
Guild adalah sebuah perkumpulan para petualang yang bergabung dan bekerja sama satu sama lain untuk menjalankan sebuah misi. Biasanya anggota guild terdiri dari cukup banyak orang, tapi berbeda denan sebuah guild bernama Dark Phoenix yang hanya memiliki anggota enam orang saja. Guild ini diketuai oleh Hesa dan menjadi salah satu guild yang cukup terkenal di kerajaan Penaloka.
Guild Dark Phoenix menjadi sangat terkenal setelah mereka menyelesaikan lima misi tingkat S dalam waktu satu hari saja. Sebenarnya hal itu cukup sering dilakukan oleh guild guild terkenal, tapi mengingat anggot dari guild Dark Phoenix hanya enam orang saja rasanya hal itu sangat mustahil untuk dilakukan. Dengan itu guild Dark Phoenix menjadi sangat terkenal dan mereka langsung mendapatkan surat tawaran dari raja seperti kebanyakan guild terkenal yang ada di kerajaan Penaloka.
Surat tawaran dari raja untuk sebuah guild adalah surat yang berisi tentang beberapa perjanjian yang saling mengikat dan saling menguntungkan dimana guild tersebut akan menjadi kaki tangan langsung dari kerajaan, selain itu mereka juga akan mendapat sebuah keuntungan berupa wilayah kekuasaan layaknya seorang bangsawan. Tapi meski begitu Hesa sebagai ketua dari guild Dark Phoenix menolak surat tawaran dari raja dan memilih untuk keluar dari ibukota kerajaan dan menetap di sebuah kota kecil yang ada di sana. Hal itu cukup membuat raja dan para petinggi serta orang lainnya terkejut mendengar bahwa surat tawaran dari raja ditolak, padahal selama ini tidak ada yang pernah menolak sura tawaran dari raja itu.
Guild Dark Phoenix yang dipimpin oleh Hesa itu, pergi dari ibu kota kerajaan dan menetap di sebuah kota bernama Walaheyu, sebuah kota yang ada di pinggiran kerajaan Penaloka. Kota itu adalah sebuah kota yang cukup tertinggal dari kota kota yang ada di kerajaan Penaloka, misi misi untuk para petualang juga sangat sedikit mengingat bayaran yang di tawarkan juga cukup sedikit dan tidak sebanding dengan resiko yang ada. Setelah beberapa lama tidak ada berita tentang guild Dark Phoenix dan perlahan mereka seperti menghilang entah kemana.
Di sebuah bar tempat di panjangnya misi untuk para petualang yang berada di kota Walaheyu, sekelompok orang sedang berpesta dengan mengatakan bahwa hari ini semua makanan dan minuman akan dibayar oleh mereka. Orang orang biasa dan para petualang yang ada di sana seketika memesan makanan dan minuman kemudian ikut berpesta bersama sekelompok orang itu. Sekelompok orang yang dimaksud itu adalah anggota dari sebuah guild yang sangat terkenal bernama Dark Phoenix.
Di bar itu terlihat hanya empat anggota dari Dark Phoenix yang sedang berkumpul dan berpesta. Seorang pria dengan tubuh besar dengan kumis dan janggut di wajahnya bernama John, seorang wanita dengan tubuh seksi bernama Sellyne, seorang pria kecil dengan tubuh kerdil bernama Bonye dan seorang wanita dengan rambut pendek bernama Zazkia. Mereka berpesta bersama lainnya dan tiba tiba semua orang yang ada di sana bersorak karena kehadiran Hesa.
Hesa yang baru saja tiba di bar itu langsung di sambut oleh sorakan semua orang yang ada di bar, sempat kaget dengan napa yang sebenarnya terjadi tapi Hesa langsung mengerti keadaan setelah melihat teman temannya sedang berpesta. Dengan wajah yang sedikit kaku Hesa menghampiri teman temannya yang sudah setengah mabuk. Teman temannya itu langsung mendudukkan Hesa di kursi yang ada di sana dan berkata.
“Selamat datang kembali kapten.” Ucap mereka berempat dengan serentak.
“Apa maksud semua ini.” Ucap Hesa masih dengan ekspresi kakunya.
__ADS_1
“Tentu saja ini pesta untuk menyambut kembali kehadiranmu kapten.” Ucap John dengan tersenyum.
“Siapa yang akan membayar semua ini.” Tanya Hesa.
“Tentu saja kamu Hahahahha.” Jawaban mereka berempat kembali serentak.
Hesa mengernyitkan dahinya dan beranjak dari tempat duduknya, ke tempat dipajangnya misi dan memberikan kertas hasil misinya kepada Alina seorang yang bertugas mengurus misi sekaligus pemilik dari bar itu. Alina kemudian memeriksa surat dari Hesa dan menyimpulkan bahwa misi Hesa benar benar sudah selesai. Ia kemudian tersenyum dan berkata:
“Apakah kamu ingin mengambil uang hasil misi mu ini.”
“Apakah ada sisa uang untuk membayar semua pesta ini.” Tanya Hesa.
Alina kemudian memberikan sebotol minuman sebagai hadiah atas pesta yang Hesa gelar saat ini. Dengan ekspresi wajah yang masih kaku, Hesa membuka botol itu dan kemudian meminumnya. Beberapa saat berlalu dan sekarang Hesa sedang berdiri di salah satu meja yang ada di sana, ia berdiri di meja dengan memegang botol di tangannya sembari bercerita kepada semua orang yang ada di sana.
“Aku benar benar benar kaget pada saat itu, ternyata ular raksasa itu adlah seorang iblis. Saat itu aku sepertinya akan mati di sana tapi beruntung kau bisa membunuh ular itu dengan pedangku. Dan kalian tahu setelah itu aku tertidur selama dua hari dua malam, dan saat bangun aku langsung berdiri dan dokter di sana sangat kaget kenapa aku bisa berdiri padahal tulang tulang ku patah ha ha ha ha hah ah ahaha haha hah.”
“Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha.” Semua orang tertawa mendengar cerita dari Hesa.
__ADS_1
“Kapten sepertinya kamu sudah sangat mabuk.” Saut Bonye dengan tersenyum.
“Apa mabuk, aku sama sekali tidak mabuk, butuh satu ting minuman untuk bisa memabukkan ku ha haha ha hah ahaha ha ah.” Ucap Hesa dengan badan yang sudah sempoyongan.
“Lanjutkan pestanya!!!” Teriak Hesa kepada semuanya bersamaan dengan ia turun dari meja.
Berjalan dengan tubuh yang sudah tidak tegap Hesa menghampiri keempat temannya dan duduk bersama mereka. Dengan duduk di sana sembari menatap keempat temannya dan berkata:
“Apaklah kamu yang mengirimkan surat kepadaku.” Ucap Hesa menatap sellyne.
“Iya ku yang menulis dan mengirimkan surat itu kepadamu.” Jawab Sellyne.
“Jadi Ezra benar benar pergi ya.” Ucap Hesa.
Ke empat temannya kemudian bingung dengan ekspresi yang dikeluarkan oleh Hesa awalnya mereka mengira Hesa hanya sedang mabuk tapi setelah melihat Hesa cukup lama mereka sadar itu bukanlah sekedar ekspresi karena mabuk. Keempatnya bingung karena mereka hanya mengetahui bahwa Ezra salah satu dari mereka pergi ke kampung halamannya. Seketika kebingungan mereka berempat hilang setelah Hesa berkata:
“Apakah kalian tahu bahwa Ezra tidak punya kampung halaman.”
__ADS_1
“Dia adalah seorang bangsawan di salah satu kerajaan, tapi suatu ketika kerajaan itu diserang dan kalah. Kekalahan kerajaan itu di sebabkan pengkhianatan dari dalam yang menyebabkan tentara musuh bisa masuk ke kerajaan dengan mudah dan pengkhianat dari kerajaan itu adalah ibu Ezra sendiri. Setelah kerjaan itu di taklukan ibu Ezra menikah dengan raja yang baru dan dia membuang Ezra.” Lanjut Hesa.
“…” Tidak ada jawaban dari mereka berempat.