
"Fufufu... mungkin tidak adil jika aku tidak memperlihatkan wajahku kepadamu" Yu Zen mulai melepas topengnya dengan begitu hati-hati, sesaat setelah ia melepas topeng, saat itu juga Putri Lin Lin terdiam sejenak.
"Muka bocah ini terlihat asing, kurasa ia bukan barasal dari wilayah ini" gumam Lin Lin, ia berfikir sejenak melihat muka Yu Zen yang terlihat seperti seorang bangsawan pada umumnya, namun ia kemudian mengurungkan niatnya untuk memikirkan hal itu lebih lanjut.
"Terimalah ini sebagai hadiah dariku" Yu Zen memberikan sebuah cincin ilusi yang dia dapatkan sebelumnya kepada Putri Lin Lin.
Hingga membuat Putri Lin Lin terkejut, pasalnya di Kerajaan Lin mereka yang memberikan cincin kepada perempuan akan dianggap sebagai lamaran pernikahan.
"Apakah ini sebuah lamaran?" Lin Lin menerima cincin pemberian Yu Zen dengan begitu hati-hati.
"Fufufufu... tentu saja bukan lamaran" Yu Zen tertawa puas kemudian kembali mengenakan topengnya.
Wajah Putri Lin Lin mulai memerah menahan rasa malu.
Setelah berbincang-bincang cukup lama akhirnya mereka telah sampai di Gerbang perbatasan Xing Barat.
Seseorang mengetuk pintu kereta kuda dari luar.
"Tuan Putri Lin, Kita sudah sampai"
Lin Lin mengenakan penutup wajahnya kembali dan juga ia menyimpang cincin tersebut di tempat yang aman.
Dong Deng membuka pintu kereta kuda secara perlahan-lahan.
Yu Zen dan Lin Lin mulai keluar secara bergantian.
Mata Yu Zen melebar penuh kebingungan, pasalnya tidak ada penyambutan maupun pengawalan dari pihak kerajaan Xing Barat.
Mereka seolah-olah berada di tempat yang asing, namun hal itu adalah hal yang sangat lumrah terjadi di perbatasan Xing Barat.
Banyak Kereta Kuda berlalu-lalang membawa muatan penuh menuju ke dalam gerbang kerajaan Xing Barat, mereka adalah para pengepul dari wilayah Barat yang bertugas mengumpulkan sumber daya dari berbagai wilayah barat di Benua Ikan Koi.
"Kurasa aku hanya mampu mengantarkan mu sampai disini"
Nada suara Lin Lin begitu berat.
Disamping itu Dong Deng mendekati Yu Zen lalu memberikan sesuatu.
"Ini ambillah, Para Alcemist Kerajaan Lin telah meracik Kotoran Rusa Surga menjadi pil penyembuhan yang berguna"
Sebuah kantong kecil yang berisi ratusan Pil penyembuhan tingkat 4 membuat Yu Zen kebingungan.
"Paman Dong Deng, bukankah aku sudah memberikan ini kepadamu?"
Yu Zen mencoba menolak pemberian itu namun Dong Deng terus memaksa.
"Fuuhhhh.... baiklah Paman, aku akan menerima ini sebagai hadiah"
Yu Zen menyimpan pil tersebut hingga beberapa saat kemudian salah satu Bangsawan dari Kerajaan Xing Barat mendatangi gerombolan dari kerajaan Lin.
"Wah...wah....wah..., rupanya ada sampah disini..."
Suara tersebut terdengar jelas dari kejauhan, Bangsawan itu berjalan dengan percaya diri menuju ke tempat Yu Zen dan beberapa rombongan kerajaan Lin berkumpul.
Dengan mengenakan jubah terbuat dari anyaman benang Emas Bangsawan tersebut berbicara dengan begitu Sombongnya.
__ADS_1
"Apakah kamu Putri Lin Lin?"
Bangsawan itu berdiam sejenak, lalu memastikan atribut dan kereta kuda yang mereka pakai berasal dari kerajaan Lin.
Kecantikan Putri Lin Lin juga sudah menyebar di wilayah Xing Barat dan Xing Selatan, tidak ada yang tahu parasnya secara langsung namun mereka percaya akan hal itu.
"Putri Lin Lin, mau kah kamu menjadi selir ku..."
Saat itu juga mata Dong Deng bergetar hebat, ia menyadari bahwa bangsawan yang dihadapannya saat ini adalah Bangsawan yang cukup terkenal di wilayah Xing Barat.
"Maaf tuan, saat ini saya hanya ingin sendiri"
Putri Lin Lin menunduk hormat, ia sebenarnya sedang menolak dengan cara yang halus.
Disisi lain, Yu Zen tidak mengerti, mengingat harusnya posisi Putri Kerajaan Lebih tinggi dari seorang bangsawan.
"Cuihhh!"
"Dasar ****** Sampah!"
Setelah meludah kearah Lin Lin, Bangsawan itu juga memakai Putri Lin Lin dengan makian yang menyakitkan.
Dong Deng, Nu Bao dan beberapa pengawal kerajaan Lin lainnya hanya terdiam begitu saja.
Hanya Yu Zen yang tidak dapat mencerna keadaan yang tidak biasa itu.
Dan juga saat ini emosi Yu Zen sedang meledak-ledak dibalik topengnya.
"Putri Lin Lin, tolong mundurlah 3 langkah"
"Oh... siapa Sampah bertopeng ini yang berani mendekati ku"
Tubuh Yu Zen semakin bergetar hebat, ia benar-benar merasakan emosinya meluap-luap saat ini.
Yu Zen mulai mengumpulkan seluruh tenaga dan emosinya dalam satu resapan nafas panjang.
"Apa kau tau mengenai sampah yang kau sebutkan tadi, makhluk seperti mu menghina orang-orang yang kamu anggap rendah sebagai sampah"
"Bukankah kekayaan yang kau kumpulan berasal dari Sampah!?"
"Makanan yang kamu makan berasal dari Sampah!?"
"Lalu, pakaian yang kamu kenakan itu berasal dari Sampah!?"
"Lantas siapa yang paling sampah disini?"
Teriakan Keras itu dapat didengar dari kejauhan, Beberapa Pengawal Kerajaan Lin juga bergetar hebat. Disamping itu Dong Deng, Nu Bao dan Lin Lin juga terkejut.
"Dasar kurang ajar, beraninya sampah seperti mu menghina orang yang mulia ini"
Suara itu membuat Yu Zen semakin murka, saat itu juga Yuzen mulai beraksi secepat kilat.
Ia menghancurkan kedua tulang kaki bangsawan tersebut hingga Bangsawan itu terjatuh menunduk.
"Arrggghhh!.... kakiku!"
__ADS_1
Seketika Yu Zen melepaskan topengnya dan juga matanya melotot dengan penuh kesombongan kearah bangsawan tersebut.
"...Siapa yang sedang menunduk saat ini?..."
"...Sadarlah Posisimu..."
"...Sampah..."
Para penjaga hanya bisa terdiam.
Seketika Susana menjadi sunyi.
Tidak ada yang tahu bahwa bocah yang baru saja berbicara itu merupakan seorang putra mahkota dari kerajaan Xu.
[Epilog]
Setelah berurusan dengan bangsawan tesebut, Yu Zen akhirnya lolos karena dirinya merupakan peserta penting dalam turnamen di wilayah Xing Selatan.
Di wilayah Xing Selatan, Yu Zen akan bertarung dengan seorang putra Tetua Wilayah Xing yang merupakan anak dari Lima Pilar kerajaan Xing.
Ditengah-tengah petarung, muncul kabar akan ada Invasi Iblis yang berasal dari pulau Mogui.
Perjalanan Yu Zen masih panjang.
Para pendekar beladiri yang berada di wilayah Xing Selatan mulai bersatu untuk menghentikan Invasi Iblis yang berasaldari pulau Mogui.
Pertempuran besar terjadi di tengah laut, kapal-kapal perang mulai dikerahkan.
Ketika puncak pertarungan sudah mencapai 90%, Yu Zen mulai membangkitkan kekuatan milik Roh Xi Fang Yhe yang merupakan Roh Rubah Dewi Perang ekor 12.
Pertarungan Sengit terjadi antara Yu Zen bersama Roh Xi Fang Yhe melawan Komandan Iblis.
Semua orang terkejut, tidak terkecuali Pemimpin wilayah Xing Selatan yang juga terkejut melihat kekuatan yang tidak bisa dan dimiliki oleh seorang anak kecil.
Ketika pertempuran mencapai Puncak 100%. Yu Zen dan Roh Xi Fang Yhe mengeluarkan jurus terkuat miliknya hingga membelah lautan menjadi dua bagian.
Dan pertempuran tersebut dimenangkan oleh Manusia dan berita itu menyebar diseluruh wilayah Xing.
Di samping itu, Yu Zen menderita kerusakan tubuh yang cukup parah.
Perjalanan Yu Zen masih panjang.
Pada Akhir cerita, Yu Zen akan bertarung Melawan Ayahnya sendiri yang ternyata merupakan pemimpin dari Pendekar Beladiri Dunia bawah.
Tentu saja, Yu Zen akan memenangkan pertarungan itu namun, dirinya juga kehilangan beberapa orang berharga dalam hidupnya.
Bonus.
Setelah bertarung, Xu Zu Zen menjadi pewaris tahta Kerajaan Xu dan menikah dengan Nona Muda Lin Lin yang merupakan wanita tercantik di Benua Ikan Koi wilayah Barat.
Tidak hanya itu, Yu Zen juga akan menikahi 3 wanita lainnya dan pernikahan itu merupakan pernikahan Politik demi menyatukan sebuah wilayah.
[THE END]
[Pesan : Ini adalah Cerita Original. Cerita ini sangat panjang jika ditulis secara lugas dan jelas. Ibarat dihitung antara 1-100% maka, Cerita ini masih berada di angka 0.5%. Masih Banyak misteri yang belum aku tulus di cerita ini. Hanya itu saja yang bisa aku katakan. Terimakasih telah membaca.]
__ADS_1