
Yu Zen memejamkan matanya.
Tubuhnya masih terikat oleh rantai yang melilit kedua tangan dan kakinya, ia mencoba melepaskan ikatan tersebut namun kali ini ia mengunakan sedikit tenaga dalam yang ia miliki sebelumnya.
"Lepaslah!"
Cringggggg!
Saat itu juga tangan dan kaki Yu Zen mulai hancur.
Arggggghhhh!
"Sakit!" Teriak Yu Zen.
"Apa yang kamu lakukan?, bukanlah aku sudah bilang untuk mengunakan kekuatanku sedikit saja" kata Xi Feng Zhe memalui telepati.
"Saat ini tulang dan otot mu masih belum cukup kuat untuk mengunakan semua kekuatan ku" imbuhnya.
Saat itu juga seorang pria paruh baya sambil membawa ikan besar mendekati Yu Zen yang terluka sangat parah.
"Ada yang bisa aku bantu Nak?" Tanya pria tersebut.
Yu Zen terkejut namun mencoba menenangkan diri mengingat saat ini rasa sakitnya lebih utama dibandingkan dengan Pria paruh baya tersebut.
"Tolong Tuan" kata Yu Zen.
"Coba pejamkan matamu dan bayangkan dengan penuh konsentrasi kemudian ingatlah bentuk tangan mu seperti apa lalu kakimu juga" kata Pria tersebut sambil terduduk di sebuah batu besar
__ADS_1
"Sudah Tuan lalu apa yang selanjutnya?"
"Bukankah matamu!"
Saat itu juga Yu Zen mulai membuka matanya namun ia hampir terkejut setengah mati, tangan dan kakinya awalnya hancur tersebut seketika kembali utuh seolah-olah sedang beregenerasi.
"Mustahil!" Teriak Yu Zen dengan nada terkejut.
"Tuan sebenarnya siapa?" Tanya Yu Zen dengan penuh penasaran, seumur hidupnya belum pernah ada yang menggunakan metode seperti Pria paruh baya tersebut, mengingat biasanya mereka menggunakan sebuah pill penyembuhkan.
"Hahaha... aku hanya orang biasa yang sedang kebetulan lewat, namun Energi Spiritual mu sangat luar biasa hingga dapat menyembuhkan luka yang parah menjadi utuh kembali" kata pria paruh baya tersebut sambil berdiri mendekati Yu Zen.
"Perkenalkan namaku Fu" kata Pria tersebut sambil berjabatan tangan.
"Nama saya Yu Zen" kata Yu Zen yang juga berjabat tangan dengan Fu.
"Terimakasih Tuan" Jawab Yu Zen sambil mulai melangkah bersebelahan dengan Fu.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di kediaman Fu, rumahnya seperti gubuk tua yang hampir rubuh namun saat membuka pintu 2 orang anak kecil berusia 7 tahun berteriak kegirangan.
"Hore! Ayah pulang!" Kata Nin dan Nan, Mereka hanyalah anak kembar namun Nin adalah seorang anak perempuan dan Nan adalah seorang anak laki-laki.
"Ayah-ayah hari ini kita makan apa?" kata Nin.
"Ayah-ayah siapa dia?" Kata Nan.
"Hahaha... kalian luar biasa" saat itu juga Fu mulai mengendong kedua anak kembar tersebut sebelum akhirnya Yu Zen mulai memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Perkenalkan nama saya Yu Zen" sambil menunduk hormat.
"Perkenalan Namaku Nin" ujar Nin dengan nada terbata-bata.
"Namaku Nan" sahut Nan dengan ekspresi bermusuhan.
"Han, jangan seperti itu kepada orang yang baru kamu kenal" sahut Lin dengan nada lembut, Lin adalah Ibu dari kedua anak tersebut sekaligus istri Fu.
"Perkenalkan dia istriku Lin" kata Fu sambil menunjuk kearah Lin.
Lin menunduk hormat ke arah Yu Zen hingga akhirnya Yu Zen juga membalas hormat tersebut.
Saat itu juga Lin mulai berkata.
"Mari makan bersama-sama" kata Lin sambil mempersiapkan beberapa bahan.
"Horee makan!" Kata Nan.
"Ibu nanti duri ikanya dibuang ya" kata Nin.
"Baik sayang!" Sahut Lin.
Mereka berlima makan bersama seperti layaknya keluarga, namun disisi lain Yu Zen hanya dapat melihat keharmonisan keluarga itu seperti layaknya keluarga yang sebenarnya.
Purnama mulai muncul dengan terangnya saat itu juga Yu Zen, Nin dan Nan tidur bersama di tempat tidur yang sama.
"Tapi kenapa aku harus tidur di tengah" batin Yu Zen hingga akhirnya ia tertidur pulas.
__ADS_1