
3 hari Berlalu semenjak berakhirnya Turnamen Beladiri Pemula.
Kematian Putra Mahkota Lin Tian Juga masih menjadi perbincangan hangat disekitaran Ibu Kota kerajaan Lin, walaupun kabar itu sudah disembunyikan oleh para petinggi Kerajaan, tetap saja hal itu tidak menutup kemungkinan untuk diperbincangkan kembali.
Dengan demikian kerajaan itu masih memiliki seorang Penghianat yang masih berkeliaran di dalam maupun luar kerajaan Lin, Kaisar Lin juga sempat menyesal setelah membunuh anak kandungnya kala itu.
Ia takut jika sewaktu-waktu Putra Mahkota Lin Tian mewarisi sifat miliknya yang tidak sabaran, bahkan sifat Kaisar Lin itu pernah mencelakakan isterinya sendiri hingga membuat dirinya menyesal sepenuhnya, mengingat kejadian itu, lantas Kaisar Lin lebih memilih membunuh putranya sendiri agar sifat itu tidak turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya.
Berita mengenai Tan Tan yang kala itu menyamar sebagai peserta Turnamen Beladiri Pemula juga tidak kalah pamor dengan kematian Putra Mahkota Lin Tian.
Pasalnya Bangsawan Tan telah diusir dari kerajaan Lin dengan cara tidak hormat, selain rencana licik yang sebelumnya mereka lakukan telah terkuak, mereka juga telah penghasut beberapa penjaga kerajaan Lin untuk memihak padanya.
Namun Bangsawan Tan tidak pernah menyadari, bahwa mereka juga sedang di mata-matai oleh Prajurit Khusus Kerajaan Lin.
Tidak ada yang tau mengenai latar belakang Prajurit Khusus tersebut selain Kaisar Lin.
__ADS_1
Prajurit Khusus tersebut berasal dari Klan yang namanya sudah dihilangkan dalam beberapa ratus tahun yang lalu, mereka hanya memiliki satu tujuan hidup, yakni melayani Kaisar dengan sepenuh hati dari generasi ke generasi.
Matahari kembali menampakkan sinarnya, kali ini lebih cerah dari biasanya.
Yu Zen masih tertidur pulas sebelum akhirnya seseorang mengetuk pintu dari luar.
Tok! Tok! Tok!
Telinga Yu Zen seolah bergerak sedikit setelah suara itu memenuhi kepalanya.
"Tuan muda Yu Zen, Anda di undang ke tempat pertemuan" seorang dayang menunduk hormat, Yu Zen berfikir bahwa yang mengetok pintu tersebut adalah Dong Deng namun ternyata dugaannya salah.
"Baiklah, tunggu sebentar" Yu Zen kembali menutup pintunya kemudian membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang bersih.
Selang 20 menit berlalu, akhirnya Yu Zen telah sampai di sebuah ruangan pertemuan, tidak banyak yang hadir di ruangan tersebut, hanya ada Putri Lin Lin dan seorang wanita misterius.
__ADS_1
Dengan didampingi dayang disebelahnya Yu Zen berjalan menuju tempat yang disediakan sebelumnya.
Dayang itu menunduk hormat, kemudian kembali berdiri disamping Putri Lin Lin.
Suasana begitu canggung hingga akhirnya Yu Zen mulai membuka percakapan. "Mohon maaf atas keterlambatan dan ketidak sopanan saya, perkenalkan, nama saya Yu Zen" ia kembali duduk setelah wanita misterius itu mengangguk pelan.
Putri Lin Lin mulai berbicara, namun saat itu juga wanita misterius itu meminta untuk berbicara terlebih dahulu, hingga akhirnya Putri Lin Lin mengijinkannya.
"Perkenalkan nama saya Nu Bao, saya telah diberi tugas dari pemerintah Xing untuk mengawal Pemenang Turnamen Beladiri Pemula" Nu Bao mulai menghela nafas panjang sebelum akhirnya melanjutkan perkataannya.
"saya akan langsung menuju ke inti pembicaraan ini, Peserta Pemenang Turnamen Beladiri Pemula Benua Ikan Koi wilayah Barat, Anda telah diundang untuk lanjut ke babak berikutnya" Nu Bao mulai terduduk kembali.
Hingga akhirnya Putri Lin Lin mulai menjelaskan detailnya, setelah Putri Lin Lin berbicara cukup lama saat itu juga mata Yu Zen melebar di balik topengnya.
"Jadi pertarungan itu hanya untuk mendapatkan tiket menuju ke babak selanjutnya?" Yu Zen mulai menepuk kening topengnya sambil membatin "fufufuf.... pantas saja aku tidak mendapatkan apapun setelah turnamen itu berakhir".
__ADS_1
Setelah perbincangan cukup lama, akhirnya Yu Zen baru mengerti bahwa dirinya akan melanjutkan turnamen tersebut di wilayah Xing Selatan dan berangkat pada keesokan harinya.