Dark Hero : God Of Martial Arts

Dark Hero : God Of Martial Arts
Ch.6-Embun Pagi


__ADS_3

Malam mulai berganti, matahari mulai menampakkan sinarnya perlahan namun pasti.


Yu Zen terbangun dari tidurnya mengingat malam pertama yang ia lalui sangatlah singkat karena ia sangat menikmatinya.


Fuaaaaahhhhh!


Yu Zen mulai menguap kemudian keluar dari gubuk kecil tersebut, ia mendapati Nin dan Nan sedang belajar beladiri dengan dilatih oleh Fu yang saat itu bersama mereka.


"Oh Yu Zen sudah bangun" kata Fu sambil terus mempraktekan kuda-kuda.


"Apakah kamu mau ikut latihan?" Kata Fu sambil melanjutkan gerakan berikutnya.


"Terimakasih Guru Fu" kata Yu Zen dengan spontan.


Saat itu juga mereka yang mendengar perkataan Yu Zen mulai tertawa.


"Hahaha.... ayah barusan di panggil Guru" kata Nan.


"Ehhh... Memangnya guru selucu itu?" Batin Yu Zen kemudian mengikuti gerakan yang diajarkan oleh Fu.


"Apakah kalian tau arti dari seni beladiri?" Kata Fu sambil melanjutkan pergerakannya.

__ADS_1


"Huuhhh, kenapa ayah sering mengulangi pertanyaan itu" kata Nan


"Beladiri digunakan untuk menyerang musuh?" Kata Nin.


"Salah" kata Fu sambil melanjutkan gerakan berikutnya.


"Aduh salah lagi" kata Nin sambil menghela nafas panjang.


"Beladiri digunakan untuk melindungi diri?" Sahut Yu Zen sambil mengikuti gerakan yang diajarkan oleh Fu.


"Emmmm, nanti akan aku pikirkan kembali" kata Fu sambil melanjutkan pergerakan berikutnya.


1 jam berlalu pelatihan mereka akhirnya telah usai.


"Sampai kapan kita melakukan ini terus" kata Nin sambil tiduran di rumput yang terasa dingin di kulit.


Disisi lain Yu Zen masih kebingungan mengingat seni Beladiri yang diajarkan oleh Guru Fu hanya seni beladiri dasar.


"Kalian berdua harus membantu ibu ya?" Kata Fu kepada kedua anak kembarnya.


"Ya!" Jawab serentak Nin dan Nan.

__ADS_1


"kurasa hari ini kita sudahi saja sekarang ayah akan pergi berburu, Yu Zen apakah kamu mau ikut dengan ku?" kata Fu sambil memandang Yu Zen dengan penuh pengharapan.


"Baiklah" kata Yu Zen.


Mereka berdua pergi mengelilingi hutan, meloncat kesana kemari seperti layaknya seekor kera namun saat itu juga kedua orang tersebut terhenti di sebuah air terjun yang sangat deras.


Air terjun itu diberi nama Jarum Es mengingat siapa saja yang mencoba menyentuh air tersebut layaknya seperti tusukan jarum Es yang menusuk-nusuk kedalam tubuhnya.


"Dinginnnn!" Teriak Yu Zen Setelah menyentuh air tersebut.


"Haha....Yu Zen apakah kau dapat melakukan ini?" Fu mulai mempraktikkan berbagai macam jurus mulai dari jurus Pukulan Fatal, jurus berjalan di udara, dan juga jurus ketahanan Dewa.


Yu Zen mulai terkagum setengah mati karena jurus yang diajarkan oleh Guru Fu sangatlah langka, mengingat semua jurus yang di ajarkan oleh Fu tidak pernah tertulis di kitab manapun.


"Guru ajari aku berjalan di udara" kata Yu Zen dengan nada bersemangat.


"Haha...tidak semudah itu"


"Pertama-tama yang harus kamu kuasai adalah Jurus Embun Pagi, kemudian berlanjut ke Jurus Embun Alam yang terakhir Jurus menginjak Udara" kata Guru Fu.


"Jurus Embun Pagi?" Batin Yu Zen.

__ADS_1


Di hari pertama setiap pagi, Yu Zen bermeditasi di dekat air terjun Jarum Es untuk belajar menguasai jurus Embun Pagi dengan merasakan butiran-butiran embun yang berterbangan.


Di siang hari Yu Zen belajar ilmu beladiri dasar karena Yu Zen merasa Beladiri dasar sangat dibutuhkan karena ia juga harus melatih tubuhnya.


__ADS_2