
Yu Zen mulai membuka pintu rumah yang telah Lin Lin berikan sebelumnya, ia berjalan menuju tempat tidur yang memiliki celah dibawahnya, dengan kedua tangan mungilnya, ia mengambil kantong kecil yang dia simpan dibawah kasurnya.
Dong Deng hanya terdiam membisu menyaksikan Yu Zen yang terlihat seperti anak normal, karena ia menyembunyikan barang di bawah kasur seperti anak kecil pada umumnya.
Sesaat setelah membuka kantong kecil tersebut, saat itu juga Dong Deng melebarkan matanya seolah tidak percaya.
Yu Zen memberikan sebuah kantong kulit yang berisi kotoran Rusa Surga kepada Dong Deng.
"Ambillah jika kamu mau, lagipula aku tidak tau cara menggunakannya"
Dong Deng menelan ludahnya, kali ini ia benar-benar percaya dengan cerita Yu Zen setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa kantong itu benar-benar berisi kotoran Rusa Surga yang masih baru.
"Nak, bagaimana mungkin kamu mendapatkan benda ini?" Sebenarnya Dong Deng tidak begitu terkejut mengenai manfaat kotoran Rusa Surga, namun yang ia kejutkan adalah keberadaan Rusa Surga itu sendiri.
"Dimana kamu mendapatkannya?" Dong Deng menaikkan alisnya dengan tidak sopan.
"Kalau tidak salah 30 hari perjalanan dengan menunggangi kuda kearah barat" Yu Zen sekedar mengira-ngira saja.
Dong Deng mulai berfikir keras mengunakan otaknya yang sudah tua, ia mencoba membayangkan apa saja yang ia temukan jika ia menunggangi kuda kearah barat selama 30 hari.
"Tunggu-tunggu"
__ADS_1
"Tidak-tidak"
"Tunggu-tunggu"
Dong Deng terus berfikir sambil berbicara sendiri seolah terlihat seperti orang gila, ia mulai mencoba mengumpulkan semua keraguannya kemudian bertanya kembali.
"Nak, apa yang kamu maksud adalah Hutan Roh?" Kata Dong Deng dengan keraguan.
"Hutan Roh?" Yu Zen manaikan alisnya sebelum akhirnya Dong Deng bertanya.
"Nak apakah disana banyak dihuni berbagai macam hewan aneh?"
"Jika dugaan ku benar, maka tidak mungkin seorang anak kecil yang tidak memiliki energi spiritual dapat memasukinya" gumam Dong Deng.
Dahi Dong Deng mulai mengkerut matanya juga menyipit "Mustahil, bagaimana mungkin kamu dapat memasuki Hutan Roh itu tanpa bantuan tenaga Spiritual yang besar, tidak, bahkan diriku saja akan kehilangan separuh tenaga Spiritualku jika aku memaksa memasukinya"
"Lalu bagaimana caramu memasukinya?"
"Entahlah tiba-tiba saja aku sudah berada disana" kata Yu Zen sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Dong Deng sedikit kecewa mendengar Jawab Yu Zen, namun saat itu juga Yu Zen mulai bertanya balik
__ADS_1
"Paman bolehkan aku bertanya?"
"Katakan saja apa pertanyaan mu"
"Sebenarnya hal ini masih mengganjal dipikirkan ku, bagaimana pun juga aku harus mendapatkan kejelasan yang pasti" Batin Yu Zen sebelum akhirnya berbicara.
"Paman kenapa kebanyakan penduduk disini cenderung tenang dan bahagia?, tidak, melainkan sedikit hal kriminal yang terjadi di Kerajaan ini" Yu Zen memandangi mata Dong Deng yang seolah mulai redup.
".. Bahagia?, Sedikit hal kriminal?..." Dong Deng mulai membalikkan badannya dengan memasang raut muka serius.
"Sebenarnya aku ingin tau darimana anak ini berasal, bahkan jika aku bertanya mungkin ia tidak akan menjawabnya, kemudian pertanyaan yang dia tanyakan sangatlah mendasar, seolah ia bukan berasal dari wilayah barat" batin Dong Deng sebelum akhirnya menghela nafas panjang.
Huhhhhh.......
"Nak, yang kamu lihat itu sangatlah benar, namun dibalik itu semua ada bayaran yang sangat besar"
"Kerajaan Lin, tidak, melainkan Semua Kerajaan Wilayah Barat saat ini sudah berada dibawah kekuasaan Kerajaan Xing, terutama Kerajaan Xing Barat, mereka terus-menerus memeras sumberdaya kami-, maaf aku berkata terlalu banyak" Dong Deng mulai membuka pintu keluar.
"Selamat malam Nak, terimakasih"
Saat Yu Zen berkedip, saat itu juga Dong Deng menghilangkan dari pandangannya seolah sedang diterpa angin malam.
__ADS_1
"Bagaimana bisa aku tidur dengan nyenyak setelah mendengar perkataan mu itu" Batin Yu Zen sambil menutup pintu kemudian mencoba tidur walaupun otaknya masih berfikir.