Darah Biru

Darah Biru
Chapter 5 - Tali Yang Terpotong - Part 3


__ADS_3

Di sebuah pagi di salah satu ruangan yang ada di istana kerajaan Mejajaran, terlihat Hesa, Ezra, Jhon, Sellyne, Bonnye dan Zazkia sedang mendiskusikan sesuatu. MEreka berkumpul di sana setalah kemari mereka menghabiskan hari dengan berpesta. Du duk si salah satu kursi yanga ada di ruangan itu Ezra membuka pembicaraan dengan berkata:


“Hari ini adalah ahri dimana para keluarga kerajaan akan di eksekusi.”


“…” Tidak ada jawaban apapun dari Hesa dan lainnya.


“ya termasuk juga ibuku, mereka akan di eksekusi di tengah ibukota kerajaan dan akan di tonton oleh semua warga yang akan di sana. Dan aku ingin meminta tolong kepada kalian untuk membantuku menyelamatkan ibuku.” Lanjut Ezra.


“Apa yang kamu katakan Ezra, tentu saja kita akan membantumu. Benar kan kapten?.” Ucap Bonnye menatap ke arah Hesa.


“Tentu saja, bagaimana rencana mu untuk membebaskan ibumu?” Tanya Hesa kepada Ezra.


Ezra menjelaskan rencananya kepada Hesa dan lainnya secara detail dimana yang akan mengeksekusi anggota keluarga kerajaan adalah dirinya sendiri. Hal itu ia lakukan setelah Loberto memintanya untuk mengeksekusi semua anggota keluarga kerajaan Mejajaran termasuk ibunya sendiri sebagai tanda bahwa saat ini Ezra benar benar setia kepada kerajaan Enjuba. Ezra mengatakan bahwa Hesa, Jhon, Sellyne, Bonnye dan Zazkia harus bersiap saat eksekusi sedang berlangsung.


“Apa yang harus kita siapkan?” Tanaya Jhon kepada Ezra.


“Kalian harus bersiap untuk kabur membawaku bersama ibuku, ngomong ngomong dari mana kalian datang ke kerajaan ini.”


“Kami datang dari pintu gerbang sebelah utara dan sempat menginap di kota Burrsa, kita juga meninggalkan kuda kuda dan barang bawaan di salah satu penginapan yang ada di sana. Jadi kita harus kabur ke sana untuk mengambil kuda kuda dan barang barang kita.” Saut Hesa.


“Baiklah, aku akan menyiapkan beberapa kuda untuk rencana kabur kita nanti.” Ucap Ezra sembari beranjak dari tempat duduknya.


“Aku akan menghampiri ibu ku untuk menjelaskan rencana ini kepadanya jadi aku pergi dulu.” Lanjut Ezra keluar dari ruangan itu.


Setelah Ezra keluar dari ruangan itu sasana aneh tercipta antara Hesa dan ke empat teman temannya. Hal itu tantu saja karena sikap Ezra kepada ibunya yang sangat bertolak balik dengan napa yang Hesa ceritakan kepada mereka. Hesa bercerita bahwa Ezra sangat membenci ibunya yang telah membuangnya saat ia masih kecil tapi sekarang kenapa ia harus repot repot menolongnya.


“Kapten apakah ini tidak apa apa?” Tanya Sellyne menatap ke arah Hesa.

__ADS_1


“Tidak apa apa apanya?” Tegas Hesa.


“Apakah kita harus menjalankan rencana dari Ezra, ingatlah sekarang Ezra berada di pihak siapa. Bisa saja rencana itu adalah sebuah jebakan.” Ucap Sellyne yang membuat Zazkia langsung bereaksi.


“Apa maksudmu Sellyne, apakah kamu tidak percaya dengan Ezra. Bukankah Ezra adalah bagian dari kita kenapa kamu tidak percaya kepadanya.” Saut Zazkia dengan nada tinggi.


“Bagaimana jika semua ini adalah sebuah jebakan. Apakah kamu bisa bertanggungjawab atas semua yang terjadi jika ini semua adalah jebakan yang Ezra buat.” Ucap Sellyne mengernyitkan dahinya.


“Beraninya kamu menuduh Ezra melakukan hal yang buruk ingatlah Ezra masih bagian dari kita lagipu_”


“Sudahlah cukup!!!” Ucap Hesa memotong perkataan Zazkia.


“Kita harus percaya kepada Ezra dan kita akan menjalankan rencana yang ia buat. Ingatlah tujuan kita pergi ke tempat ini adalah untuk menjemput Ezra kembali bersama kita.” Lanjut Hesa dengan nada yang bicara yang cukup tinggi membuat semua temannya terdiam.


Sementara itu Ezra sekarang sedang berjalan di sebuah lorong ruang bawah tanah istana kerajaan Mejajaran. Ia masuk ke dalam salah satu sel penjara yang ada di sana dan duduk di depan ibunya yang sedang terikat oleh rantai. Dengan wajah pucat dan tubuh yang sudah tidak berdaya ibu Ezra berkata.


“Ia aku akan membebaskan mu saat kita berada di luar nanti.” Jawab Ezra.


Ezra kemudian menjelaskan rencananya yang sudah ia rancang bersama dengan Hesa dan teman temannya. Ia kemudian meyakinkan ibunya bahwa ia akan segera di bebaskan yang membuat ibunya berpikir bahwa ada secercah harapan ia akan selamat. Ibu Ezra kemudian menangis terharu dan meminta maaf atas semua yang telah ia lakukan kepada Ezra selama ini.


“Iya ibu, tenang saja aku akan membebaskan mu.” Jawab Ezra dengan tersenyum.


Beberapa saat berlalu dan sekarang di area lapang yang berada di ibu kota kerajaan Mejajaran, eksekusi untuk semua anggota keluarga kerajaan akan berlangsung. Semua tentara dari kerajaan Enjuba yang berada di sana berkumpul untuk melihat eksekusi sembari mengamankan tempat eksekusi. Beberapa warga yang ada di sana juga melihat jalannya eksekusi yang akan berlangsung, mereka melihat para bangsawan yang memimpin kerajaan mereka sedang dalam keadaan yang sangat mengerikan.


Dengan tubuh kotor penuh luka, mereka duduk berjejer menunggu giliran sebelum kepala mereka di penggal. Ezra yang mejadi eksekutor bersiap dengan pedang yanga ada di tangannya, pedang itu berkilau karena terkena sinar matahari. Tanpa aba aba apapun ia langsung menebas leher bangsawan yang ada di depannya yang membuat kepalanya terpenggal. Para warga bahkan para tentara yang melihat hal itu langsung berpikir bahwa, Ezra adalah orang yang sangat menyeramkan.


“Aku hanya akan mengatakan hal ini satu kali lagi, apakah kita akan tetap mengikuti rencananya?” Ucap Sellyne kepada teman temannya yang sudah bersiap di kerumunan dengan rencana pelarian yang sudah mereka siapkan.

__ADS_1


Ezra memenggal kepala para anggota keluarga kerajaan Mejajaran tanpa ampun, yang membuat giliran selanjutnya yang akan di eksekusi mengalami ketakutan sangat luar biasa. Mereka bahkan berpikir bahwa andai saja mereka adalah orang yang di eksekusi pertama mereka tidak akan melihat kengerian ini. Semua anggota keluarga kerajaan sudah di eksekusi oleh Ezra, meninggalkan ibunya yang sekarang berada di hadapannya.


Ibu Ezra ratu Deffina merasa sangat ketakutan saat Ezra berada tepat di hadapannya, hal itu karena ia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Ezra memenggal semua orang yang ada di sana sebelum dirinya. Secercah harapan satang setelah ratu Deffina mengingat rencana yang Ezra katakan kepadanya sebelumnya dimana Ezra akan menyelamatkannya. Dengan tubuh gemetar karena ketakutan ratu Deffina berkata:


“Kamu akan menyelamatkanku kan Ezra, kamu benar benar akan menyelamatkanku iya kan Ezra katakan pada ku.”


“Iya aku akan menyelamatkanmu ibu.” Jawab Ezra dengan tersenyum.


Loberto yang mendengar hal itu langsung memerintahkan pasukannya untuk bersiap karena ia menganggap sepertinya Ezra melakukan sebuah pemberontakan. Hesa juga memerintahkan teman temannya untuk bersiap, mereka menerobos kerumunan dengan menaiki kuda. Tapi setelah Hesa dan lainnya berhasil menerobos kerumunan tiba tiba Ezra mengayunkan pedangnya dan memenggal kepala ibunya.


Hesa, Jhon, Sellyne, Bonnye dan Zazkia kaget melihat apa yang sudah Ezra lakukan, mereka terdiam memaku tanpa mengatakan sepatah katapun dari mulut mereka. Begitu juga Loberto yang melihat hal itu, ia baru saja melihat seorang iblis terlahir. Iblis itu memberikan secercah harapan kepada mangsanya dan tanpa ampun ia mematahkan harapan itu dengan membunuhnya.


“Aku sudah menyelamatkanmu ibu, aku sudah menyelamatkanmu dari kebodohan yang kamu but sendiri selamat sekarang kamu sudah bebas.” Ucap Ezra kepada kepala ibunya yang tergeletak di tanah.


“Kenapa kamu kaget kapten, sejak awal kamu sudah menyadarinya kan.” Lanjut Ezra menatap ke arah Hesa yang membuat teman temannya juga menatap ke arah Hesa.


“Yah lagi pula aku tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan keluarga mu, sekarang kamu sudah selesai kan ayo kita pulang.” Jawab Hesa dengan sangat tenang.


“Apa yang kamu katakan sekarang ini adalah rumah ku, kamu bisa saja menyerang ku di sini dan membunuh ku tapi itu tidak akan membuat ku kembali kepada kalian. Jika kamu ingin aku kembali ke guild Dark Phoenix temui aku di hutan yang berada di timur kerajaan ini besok pagi. Kita akan berduel di sana dan jika kamu mengalahkan ku mungkin aku kan kembali.” Ucap Ezra dengan tersenyum.


“Kurang ajar!!!” Saut Jhon bersiap untuk menyerang.


“Jhon hentikan!!!” Teriak Hesa yang membuat Jhon mengurungkan niatnya.


“Ingatlah hanya kamu dan aku.” Tegas Ezra.


“Sial pada akhirnya aku harus menendang bokong mu untuk menjemputmu pulang.” Jawab Hesa dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2