
Iblis itu di ikat di sebuah tiangĀ terbuat dari kayu yang sangat kuat, tidak lupa sebelumnya ia juga dikenakan sebuah topeng agar tidak menggigit penduduk lainnya.
Yu Zen hanya terdiam membisu menyaksikan ritual itu, tidak tepatnya adalah upacara pemakaman.
Iblis itu di ikat menghadap kearah timur, tempat dimana matahari akan menampakkan sinar pertamanya.
Beberapa penduduk yang masih kuat menahan rasa kantuknya tetap menunggu terbitnya matahari tersebut, Beberapa penduduk lainya lebih memilih kembali pulang untuk mengumpulkan tenaga agar dapat beraktivitas di esok hari.
Setelah beberapa jam menunggu akhirnya matahari mulai menampakkan sinarnya perlahan namun pasti.
Sinar matahari itu mulai mengenai rambut Iblis tersebut kemudian berlanjut kelapa dan secara perlahan-lahan mulai hangus menjadi debu.
Saat itu juga Kepala Desa mulai berbicara kepada Yu Zen.
"Anak muda, sebenarnya Iblis itu adalah salah satu petani di desa kami yang terkena racun Iblis" kata Kepala Desa.
"Racun Iblis, Apakah disini ada Iblis?" Tanya Yu Zen dengan penuh penasaran.
"Setiap 2 hari sekali Iblis itu akan memangsa salah satu penduduk desa kemudian pergi kembali ke hutan"
__ADS_1
"Namun hari ini aku berterimakasih kepadamu anak muda, setidaknya anak dan istriku tidak mati untuk saat ini" kata Kepala Desa dengan nada berat.
Setelah berbincang-bincang cukup lama Yu Zen mengepalkan kedua tangannya karena mendengar Pembantaian itu sudah terjadi selama 1 tahun lamanya.
Sebanyak 180 Orang di korbankan layaknya seekor hewan ternak, semakin lama ia mendengar cerita Kepala desa tresebut Yu Zen semakin berambisi untuk menghancurkan Iblis yang bersembunyi di dalam hutan itu.
"Dimana tempat Iblis itu bersembunyi?" Tanya Yu Zen dengan emosi yang meledak-ledak.
"Nak, lebih baik kamu mengurungkan ambisimu itu yang dapat membahayakan nyawamu sendiri"
"Biarkan desa ini yang menanggung beban semua orang" Kata kepala desa dengan nada berat.
"Bagaimana mungkin kita membiarkan Iblis itu begitu saja" emosi Yu Zen mulai memuncak sebelum akhirnya seseorang memberitahu tempat Iblis itu bersembunyi.
"Terimakasih Tuan!" Dengan cepat Yu Zen mulai menuju ke tempat yang dimaksud, disisi lain Kepala Desa mulai panik setengah mati.
"Dasar bodoh, kenapa kamu memberitahu tempatnya!, Bukankah seharusnya kita berterimakasih?" Tanya kepala desa.
"Bukankah Anak itu sendiri yang menginginkan bertemu dengan Iblis itu" sahut Penduduk desa tersebut.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak tau bahwa iblis itu seratus kali lebih kuat dibanding Iblis yang kita tangkap tadi!" Bentak Kepada Desa.
Saat itu juga orang yang sebelumnya memberi tahu Yu Zen itu membalikkan badannya pergi meninggalkan tempat pemakaman.
Setelah beberapa menit berlalu
Yu Zen dengan semangat mulai menerobos area hutan yang tidak jatuh dari desa tersebut, dengan cepat ia juga mulai menajamkan inderanya.
Satu jam berlalu ia tidak menemukan petunjuk apapun akan tetapi ia mulai merasakan aura kegelapan yang sangat kuat yang mengarah ke dalam goa.
Yu Zen mulai memasuki goa itu yang sebenarnya hanyalah retakan batu besar yang menjorok kedalam.
Suara tetesan air mulai terdengar secara beriringan dengan cepat suara itu berganti menjadi suara gemuruh badai.
"Hahaha.....aku tak menyangka para ternak itu mengirimkan hadiah seorang anak kecil menuju kediamanku" kata Iblis tersebut.
Saat itu juga tubuh Yu Zen bergetar hebat, ia dapat merasakan aliran Kekuatan kegelapan berada di Tingkat Neraka 4.
Ia merasakan dadanya mulai tertusuk Setelah merasakan aura membunuh yang di alirkan Iblis itu ke arah Yu Zen
__ADS_1
Saat itu juga pandangan Yu Zen mulai tertuju ke arah Iblis tersebut.
"Jadi seperti inikah bentuk Iblis Tingkat Neraka 7" Batin Yu Zen sambil memegang dadanya yang sesak.