Darah Biru

Darah Biru
Chapter 3 - Guild - Part 4


__ADS_3

Di sebuah bar yang ada di kota Walaheyu, Hesa masih bercerita tentang guild pertamanya yang dibantai dan hilang begitu saja dalam semalam. Mendengar cerita itu keempat teman Hesa John, Sellyne, Bonye dan Zazkia berkata bahwa kenapa Hesa tidak menceritakan itu dari awal. Dengan wajah suramnya Hesa menjawab.


“Semuanya akan terjawab di cerita yang akan aku lanjutkan.”


“Cepatlah lanjutkan ceritanya.” Saut Bonye dengan semangat karena sedikit efek dari minuman yang ia minum.


Hesa mulai melanjutkan ceritanya dengan nada yang semakin kecil, ia sempat menenggak minuman yang dari botol yang ia pegang dan kembali bercerita.


Hesa dan Ezra saling menatap setelah berhasil mengalahkan ketiga iblis yang menyerang semua anggota guild mereka. Keduanya bingung dengan napa yang terjadi, karena sekarang di sekeliling mereka banyak mayat bergelimpangan dan itu adalah mayat dari teman mereka sendiri. Dengan menahan air matanya yang hampir jatuh Hesa berkata:


“Ezra apa yang baru saja terjadi.” Ucap Hesa sembari memposisikan dirinya duduk di tanah.


“Entahlah, semuanya terjadi begitu saja.” Jawab Ezra yang ikut duduk di samping Hesa.

__ADS_1


Mereka berdua terdiam dan melihat teman teman mereka yang sekarang sudah menjadi mayat. Di kepala mereka berdua terbayang kenangan indah yang sudah mereka lalui selama ini. Setelah selesai menjalankan misi biasanya pesta lah yang akan menunggu mereka karena guild mereka tidak pernah gagal dalam semua misi yang mereka jalankan.


Tapi hari ini semuanya telah berakhir, mereka gagal menjalankan misi dan hampir semua dari mereka mati meniggalkan Hesa dan Ezra. Keduanya saling menatap satu sama lain dan tanpa satu patah pun kata yang keluar dari mulut mereka mereka mulai bangun dan menggendong satu persatu mayat teman teman mereka dan memasukkannya kedalam kereta kuda. Saat menggendong mayat mayat itu, kenangan kenangan yang mereka lalui bersama semakin jelas terbayang di kepala mereka. Sesekali Hesa dan Ezra duduk kembali karena guncangan mental yang ada di dalam diri mereka tapi setelah itu mereka mulai mengangkat mayat mayat itu dan memasukannya kedalam kereta kuda.


Setelah semua mayat sudah dimasukan ke dalam kereta kuda, Hesa ikut masuk ke dalam sementara Ezra mengendarai kereta itu dan duduk di kursi kemudi. Dengan memegang tali di kedua tangannya Ezra mulai menjalankan kereta kuda itu menyusuri jalan kembali menuju kota Noru. Dari dalam kereta kuda Hesa bertanya kepada Ezra.


“Ezra apakah aku salah memimpin guild ini dan akhirnya membawa guild ini dalam kehancuran.”


“Mungkin iya, mungkin juga tidak, tapi yang pasti aku sangat merasa bahagia selama kamu memimpin dan aku yakin mereka semua juga merasakan hal yang sama.” Jawab Ezra sembari fokus mengendarai kereta kuda.


Satu persatu mereka berdua mulai menurunkan ke tiga puluh delapan mayat teman teman mereka ke dalam lubang yang telah disiapkan. Setelah semua mayay sudah di turunkan mereka mulai menutup lubang itu dengan tanah dan kemudian Hesa menancapkan sebuah batu sebagai penanda. Mereka melakukan penghormatan terakhir kepada teman teman mereka dan setelah semuanya selesai Hesa dan Ezra kembali ke kereta kuda untuk melanjutkan perjalanan.


Hesa dan Ezra melakukan sebuah perjalanan tanpa tujuan dan setelah beberapa hari melewati berbagai kota sampailah mereka di sebuah kerajaan bernama Penaloka. Di ibukota kerajaan Penaloka inilah mereka mulai mejalankan misi kembali sebagai seorang petualang. Berbeda dari kebanyakan guild lainnya yang ada di sana, guild milik Hesa dan Ezra hanya beranggotakan dua orang dan mereka berdua menamai guild mereka dengan nama Dark Phoenix.

__ADS_1


Cukup lama mereka menjalankan misi hanya berdua, mereka sebenarnya ingin merekrut anggota lainnya tapi mereka tidak ingin kejadian yeng sama terulang kembali. Mereka tidak merekrut sembarang orang untuk menjadi anggota dari Dark Phoenix, Hesa dan Ezra tidak merekrut mereka yang ingin tetapi keduanya merekrut mereka yang pantas untuk masuk ke guild Dark Phoenix. Tapi hingga saat itu tidak ada orang yang menurut mereka pantas untuk masuk ke guild Dark Phoenix.


Hinga akhirnya beberapa saat berlalu dan mulai muncul orang orang yang menurut Hesa dan Ezra pantas untuk menjadi anggota guild mereka. Saru persatu dari mereka mulai di rekrut oleh Hesa, mulai dari Sellyne, Jhon, Bonnye dan Zazkia. Mereka berempat kemudian menjadi anggota dari guild Dark Phoenix hingga guild itu terkenal sampai sekarang.


Kembali ke bar tempat Hesa bercerita, Sebenarnya Hesa ingin bercerita lebih lama tapi karena tubuhnya sudah terlalu mabuk hanya itulah yang keluar dari mulutnya. Tapi cerita itulah yang membuat ke empat teman Hesa akhirnya tahu asal usul dari guild mereka itu. Dengan tubuh sempoyongan Hesa mulai beranjak dari tempat duduknya dan kemudian bersorak.


“Ayo semuanya meriahkan kembali pestanya.” Teriak Hesa dengan senyum di wajahnya.


“Sekarang kita harus menikmati pesta ini karena besok kita akan menjemput Ezra pulang.” Bisik Hesa kepada ke empat temannya.


“Bagaimana kalau Ezra tidak mau.” Saut Sellyne.


“Aku akan menendang bokongnya dan menyeretnya kembali.” Jawab Hesa dengan tersenyum di ikuti oleh teman temannya yang juga ikut tersenyum.

__ADS_1


Mereka berempat akhirnya beranjak dari kursi dan ikut dengan Hesa menikmati jalannya pesta.


__ADS_2