Dark Hero : God Of Martial Arts

Dark Hero : God Of Martial Arts
Ch.23-Kejanggalan


__ADS_3

"Spirit Beast?... mustahil" Yu Zen terkejut dengan penuh kejanggalan, pasalnya Syarat yang harus dipenuhi untuk memanggil Spirit Beast yakni harus menginjak usia 17 tahun keatas.


Beberapa penonton yang menyaksikan kejanggalan itu mulai kebingungan dan beberapa lagi semakin semangat karena kurangnya pengetahuan.


Mata Dong Deng melihat kearah Kaisar Lin seolah ada sebuah kejanggalan di pertarungan tersebut, namun saat itu juga Kaisar Lin hanya merespon tatapan Dong Deng dengan mengangkat tangan kanannya seperti sedang memberi isyarat untuk tidak ikut campur.


Beberapa detik saja Setelah Spirit Beast itu keluar dari portal lingkaran, saat itu juga Spirit Beast itu mulai berlari menyerang Yu Zen yang ada didepannya.


Mata Yu Zen melebar penuh keterkejutan, namun dengan cepat ia kembali fokus.


Hanya dalam kedipan mata saja, Spirit Beast itu sudah berada di dekatnya.


Cringggggg!


Cakar itu mulai menyambar tangan Yu Zen hingga ia terpental jauh.


Mungkin saja jika bukan karena Jurus Ketahanan Kepala Banteng dan Kelihaian miliknya tubuh Yu Zen dapat terkoyak habis.


Uhuk! Uhuk!


"Darah?" Mata Yu Zen melebar melihat darah yang keluar dari dalam mulutnya mengotori arena.


Sorakan penonton semakin memenuhi arena, Putra mahkota Lin Tian juga semakin gembira melihat kejadian itu.


"Spirit Beast itu barusan mengunakan tenaga dalam?" Gumam Yu Zen.


Ia tidak menyangka bahwa Spirit Beast yang ada dihadapannya itu berada di Tingkat 4.


"Bahkan dengan kekuatan ku saat ini mungkin mustahil dapat mengalahkannya"


"...Berfikirlah..."


Sesaat setelah ia mencoba merenung sebentar saat itu juga ia teringat dengan Roh Xi Fang Zhe yang berada didalam tubuhnya.


"Roh Xi Fang Zhe aku ingin meminjam kekuatanmu" Kata Yu Zen dalam hati.


Namun permintaan itu seolah diabaikan oleh Ron Xi Fang Zhe.

__ADS_1


"Diamlah bocah kecil saat ini aku sedang sibuk bermeditasi" Roh Xi Fang Zhe hanya merespon dengan begitu dingin.


"Apa yang dia barusan katakan, bahkan disaat genting seperti ini?" Yu Zen mulai mengedipkan matanya, pandangannya berubah menjadi pandangan kemarahan.


"Fuihhh, bahkan semua orang disini masih membiarkan kejanggalan ini" Yu Zen hanya menggenggam erat kedua tangannya, matanya menatap spirit Beast itu dengan penuh keberanian.


"Hahaha....,mari kita akhiri ini" Tan Tan tertawa sombong, pikiran saat ini hanya dipenuhi dengan ambisi kemenangan tanpa memikirkan kejanggalan.


"Serang!"


Dengan cepat Spirit Beast itu mulai melancarkan serangan kedua miliknya namun saat itu juga Yu Zen mulai bereaksi.


"Fuhh, tidak Ada harapan....."


"...Roh Xi Fang Zhe..."


"...Kumohon..."


"...pinjaman kekuatan mu..."


"...bahkan jika itu hanya satu detik saja.."


"...Terimakasih..."


"...walaupun hanya 5%..."


"... itu sangat membantu..."


Dengan cepat ia mulai memukul Spirit Beast itu dengan penuh keyakinan.


"...Rasakan ini..."


"Jurus Tinju maut!


Yu Zen meninju Spirit Beast itu dengan penuh semangat, ia tidak menyadari bahwa 5% kekuatan yang diberikan oleh Roh Xi Fang Zhe dapat memecahkan batu besar menjadi beberapa bagian.


Boom!

__ADS_1


Tinju itu mendarat tepat di bagian kepala Spirit Beast tersebut kemudian ia terhempas mundur hingga mengarah ke tempat Tan Tan berdiri.


Hueeek!


Tan Tan juga terhempas keluar dari arena, tidak lupa hempasan yang cepat itu membuat Cincin Ilusi miliknya terlepas.


Buruk!


Penonton pun terdiam, seketika suasana menjadi hening, pandangan mereka bukan mengarah ke arah Yu Zen, melainkan sesosok yang sedang menyamar tersebut yang tidak lain adalah Tan Tan, salah satu Bangsawan terkenal.


Saat itu juga sebuah lonceng dibunyikan sebagai tanda berakhirnya pertandingan.


Ting! Ting! Ting!


"... akhirnya..." Yu Zen hanya menatap tangan kanannya sebelum akhirnya ia mulai terjatuh kelelahan, namun ia mencoba untuk berdiri kembali sebagai pemenang pertarungan tersebut.


Kaisar Lin mulai berdiri hingga membuat semua orang terdiam.


"Pemenang pertarungan ini adalah Anak bertopeng!"


Seketika sebuah sorakan para penonton mulai memadati arena hingga akhirnya Kaisar Lin mulai berbicara.


"Turnamen selanjutnya akan dilanjutkan Besok" Kaisar Lin mulai terduduk kembali namun saat itu juga Putra Mahkota Lin Tian mulai protes.


"Ayah, bagaimana mungkin, itu tidak sesuai aturan" Putra mahkota Lin Tian mulai berdiri dari tempat duduknya "aku ingin pertarungan ini dilanjutkan hari ini juga"


Kaisar Lin mulai melirik Anak Laki-lakinya, disamping itu Putri Lin Lin hanya terdiam dibalik pain penutup wajahnya.


"Dimana sopan santun mu?" Kaisar Lin hanya memandang Lin Tian dengan kekecewaan.


Kaisar Lin mulai menghela nafas.


"Huuuuh..baiklah pertarungan ini akan dilanjutkan"


"Benarkah ayah?... Terimakasih"


Saat itu juga mata Putra mahkota Lin Tian mulai melebar, kegembiraannya semakin besar.

__ADS_1


Putra mahkota Lin Tian berfikir bahwa serangan tersebut adalah serangan terakhir yang Yu Zen lancarkan, mengingat kondisi tubuh Yu Zen sudah seperti mayat hidup, bahkan untuk berdiri saja masih gemetar.


Lantas dengan saat ia melihat itu, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang sekali seumur hidupnya.


__ADS_2