
Pada malam hari di kediaman Istana kekaisaran Xu di wilayah Timur Benua Ikan Koi, seorang anak kecil berusia 5 tahun bernama Xu Yu Zen menyelinap keluar dari salah satu jendela kamarnya kemudian mengendap-endap melewati atap bangunan.
"Fuuuhh Ahhhhhhhh!, Akhirnya aku berhasil keluar dari istana kerajaan" Kata Xu Yu Zen dengan nada lega.
Xu Yu Zen mulai melompat dari bangunan satu ke bangunan lainnya, ia mulai memeriksa tempat-tempat yang rawan akan kejahatan namun tidak menemukan apapun.
"Fuhhhhh!, Hari ini sepertinya tidak ada penjahat yang berkeliaran, padahal aku ingin segera mencoba jurus Pukulan Harimau yang diajarkan oleh Guru" Batin Xu Yu Zen sambil terduduk di atap bangunan paling tinggi.
Saat itu juga seorang wanita mulai mengejutkan Xu Yu Zen.
"Tuan muda Cepat kembali ke istana!" Teriak Xian Hian seorang wanita berumur 18 tahun dengan mengenakan selendang berwarna merah cerah, sejak kematian Ibu Xu Yu Zen, gadis itu ditunjuk sebagai Pengawal Xu Yu Zen kerena bakat Beladiri nya yang diatas rata-rata militer Kerajaan.
Waaaaaaa!
Xu Yu Zen terkejut hingga akhirnya berkata.
"Kenapa kamu selalu mengagetkan ku disaat seperti ini?" Kata Xu Yu Zen dengan ekspresi kesal.
"Maaf tuan muda Xu Yu Zen, tapi bukankah ini sudah ke 30 kalinya Tuan muda keluar dari istana hanya untuk bermain pahlawan-pahlawannan?" Kata Xian Hian dengan nada lembut.
"Bermain kau bilang?, Apa kamu tidak lihat bahwa penduduk di sini membutuhkan seorang pahlawan!" Kata Xu Yu Zen dengan nada kesal.
Satu bulan berlalu semenjak Kematian Ibunya karena penyakit misterius.
Ketika ibunya hampir
menghembuskan nafas terakhirnya ia berpesan kepada Xu Yu Zen sambil tersenyum lembut.
"Nak, kekuatan itu bukan untuk digunakan menindas orang, melainkan untuk menyelamatkan orang" Kata Ibunya hingga akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Walaupun Ibunya berpesan kepada Xu Yu Zen yang saat itu masih berumur 5 tahun, tetap saja Xu Yu Zen hanya dapat memahami beberapa kata saja.
Saat itu juga Xu Yu Zen terus berlatih seni bela diri dengan Keras hingga akhirnya ia sudah mencapai tingkat rata-rata pasukan kerajaan.
Peningkatannya yang sangat pesat itu hampir membuat semua orang yang berada di istana kerajaan Xu itu terkagum sekaligus menjuluki Xu Yu Zen dengan si jenius kecil.
Disamping itu Ia juga mengunakan sumberdaya yang diwariskan oleh ibunya yang telah wafat.
Namun ayahnya Kaisar Xu Yian semakin khawatir akan peningkatan kekuatan dan kejeniusan anaknya, mengingat Kaisar Xu Xian memiliki bisnis besar di dunia bawah.
Bulan purnama mulai menampakan sinarnya di Ibu Kota Xu, Xu Yu Zen dan Xian Hian memutuskan untuk kembali ke istana kerajaan Setelah berkeliling kota cukup lama.
"Tuan muda, apakan Tuan muda ingin saya gendong, biar kita lebih cepat sampai di istana kerajaan?" Tanya Xian Hian dengan nada lembut.
"Tidak mau, Karena Laki-laki tidak akan merepotkan seorang wanita" Kata Xu Yu Zen dengan ekspresi keren.
Walaupun Xu Yu Zen masih berusia 5 tahun tetap saja ia dapat membedakan mana wanita cantik dan tidak.
"Waaahh Tuan muda selalu keren!" Teriak Xian Hian dengan nada kegirangan.
"Terimakasih Guru Wang Hao telah mengajarkan kata-kata itu" Batin Xu Yu Zen.
Xu Yu Zen dan Xian Hian selalu menggunakan jalur rahasia untuk menyelinap kembali ke kerajaan, kerena jika ia ketahuan keluar dari istana kerajaan maka Xu Yu Zen akan dihukum oleh Ayahnya sendiri.
__ADS_1
Pernah ketahuan sekali namun saat itu Xu Yu Zen hanya di kurung didalam Paviliun kecil selama 7 hari, mengingat saat itu Ibunya masih hidup.
Saat mereka berdua tiba di pintu rahasia Kerajaan, saat itu juga ada puluhan orang dengan pakaian prajurit kerajaan sedang membawa 2 gerobak yang tertutup kain.
"Tunggu tuan muda" Kata Xian Hian sambil bersembunyi di atas pohon.
"Ada apa, kenapa kita tiba-tiba bersembunyi?" Tanya Xu Yu Zen
"Kenapa mereka disini?" Xian Hian menelan ludahnya, ia tidak menduga bahwa prajurit yang sedang menyamar itu adalah anggota Kelelawar Merah.
Xian Hian mengetahui karena mereka memiliki pancaran aura kejahatan yang tidak asing.
"Apa yang mereka lakukan?" Tanya Xu Yu Zen sebelum akhirnya sebuah Aura membunuh mulai ia rasakan dari dekat.
"Tuan muda awas!" Saat itu juga Xian Hian meraih tangan Xu Yu Zen namun terlepas.
Xu Yu Zen terlempar jauh setelah seseorang menendang perutnya hingga akhirnya para anggota Kelelawar Merah yang saat itu sedang menyamar melihat Xu Yu Zen tersungkur di dekatnya.
Uhuk! Uhuk! Huekkkkkk!
Xu Yu Zen mulai memuntahkan darah mengingat tendangan itu hampir mematikan dirinya.
Seketika Xian Hian mulai menuju ke tempat Xu Yu Zen tersungkur.
"Wah wah wah... aku tidak menyangka akan menemukan dua bocah kecil disini" kata Huang Tian pria paruh baya yang telah ahli dalam seni beladiri.
"Beraninya kau menyerang Putra mahkota!" Kata Xian Hian dengan kondisi waspada mengingat saat itu juga para anggota Kelelawar Merah mulai mengepungnya.
"Kenapa ribut-ribut?" Tanya Kaisar Xu Xian yang saat itu berjalan mendekati keramaian.
"Kaisar Xu Yian, cepat berlindung, mereka adalah anggota Kelelawar Merah!" Teriak Xian Hian dengan nada panik.
Kaisar Xu Yian terus berjalan hingga akhirnya ia mendapati anaknya sendiri tersungkur ke tanah.
"Tuan, apa yang akan kita lakukan dengan kedua orang itu?" Tanya Huang Tian.
"Bagaimana mungkin?" Xian Hian terkejut setelah melihat Kaisar Kerajaan dan para anggota Kelelawar Merah tidak melakukan kontak serangan apapun melainkan terlihat seperti telah bekerja sama.
Xian Hian mulai memutar otaknya, ia mencoba membawa tubuh Xu Yu Zen namun saat itu juga sebuah Pedang milik Huang Tian menusuk perut Xian Hian.
Jleeeb!
"B-bagaimana mungkin gerakannya bisa se..ce..pat.. i..tu?" Xian Hian mulai tersungkur lemas namun masih mencoba berdiri tapi, dalam sekejap saja tubuh Xu Yu Zen sudah berada di tangan Huang Tian.
"Tuan apa yang akan kita lakukan kepada anak ini?" Tanya Huang Tian.
"Uhuk! Uhuk! Lepaskan aku" kata Xu Yu Zen dengan nada serak.
"Ooh... bocah ini tangguh juga, dapat bertahan setelah menerima Tendangan Kilat ku" kata Huang Tian dengan nada sombong.
Saat itu juga Xu Yu Zen melihat ayahnya berdiri di samping Huang Tian.
"Ayah!, Kenapa ayah disini?" Kata Xu Yu Zen dengan kebingungan.
"Barusan dia memanggil Kaisar Xu sebagai Ayah?" Huang Tian menelan ludahnya dan tubuhnya bergetar hebat sebelum akhirnya Kaisar Xu Yian berkata.
__ADS_1
"Hahaha... mungkin dewa keberuntungan sedang berpihak kepadaku"
"Sebenarnya aku ingin membunuhnya namun, hal itu hanya akan memperpendek penderitaan anak ini"
Xian Hian pun terkejut setengah mati setelah mendengar perkataan Ayah Xu Yu Zen tersebut.
"Kaisar apa yang Anda Katakan?" Sahut Xian Hian dengan nada serak
"Ayah, Kenapa Ayah melakukan kejahatan seperti ini, bukankah mendiang ibu akan marah jika melihat ini?" Kata Xu Yu Zen dengan nada serak perasaannya juga campur aduk karena ia benar-benar syok setelah melihat sifat ayah yang sebenarnya.
"Oh.. maksudmu si Jalang itu, lagi pula aku sudah mendapatkan apa yang ku inginkan jadi nyawamu sudah tidak terlihat berharga di mataku" kata Kaisar Xu Yian dengan nada dingin.
Saat itu juga emosi Xu Yu Zen mulai meluap mengingat ia tau betul arti kata Jalang tersebut, kerena ia juga pernah mendengar kata itu dari salah satu penjahat yang pernah dia kalahkan.
Namun saat itu juga Xu Yu Zen teringat tentang perkataan Gurunya.
"Tuan muda, apakah Anda ingin menjadi pahlawan?" Kata Guru tersebut
"Iya Guru!"
"Kau tau kan arti pahlawan sesungguhnya itu?"
"Memangnya ada pahlawan palsu ya?
"Pahlawan sesungguhnya itu rela mengorbankan apapun demi menyelamatkan kehidupan"
"Jika saat-saat terakhir, jika nyawamu sudah tidak tertolong lagi, sebisa mungkin selamatkan kehidupan itu walaupun hanya satu orang"
"Mengamuklah!"
"Baik Guru!"
Tiba-tiba Tubuh Huang Tian bergetar hebat.
"B-bagaimana mungkin anak ini mempunyai energi tenaga dalam yang amat besar" tangannya gemetaran hingga akhirnya Xu Yu Zen berteriak.
"Kakak Xian Hian!, Cepat kabur dari sini!" Teriak Xu Yu Zen.
"Tapi!" Sahut Xian Hian.
"Kumohon!, Karena ini adalah permintaan terakhirku!" Xu Yu Zen mulai mengamuk dengan ganasnya.
Disisi lain Xian Hian tidak ada pilihan lain selain menuruti perkataannya.
"Jangan sampai wanita itu kabur!"
Saat itu juga Xu Yu Zen dapat menghentikan para anggota Kelelawar Merah yang mampir menangkap Xian Hian.
Pertarungan Begitu sengit hingga akhirnya Xu Yu Zen mulai terjatuh lemas.
"Sial kekuatan bocah ini sangat mengerikan!" Kata Huang Tian dengan nada berat.
"Bagaimana dengan wanita yang berhasil kabur itu?" Tanya Anggota Kelelawar Merah lainnya.
"Biarkan saja!" Teriak Kaisar Xu Yian.
__ADS_1
"Huang Tian, hancurkan jalur Kultivasi anak ini, dan buang dia ke pertambangan budak di wilayah barat, agar dia dapat menderita lebih lama!" kata Kaisar Xu Yian dengan nada datar seolah-olah tidak ada rasa Kasih sayang terhadap anaknya tersebut.