
Yu Zen berjalan kembali menuju Desa dengan tangan kanan terikat tali terbuat dari daun menyerupai perban.
Sesampainya disana Beberapa penduduk kebingungan sekaligus tidak percaya bahwa Yu Zen dapat kembali hidup-hidup setelah mengunjungi hutan yang dihuni oleh Iblis tersebut.
Kepala Desa yang mendengar kabar kembalinya Yu Zen dari hutan itu juga langsung menghampirinya.
Beberapa penduduk desa mulai menyambut Yu Zen dengan sangat ramah Setelah mendengar kabar bahwa iblis itu telah dikalahkan olehnya.
Penduduk desa mulai merayakan sebuah pesta kecil di dalam rumah milik Kepala Desa tersebut, berbagai macam menu makanan disajikan khusus untuk Yu Zen, beberapa penduduk desa mulai berbondong-bondong memberikan hadiah kepada Yu Zen sebagai rasa terimakasih karena telah menyelamatkan desa dari pahitnya penderitaan.
Namun saat itu juga seseorang mulai mendatangi Yu Zen dengan raut muka menyesal.
"Maafkan aku tuan muda Yu Zen, aku sebenarnya tidak ingin memberitahu tempat itu" kata Pria Paruh baya tersebut sambil menunduk, ia sebenarnya telah kehilangan putra kesayangannya yang juga diam-diam menyelinap ke dalam hutan namun saat itu juga putranya telah dibunuh oleh Iblis tersebut.
"Kenapa kamu meminta maaf, justru aku yang paling berterimakasih kepada mu karena telah menunjukkan lokasi Iblis tersebut" kata Yu Zen dengan nada lembut.
"Tapi tuan muda, karena saya tangan nada-" Pria paruh baya itu menghentikan perkataannya yang belum selesai karena Yu Zen memotong perkataan pria paruh baya tersebut.
"Fufufufu... jangan terlalu memikirkannya Paman, tangan ini akan sembuh dengan sendirinya" kata Yu Zen dengan nada percaya diri.
Setelah 3 hari menginap di rumah kepala desa saat itu juga Yu Zen mulai pamit untuk terus melanjutkan perjalananya ke arah Timur.
__ADS_1
"Nak Yu Zen, jangan lupa bawa ini" kata Istri kepala desa Sambil memberikan bekal makanan.
"Terimakasih Bibi"
Yu Zen mulai berjalan meninggalkan Desa menuju kearah timur, setelah 2 hari perjalanan ia menemukan sebuah kereta kuda yang sedang dikepung oleh puluhan Bandit Hutan.
Dengan sigap Yu Zen mulai menuju ke arah kereta kuda yang tidak jauh dari tempatnya itu, namun sebelum beraksi Yu Zen mengenakan sebuah topeng yang dia dapat dari pemberian kepala desa.
Tingkat kewaspadaan Bandit-bandit itu sangatlah rendah, mereka hanya terfokus kearah Prajurit Pengawal dan wanita yang ada didalam kereta kuda, dengan kekuatan Fisik mereka yang berada di Tingkat 4 bintang 3 dan Kekuatan Lingkaran Spiritual Lapis 3 mereka percaya diri akan kekuatanya.
"Serahkan wanita itu!" Kata Bandit dengan luka di bagian matanya tersebut sambil meneteskan air liurnya.
Dengan cepat Kedua kaki Yu Zen mulai berada di kepala salah satu Bandit tersebut.
"Jurus Slading Teckle Terbang!"
Wussss!
Bandit itu terlempar jauh Hingga membuat para Prajurit Pengawal dan Para Bandit lainnya terkejut tidak percaya, ia melihat dengan jelas seorang anak berusia sekitar 9 tahun mengenakan topeng menendang pemimpin Bandit itu layaknya sebuah mainan.
"Siapa dia?" Tanya seorang Bandit
__ADS_1
"Bunuh bocah itu!" Teriak pemimpin Bandit dengan luka di bagian matanya.
Pertarungan Begitu sengit hingga akhirnya para bandit-bandit itu terkapar tidak berdaya setelah melawan Yu Zen yang hanya seorang diri.
Para Prajurit Pengawal hanya terdiam gemetar, mengingat pertarungan yang dipertunjukkan oleh Yu Zen sangatlah brutal, ia tidak segan-segan menghancurkan titik-titik vital para bandit tersebut hingga mereka tidak dapat bergerak kembali.
"Siapa kau?" Tanya Prajurit Pengawal sambil menodongkan sebuah Pedang dengan gemetaran.
"Maaf Tuan Prajurit, saya hanya anak kecil yang kebetulan sedang lewat" kata Yu Zen dengan nada polos sambil menggaruk-garuk rambutnya.
"Kemana tujuan mu?" Tanya Prajurit Pengawal lainnya.
"Saya ingin menuju kearah timur" kata Yu Zen dengan nada polos saat itu juga perkataan Yu Zen dibalas seorang gadis yang berada di dalam kereta kuda.
"Jika kamu tidak memiliki surat izin, maka kamu akan dicap sebagai imigran" Seorang Putri mulai membuka pintu kereta kuda kemudian berucap kembali.
"Bolehkan aku membantumu sebagai bentuk rasa terimakasih ku"
"Pahlawan bertopeng" kata Putri tersebut dengan nada lembut
"Pahlawan bertopeng?, Baru kali ini ada nama pahlawan yang terlihat keren" Batin Yu Zen dengan penuh kegembiraan.
__ADS_1