Darah Biru

Darah Biru
Chapter 4 - Insiden Kecil - Part 5


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan selama dua hari dua malam penuh dari kota Kabelera akhirnya Hesa, Jhon, Sellyne, Bonnye dan Zazkia sampai di pintu gerbang kerajaan Mejajaran. Mereka memasuki kerajaan Mejajaran melewati pintu gerbang utara yang bukan merupakan pintu gerbang utama. Saat mereka masuk mereka langsung berada di sebuah kota berada Burssa yang ada di balik pintu gerbang utara ini.


Hesa dan teman temannya berencana untuk menyewa sebuah penginapan dan akan mencari Ezra di ke esokan harinya dikarenakan tubuh mereka yang Lelah setelah melakukan perjalanan panjang. Masuk lebih dalam ke kota Burssa, Hesa dan teman temannya di kejutakan dengan banyaknya orang yang ada di sana. Mereka tidak mengira bahwa kota ini akan sangat padat penduduk mengingat kota ini adalah kota yang bisa dikatakan kecil.


Setelah beberapa lama berjalan mereka akhirnya menemukan sebuah penginapan yang ada di sana. Dengan cepat mereka mulai memasukan kuda kuda ke dalam kendang yang telah di sediakan oleh penginapan itu. Jhon dengan tubuh besarnya mulai membawa barang barang ke dalam penginapan untuk kemudian dirapikan oleh Hesa dan lainnya. Setelah merapikan barang Hesa menghampiri salah satu petugas penginapan yang ada di sana, dengan berbisik ia berkata:


“Maaf bolehkah aku bertanya.” Ucap Hesa dengan berbisik.


“Ya tuan apakah ada yang bisa saya bantu.” Jawab si petugas penginapan.


“Aku adalah seorang pendatang, aku ingin bertanya apakah kota Burssa biasanya memang seramai ini?”


“Oh biasnya kota Burssa tidak seramai ini tuan, saat ini bisa di katakan keadaan paling ramai yang pernah ada di kota Burssa. Itu di karenakan para pengungsi dari ibu kota yang datang ke sini mulai beberapa hari yang lalu.” Jelas si petugas penginapan.

__ADS_1


“Pengungsi?” Hesa penasaran dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.


“Hey kapten kemarilah, Sellyne sudah menyiapkan makanan.” Saut Bonnye dari depan pintu penginapan.


“Ya aku akan segera ke sana.” Teriak Hesa ke arah Bonnye.


“Maaf aku pergi dulu ya.” Lanjut Hesa kepada si petugas penginapan.


“Iya tuan, katakan saja jika anda menginginkan sesuatu.” Jawab si petugas penginapan.


“Kebakaran, kebakaran, kebakaran, kebakaran, kebakaran, tolong kebakaran!!!!!”


Semua orang dari penginapan berhamburan melihat bangunan yang ada di depan penginapan itu terbakar. Api dengan cepat menghanguskan bangunan itu dan hampir saja api menyambar ke bangunan sebelah, beruntung para warga berhasil memadamkan api itu dengan cepat. Hesa dan teman temannya yang masih kelelahan hanya melihat dari arah jendela di lantai dua penginapan dan kemudian kembali tidur setelah api itu berhasil di padamkan.

__ADS_1


Di pagi harinya para warga berkerumun di depan penginapan untuk melihat sisa kebakaran yang terjadi di malam hari. Setelah sarapan Hesa dan teman temannya juga keluar dari penginapan untuk melihat kerumunan yang sedang terjadi. Dengan sangat antusias Bonnye melihat ke dalam kerumunan dan berkata:


“Aku mengira bahwa aku sedang bermimpi saat terjadi kebakaran tadi malam, ternyata semua itu memang benar benar terjadi ya.”


“Oh ayolah kita sudah membahas ini saat sedang di meja makan tadi.” Saut Zazkia.


Dari kerumunan itu salah seorang pemuda menjelaskan apa yang menyebabkan kebakaran ini terjadi. Dia kemudian menjelaskan bahwa beberapa orang berkuda memanah bangunan itu menggunakan busur berapi yang menyebabkan bangunan itu terbakar. Setelah melakukan itu mereka kabur ke arah ibukota, si pemuda yakin bahwa yang melakukan itu adalah salah satu tentara kerajaan Enjuba.


“Apakah dia berkata bahwa yang melakukan itu adalah tentara kerajaan Enjuba.” Tanaya Hesa kepada salah seorang yang ada di dekatnya.


“Ia dia meyakini bahwa yang melakukan ini semua adalah tentara dari kerjaan Enjuba, ya tidak heran mengingat kerajaan Enjubalah yang sekarang sedang memerintah kerajaan ini setelah kemenangan mereka tiga hari yang lalu.” Jawab si pria yang membuat Hesa seketika pucat setelah mendengar itu.


“Kapten kenapa wajahmu terlihat sangat pucat, apakah terjadi sesuatu.” Ucap Jhon menghampiri Hesa.

__ADS_1


“Tidak ada sepertinya aku masih kelelahan.” Jawab Hesa berusaha dengan santai.


__ADS_2