Dark Hero : God Of Martial Arts

Dark Hero : God Of Martial Arts
Ch.7-Embun Alam


__ADS_3

Satu Bulan berlalu Yu Zen akhirnya sudah mencapai Jurus Embun Alam, Jurus Embun Alam adalah Jurus yang dimiliki banyak pendekar hebat mengingat Jurus itu dapat merasakan hawa keberadaan seseorang melalui tekanan udara.


"Siapa disana?" Kata Yu Zen Setelah merasakan tekanan udara yang mencurigakan.


Seketika sebuah batu kerikil melesat cepat hampir mengenai kepala Yu Zen.


"Guru Fu, kenapa guru melakukan itu" kata Yu Zen dengan penuh kewaspadaan.


"Hahaha..... Ternyata indera mu sudah mulai meningkat" kata Guru Fu dengan nada penuh kebahagiaan, sesaat kemudian Nin dan Nan juga muncul di dekat Ayahnya.


"Yu Zen nin, kenapa kamu terus berlatih tanpa mempedulikan aku" ujar Nin dengan nada cemberut.


"Yu Zen nan, ayo kita berburu Rusa Surga" sahut Nan dengan penuh semangat.


"Kalian ini, jangan sering-sering menganggu orang yang sedang latihan" kata Fu sambil menjewer telinga Nin dan Nan.


"Kenapa Ayah selalu menjewer kami" kata Nan sambil memegang tangan ayahnya.


"Tidak apa-apa Guru Fu, aku sudah selesai dengan latihan ku" kata Yu Zen hingga akhirnya mereka berempat mulai berburu Rusa Surga.


3 jam berlalu hingga akhirnya mereka mendapatkan satu Rusa Surga.

__ADS_1


Rusa Surga adalah hewan yang sangat langka sekaligus sulit dicari, karena selain dapat berkamuflase Rusa Surga juga memiliki kaki yang ramping hingga dapat bergerak cepat.


Dagingnya yang sangat enak hampir membuat siapa saja akan ketagihan setelah memakannya, karena makanan Rusa Surga adalah tubuhan obat-obatan dan tumbuhan berkualitas tinggi.


"Horee! Akhirnya Nin makan enak!" Kata Nin dengan nada bersemangat.


Disamping itu Fu,Nan dan Yu Zen menunggu dengan mulut yang meneteskan air liur yang banyak seolah-olah mereka benar-benar tidak sabar merasakan enaknya daging Rusa Surga tersebut.


Daging Rusa Surga mulai disajikan  dengan begitu menggodanya di atas meja makan yang terbuat dari kayu.


Satu persatu potongan daging yang sudah dimasak itu mulai dinikmati oleh mereka berlima.


Yu Zen menangis bahagia mengingat Daging Rusa Surga sangatlah Enak dan nikmat, ia tidak pernah merasakan daging seenak ini selama dia masih berada di Kerajaan Xu.


"Dagingnya langsung meleleh di mulut!" Kata Yu Zen dibarengi dengan air mata yang berlinang bahagia.


"Hahaha... aku jadi ingat saat Ayah pertamakali merasakan daging Rusa Surga itu, ekspresinya hampir sama" kata Nan dengan tawa lepas.


"Hahaha....jadi ingat saat dulu" kata Nin sebelum akhirnya suasana menjadi hening kembali.


Yu Zen tidak memikirkan hal itu melainkan dia terus makan dan makan.

__ADS_1


"Huuhhhh kenyangnya!" Kata Yu Zen hingga akhirnya suasana kembali normal.


Hari mulai malam kali ini bulan purnama tertutup awan.


Seperti biasa Yu Zen, Nin dan Nan tidur di ranjang yang sama.


Kedua anak itu mulai memeluk Yu Zen dengan erat hingga membuat Yu Zen kebingungan.


"Baru kali ini pelukan mereka begitu erat" batin Yu Zen hingga akhirnya tertidur pulas.


Suara burung berkicau membangunkan Yu Zen ia terbangun dahulu sebelum Nin dan Nan mengingat saat ini Yu Zen masih fokus mempelajari Jurus Embun Alam.


Ia keluar seperti biasa bermeditasi di sekitar air terjun Jarum Es.


Saat itu juga Guru Fu mengunjungi Yu Zen yang sedang bermeditasi.


Seperti biasa Guru Fu melemparkan kerikil kearah Yu Zen namun kali ini Yu Zen dapat menangkap kerikil itu dengan mudah.


Guru Fu berdecak kagum namun kekaguman hanya sebentar.


"Yu Zen, aku ingin berbicara sesuatu dengamu" Kata Guru Fu sambil membawa daging Rusa Surga.

__ADS_1


__ADS_2