga ikut tertawa. Khong kemudian melihat sekeliling dan menyadari bahwa kuda kuda dan barang bawaan milik kelompok Hesa tidak ada di sana. Ia kemudian menghampiri Hesa dan berkata.


“Kemana semua kuda dan para bawaan mu itu, Tapi tidak apa apa karena sekarang aku sudah menginginkannya.”


“Apa yang kamu inginkan.” Jawab Hesa dengan ekspresi serius.


“Tapi aku memang seorang yang baik, jadi aku memberikanmu kesempatan terakhir. Berduel lah dengan ku di sini, jika kamu menang kamu boleh pergi dengan aman bersama teman temanmu. Dan jika aku yang menang aku akan mengambil semua teman temanmu.” Lanjut Khong masih menatap tajam ke arah Hesa.


“Jadi ternyata kamu memang ingin sekali berduel dengan ku ya. Baik lah kalau begitu mau mu. Sellyne berhenti membidik dan turunlah.” Ucap Hesa sembari memberi perintah kepada Sellyne yang sedari tadi membidik Khong dari atas pohon menggunakan busurnya.


Sellyne yang mendengar ucapan Hesa menurunkan busur yang ia arahkan ke arah Khong. Hesa dan Khong berhadapan satu sama lain bersiap dengan senjata di tangan mereka. Kali ini tidak ada pembatas untuk duel keduanya, tidak ada wasit juga yang memberikan isyarat untuk memulainya duel. Duel ini di mulai setelah Khong dan Hesa melancarkan serangan mereka masing masing.


Dengan kedua pedang di tangannya Hesa mengayunkan pedang dengan sekuat tenaga, Khong juga demikian dengan palu raksasa di tangannya Khong mengayunkan pelu itu sekuat tenaga. Senjata mereka saling bertabrakan satu sama lain. Tidak ada satupun kalimat yang keluar dari mulut keduanya, mereka hanya fokus menyerang satu sama lain degan senjata yang ada di tangan mereka.

__ADS_1


Selama ini berlangsung Khong menyerang Hesa dengan mengayunkan palunya dari arah kana, tapi tiba tiba ia mengayunkan palunya dari arah kiri membuat Hesa sedikit kaget. Tapi beruntung Hesa sudah menyadari itu dan bisa menghindari palu itu dengan mudah. Hesa juga melancarkan sebuah serangan balasan dengan menebas Khong menggunakan Pedang yang ada di tangan kirinya. Tapi dengan mudah Khong menahan serangan itu dengan palu besar miliknya.


“Sepertinya aku kenal dengan pemilik dari salah satu pedangmu itu.” Ucap Khong dengan senyum di wajahnya.


“Aku mengambilnya dari sekumpulan bandit yang menyerang kami sebelum datang ke kotamu, aku yakin pedang ini adalah milik salah satu bawahan mu.” Jawab Hesa.


“Iya benar itu adalah milik salah satu dari bawahan ku, maafkan mereka keran talah menyerang mu ya, aku benar benar tidak meminta mereka untuk membegal siapapun yang datang ke kotaku, sungguh.” Ucap Khong sembari mengayunkan palunya.


“Tenang saja lagi pulu kami sudah menghajar mereka. Aku juga minta maaf karena tidak serius berduel dengan mu, andai saja kamu menggunakan pedang mungkin aku bisa lebih serius.” Jawab Hesa dengan senyuman lebar di wajahnya.


Jawaban yang keluar dari mulut Hrsa membuat Khong kembali marah karena ia merasa di remehkan oleh Hesa. Khong yang sangat marah menyerang Hesa menggunakan palu raksasanya secara membabi buta ,Tapi kenyataannya Hesa memang tidak menggunakan seratus persen kekuatannya untuk berduel dengan Khong karena saat Khong mulai kelelahan karena palunya itu tiba tiba Hesa menyerang Khong menggunakan kedua pedangnya dan memukul kepala Khong menggunakan ujung dari pegangan pedang yang membuatnya pingsan seketika.


“Lihat aku tidak serius melawan mu, jadi aku minta maaf ya.” Ucap Hesa dengan tersenyum kepada Khong yang tergeletak si tanah.


“Aku beruntung sepertinya kalian adalah seorang yang hanya menuruti apa perintah dari atasan, akan sangat merepotkan jika kalian adalah tipe orang yang bisa bertindak sendiri. Bawa pemimpin mu ini kembali ke kota, jika ia sudah siuman katakan kepadanya bahwa Hesa ketua dari guild Dark Phoenix meminta maaf karena tidak serius bertarung dengannya.” Lanjut Hesa kepada para bawahan Khong yang ada di sana.


Mereka kemudian mematuhi apa yang di katakan oleh Hesa dengan membawa Khong kembali ke kota. Hesa dan anggota guild Dark Phoenix lainnya kemudian langsung menghampiri Bonnye yang sudah mulai tersadar. Dengan ekspresi wajah yang masih pucat Bonnye berkata:


“Maafkan aku karena sudah merepotkan mu kapten, sepertinya aku terlalu sering menggunakan kekuatanku hari Ini.”


“Kenapa kamu hanya meminta maaf kepada kapten, kamu juga merepotkan kami tahu.” Saut Zazkia yang langsung memeluk Hesa dan Bonye, dilanjut Jhon dan Selline yang juga ikut berpelukan.

__ADS_1


“Menyingkirlah kalian aku tidak bisa bernapas.”


“Ha ha ha ha ah ah ah h ah ah ha ha ha.“


__ADS_2