
Di hari ke dua Hesa dan teman temannya berada di kerajaan Mejajaran, mereka memutuskan untuk mencari Ezra setelah di heri sebelumnya mereka beristirahat satu hari penuh karena kelelahan akibat perjalanan jauh. Mereka sudah mencari Ezra di kota Burrsa dengan memberi tahu orang orang tentang ciri ciri Ezra tetapi tidak ada seorangpun yang tahu. Tidak menyerah begitu saja Hesa dan teman temannya berpencar ke setiap sudut kota untuk mencari Ezra.
“Kali ini kita akan berpencar dan kita akan bertemu lagi di sini dalam waktu dua jam, ingat di dalam waktu dua jam itu kita gunakan untuk mencari Ezra, jangan membuat masalah yang tidak perlu dan kembali ke sini tepat waktu.” Ucap Hesa kepada teman temannya.
“Dengar itu Jhon.” Saut Zazkia dengan senyum di wajahnya.
“Iya aku mengerti.” Jawab Jhon dengan ekspresi wajah yang sedikit kesal.
“Baiklah kita berpencar mulai sekarang, kumpulkan informasi sebanyak mungkin dan kita akan berkumpul lagi di tempat ini dalam dua jam.”
Hesa dan lainya mulai berpencar untuk mencari Ezra di setiap sudut kota, mereka mengatakan ciri ciri Ezra kepada orang orang yang mereka jumpai. ‘Seorang pria dengan tinggi sekitar seratus enam puluh tujuh senti meter, memiliki rambut hitam dan membawa pedang di punggungnya’, begitulah kira kira yang Hesa dan lainnya sebutkan saat memberitahu semua orang yang mereka temui tentang ciri ciri Ezra. Setelah mereka sudah lumayan lama mencari tidak ada satupun orang yang tahu tentang Ezra.
Di sebuah pasar yang ada di kota Brussia terlihat Jhon yang tidak sengaja menabrak seorang pemuda yang ada di sana. Pemuda itu tidak terima dengan napa yang Jhon lakukan kepadanya karena barang barang yang ia bawa jatuh akibat Jhon menabraknya tadi. Meski begitu Jhon tidak merasa bahwa dia bersalah karena menurutnya dialah yang di tabrak.
“Aku tidak mau tahu kamu harus mengganti semua itu dengan tiga puluh koie mas.” Ucap sip ria dengan nada tinggi.
Jhon yang tidak teriak dengan ucapan si pria langsung mengangkat si pria dengan kedua tangannya. Hal itu membuat semua mata orang yang berada di pasar menatap ke arah Jhon, dan seketika orang orang berkerumun untuk melerai mereka. Tapi dengan tubuhnya yang besar Jhon terus mengangkat sip ria dengan kedua tangannya dan tidak ada seorang pun yang ada di sana yang bisa melerai pertengkaran keduanya. Hingga akhirnya Zazkia dan Bonnye yang sedang berjalan di sekitar pasar tidak sengaja melihat kerumunan yang sedang terjadi.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan Jhon, turunkan orang itu.” Saut Zazkia menerobos kerumunan.
Melihat teman temannya datang kepadanya membuat Jhon tersadar bahwa ia berada di sana dengan masud untuk mencari informasi tentang Ezra dan apa yang sekarang ia lakukan adalah sesuatu yang salah. Jhon kemudian melepaskan si pria dan dengan sangat terpaksa ia mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Tapi meski begitu sip ria masih menuntut ganti rudi sebesar tiga puluh koin mas kepada Jhon, dengan sedikit percakapan Zazkia bisa menawar ganti rugi si pria menjadi sepuluh koin emas.
Sementara itu saat sudah mulai putus asa Sellyne masuk ke sebuah toko senjata dan berpura pura melihat lihat senjata membaur dengan orang yang ada di sana. Saat sedang melihat lihat senjata Sellyne tidak sengaja mendengar percakapan antara seorang pria yang berasal dari ibukota kerajaan Mejajaran dan seorang pemilik toko senjata itu. Tanpa terlihat mencurigakan sedikitpun Sellyne mulai mendengarkan pembicaraan antara dua orang itu.
“Itu benar benar gila, di hari kedua tentara tentara kita masih bisa menahan serangan mereka, tapi di hari ketiga adalah hari yang dangat mencekam dimana pertahanan tentara kita di sebelah timur jebol.” Ucap Si pria yang berasal dari ibukota bercerita dengan sangat ekspresif.
“Apakah anda masih berada di sana waktu itu.” Tanya si pemilik toko.
“Bagaimana dengan sang raja dan ratu serta para bangsawan yang ada di kerajaan.” Tanya si pemilik toko.
“Entahlah tidak ada yang tahu mengenai keadaan mereka sampai sekarang, tapi tersebar rumot tentang penyebab kerajaan kita bisa di tembus dalam waktu tiga hari saja karana anak dari ratu Deffina yang besama mereka. Anak dari ratu Deffina itu membocorkan titik terlemah pertahanan dan denah dari istana kerajaan, ia melakukan itu karena ingin balas dendam kepada ibunya yang membuangnya di waktu kecil.” Ucap Si pria yang berasal dari ibukota itu.
“Jadi seperti itu ya tapi sem_”
Sellyne tidak mendengarkan kembali percakapan mereka dan pergi dari tempat itu karena menurutnya informasi itu sudah sangat cukup. Ia tahu bahwa seorang anak ratu yang dimaksud oleh si pria yang berasal dari ibukota itu adalah Ezra. Dengan mempercepat langkahnya ia berjalan menuju tempat berkumpul yang sudah di tentukan.
__ADS_1
Sesampainya di sana Sellyne melihat bahwa semua temannya sudah berada di tempat berkumpul kecuali dirinya. Ia kemudian langsung ikut berkumpul dan mendengarkan laporan yang sedang Jhon sampaikan. Tapi karena perkataan Jhon sangat terbelit belit dan Sellyne sudah tahu bahwa intinya Jhon tidak mendapatkan informasi apapun, Sellyne menyela dengan berkata:
“Aku sepertinya sudah tahu dimana Ezra sekarang.”
“Aku mendengarnya dari percakapan salah seorang yang berasal dari ibukota kerajaan, ia mengatakan bahwa ada seorang anak dari ratu yang ikut membantu para tentara kerajaan Enjuba dalam menaklukan kerajaan ini dan aku sangat yakin bahwa orang yang dimaksud adalah Ezra.” Lanjut Sellyne dengan napas yang sedikit terengah engah karena mempercepat langkahnya sebelum sampai ke sini.
Apa yang Sellyne katakan membuat Hesa dan lainnya sedikit terkejut bahkan Hesa sendiri memasang ekspresi sangat aneh di wajahnya. Kaena jika apa yang Sellyne sampaikan ternyata benar, artinya Ezra sudah bergabung dengan tentara kerajaan Enjuba. Dengan kata lain Ezra sudah meninggalkan guild Dark Phoenix dan bergabung dengan tentara kerajaan Enjuba.
“Aku tidak percaya sebelum aku mendengarnya langsung dari mulutnya.” Ucap Hesa masih dengan ekspresi anehnya.
“Aku juga tidak percaya dengan apa yang aku dengar.” Saut Sellyne.
“Jadi bagaimana sekarang.” Ucap Zazkia.
“Tentu saja kita akan ke ibukota kerajaan dan membawa Ezra kembali bersama kita.” Jawab Hesa dengan lantang meyakinkan teman temannya yang pikirannya sedang kacau.
Hesa dan teman temannya mulai bergegas ke ibu kota kerajaan Mejajaran, mereka meninggalkan barang barang dan kuda mereka di penginapan karena akan sangat mencolok jika mereka membawa semua barang dan kuda mereka. Perlahan tapi pasti Hesa, Jhon, Sellyne, Bonnye dan Zakia berjalan pergi dari kota Brussia menuju ke ibu kota kerajaan untuk membawa Ezra kembali bersama mereka.
__ADS_1