Darah Biru

Darah Biru
Chapter 3 - Guild - Part 3


__ADS_3

Di sebuah kota yang berada di kerajaan Penaloka, kota itu adalah sebuah kota kecil yang cukup terpencil bernama Walaheyu. Sebuah bar kecil berdiri di kota itu dan menjadi tempat paling ramai yang ada di sana, karena di bar itulah para petualang berkumpul untuk mencari misi yang terpajang di sana. Tapi saat ini suasana di bar itu cukup berbeda dari biasanya karena sekarang salah satu dari guild yang cukup terkenal bernama Dark Phoenix sedang menggelar sebuah pesta, sebenarnya tidak ada aturan yang mengikat tapi biasanya saat setalah satu guild sedang menjalankan pesta maka guild lainnya juga ikut berpesta sebagai penghormatan dan tidak ada misi yang akan di jalankan di hari itu dan dengan kata lain hari itu adalah hari libur bersama.


Di salah satu meja yang ada di sana, semua anggota guild Dark Phoenix selain Ezra berkumpul di sana dan mendengarkan sebuah kisa yang sedang Hesa ceritakan kepada mereka. Hesa bercerita awal mula guild Dark Phoenix dibentuk dan awal pertemuan Hesa dengan Erzra. Pada awalnya guild mereka bernama Phoenix tapi karena suatu alasan nama guild itu berubah menjadi Dark Phoenix yang sekarang ini.


Dua tahun setelah insiden dibantainya kelompok bandit yang di pimpin oleh Robby, Hesa yang sekarang berumur dua belas tahun hidup sebatang kara di sebuah kota kumuh bernama Losery. Berbekal kemampuannya yang ia dapat bersama dengan kelompok bandit, Hesa bertahan hidup dengan cara mencuri makanan milik orang yang menurutnya orang kaya. Tidak jarang ia harus memungut sisa makanan dari tempat sampah karena tidak ada makanan yang bisa ia curi di hari itu.


Di kota kumuh itu semuanya berjalan seperti hukum rimba dimana yang kuat akan dimangsa yang lemah. Tidak jarang barang yang sudah susah payah Hesa dapatkan di ambil oleh seseorang lainnya yang menginginkan barang itu. Dan tidak ad acara lain memperebutkan barang itu selain dengan cara berkelahi. Tapi dengan tubuh seorang anak berumur dua belas tahun tentu saja tidak ada kemungkinan Hesa akan memenangkan perkelahian. Tapi memang seperti itulah keadaan di sana, Hesa juga tidak mau tinggal di tempat seperti itu tapi hanya tempat inilah yang bisa ia tinggali karena selain kota ini tidak ada kota yang mau menampung gelandangan sepertinya.


Hesa menghabiskan waktu selama lima tahun di kota itu dan saat ia berusia tujuh belas tahun, kota Losery sudah berada di bawah kendalinya. Mungkin akan sangat lucu mendengar bahwa seorang anak kecil berusia tujuh belas tahun bisa mengendalikan sebuah kota, tapi memang itulah kenyataannya. Menjadi penguasa di kota itu tidak semudah membalikan telapak tangan karena untuk bisa menjadi seorang penguasa terhitung sudah ada enam duel dengan petinggi kota itu yang harus Hesa jalani. Dengan keterampilan berpedangnya Hesa berhasil memenangkan ke enam duel itu dan menjadi penguasa di sana.


Tapi semua itu tidak berlangsung lama karena hanya beberapa bulan Hesa menjadi penguasa di kota itu dan kota itu terbakar menjadi abu. Terbakarnya kota Losery karena kerajaan Mejanro menganggap bahwa kota Losery adalah aib bagi kerajaannya. Dan karena itulah raja dari keajaan Mejanro memerintahkan pasukannya untuk membakar hangus kota Losery bersama dengan orang yang tinggal di sana.

__ADS_1


Di malam itu api berkobar sangat besar dengan kekuasaan Hesa memerintahkan para bawahannya untuk memadamkan api itu dengan air yang ada. Tapi dengan sangat cepat api itu terus merembet ke semua bangunan di kota dan menjadikan api itu mustahil untuk di padamkan. Di saat yang bersamaan terjadi pemberontakan oleh pihak yang tidak suka cara Hesa memerintah kota Losery. Pertempuran pun tidak bisa di hindarkan, dengan api yang membara pertempuran berlangsung dan tentu saja tidak ada yang menang dari pertempuran itu karena mereka semua ikut terbakar oleh api bersama dengan kota Losery yang menjadi abu.


Beruntung Hesa bisa selamat dari insiden itu karena saat pertempuran terjadi ia mengambil barang barang yang menurutnya berharga dan pergi dari kota itu menuju ke kota Noru yang tidak jauh dari sana. Di kota inilah pertama kali Hesa bertemu dengan Ezra.


Mereka berdua bertemu di sebuah bar yang menyediakan misi untuk para petualang. Tapi di sana para petualang tidak bisa menjalankan misi sendiri atau bisa dikatakan misi bisa di jalani jika para petualang membentuk sebuah kelompok yang disebut dengan guild. Hesa yang sendirian di sana langsung berteriak kepada semua orang yang ada di sana.


"Hey apakah ada dari kalian yang masih sendirian, jika ada maukah kalian membuat guild bersamaku." teriak Hesa.


"Aku masih sendirian." Ucap si pria kepada Hesa.


"Namaku adalah Hesa, siapa namamu? " Tanya Hesa sembari menjabat tangan si pria.

__ADS_1


"Namaku Ezra, senang bertemu denganmu."


Hesa dan Ezra mulai menjalankan misi bersama sejak saat itu, dan mereka menamai guild merek dengan nama Phoenix dengan Hesa sebagai pemimpin guild. Guild Phoenix itu mulai berkembang dengan bertambahnya anggota, satu persatu petualang mulai tertarik dengan guild yang dipimpin oleh Hesa itu.


Mereka menjalankan misi bersama sama dan kemudian berpesta. Hesa mempelajari sifat kepemimpinan nya itu saat ia tinggal bersama Robby dan para bandit di waktu ia kecil. Semua anggota sangat menyukai cara Hesa memimpin guild begitu juga Ezra sebagai wakil ketua guild.


Hingga akhirnya sebuah insiden terjadi dimana empat puluh anggota dari guild Phoenix dibantai saat sedang menjalankan sebuah misi. Awalnya mereka sedang menjalankan misi seperti biasanya, di hari itu mereka menjalankan misi tingkat S karena itulah misi yang paling tinggi di hari itu. Mereka berangkat bersama dengan menggunakan kuda membawa barang barang seperti makana dan tenda.


Misi yang mereka laksanakan sebenarnya bisa di katakan tidak terlalu sulit dimana mereka diminta untuk memberantas para pemberontak yang ada di suatu kerajaan. Mereka melakukan perjalanan selama tiga hari dua malam dan sampailah mereka di tempat yang dituju. Mereka mendirikan sebuah tenda yang tidak jauh dari markas para pemberontak, dengan waspada mereka mengawasi gerak gerik para pemberontak itu sembari menyusun rencana untuk penyerangan yang akan mereka lakukan di ke esokan harinya.


Tapi saat malam hari tenda merekalah yang terlebih dahulu di serang oleh para pemberontak itu. Dengan peralatan yang ada guild Phoenix mempertahankan tenda mereka dengan sekuat tenaga. Dengan arahan dari Hesa mereka akhirnya bisa memukul mundur para perompak itu tetapi tiba tiba mayat dari tiga orang pemberontak yang terbunuh berubah menjadi iblis.

__ADS_1


Tiga iblis itu menyerang semua anggota dari guild Phoenix dengan membabi buta. Mereka semua menyerang tiga iblis itu tapi satu persatu anggota guild Phoenix mulai berguguran. Beberapa saat berlalu Hingga akhirnya Hesa dan Ezra bisa memenggal kepala dari ketiga iblis itu tapi saat mereka melihat ke sekeliling, tidak ada yang tersisa selain merek berdua. Semua anggota guild Phoenix mati dengan mengenaskan menyisakan Hesa dan Ezra yang masih selamat.


__ADS_2