DENDAM 100 KILOGRAM

DENDAM 100 KILOGRAM
Episode 21


__ADS_3

"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"


Teriak Molly dari dalam WC, Raha yang mendengarnya teriakan Molly langsung saja menyusul Molly tanpa meminta izin Molly, Raha langsung saja masuk WC.


"Molly... Kamu kenapa...?" Raha melihat Molly terduduk di lantai.


"Itu... Tuuuu..." Molly menunjuk cermin tempat ia bercermin.


"Apa yang di sini...?" Raha melihat Cermin itu juga.


"Tadi ada di situ Ra..." Ucap Molly dengan gemetaran.


"Di sini gak ada apa apa Molly..." Ucap Raha yakin dengan apa yan ia lihat di cermin.


"Ada..." Molly bangkit dan melihat lagi cermin itu.


"Aaaaaaaa..." Molly kembali berteriak melihat bayangannya sendiri di cermin.


"Hah...?" Raha terkejut.


"Itu tuuuu.. Si siapa itu.. Kan cuma kita berdua ni di dalam wc, terus itu siapa...?" Ucap Molly dengan menunjuk nujuk bayangannya sendiri.


"Molly itu bayanganmu.. Coba perhatikan.." Ucap Raha karna dari tadi yang Molly takutkan adalah bayangannya sendiri.


"Hah... Bayangan aku...?" Molly mulai mengerakan tubuhnya dan bayangan di cermin mengikutinya.


Molly menyentuh cermin itu dan bayangan itu pun Tampak mengikuti apa yang Molly lakukan. "Raha Apa ini wajahku..." Tanya Molly dan menyentuh pipi dan area wajah lainnya.


"Iya... Molly... Ada yang ingin aku katakan juga. Ayo kita keluar dulu kita bicarakan di luar..." Ucap Raha memilih untuk mengatakan yang sebenarnya pada Molly.


Karna Molly juga terlanjur melihat rupanya, mau tak mau Raha menceritakan semuanya. "Raha katakan apa yang terjadi...? Kenapa aku tadi...?"


Molly dan Raha sudah di ruang perawatan Molly dan mereka duduk di brankar Molly tadi.

__ADS_1


"Molly begini... Kamu lima bulan yang lalu mengalami kecelakaan. Selama lima bulan ini juga kamu di rawat di rumah sakit ini. Aku dan Mira yang bergantian menjaga kamu. Akhirnya hari ini kamu sadar... Tapi yang di katakan dokter itu benar. Kamu akan bingung dan lupa apa uang terjadi padamu. Karna anastesi yang di berikan saat operasimu kemarin sangat banyak. Dan bisa di bilang kelebihan anastesi, memang hanya akan membuatmu lupa dan bingung saja tapi itu juga akan mengganggumu. Dan lihat ini.. Ini wajahmu yang sekarang." Raha menunjukan sebuah cermin dan memperlihatkan wajah Molly.


"Ini... Raha... Kamu jangan bercanda.. Ini.. Ini bukan wajahku... Ini wajah siapa?" Molly malah balik bertanya dan tak menerima kenyataan yang di tunjukan Raha.


"Ini kamu yang sekarang Molly... Ya ini kamu..." Raha meyakinkan.


"Raha apa yang sebenarnya terjadi padaku... Bagaimana bisa aku kecelakaan...?" Raha menganggukan kepalanya dan mulai menceritakan.


Flashback on


Molly berlari keluar dari tempat pelatihan Gym dan tak menyadari ada Mobil yang melaju dan menabrak Molly dengan telaknya.


Molly sempat tersangkut di mobil tersebut tepat di kaca depannya. Molly berpegangan dengab erat di samping samping mobil itu.


Karna hilang pandangan sang pengemudi menabrak pohon di sekitar itu dan membuat ledakan kecil di mobil itu. Molly yang tepat berada di atasnya pun terkena percikan api itu. Bahkan baju yang di kenakan Molly terbakar juga. JangN di Tanya Tubuh Molly.


Raha melihat kejadian itu langsung berlari dan menyelamatkan Molly sebisanya. Walau pun Raha juga harus mendapat bekas bakaran di tangannya demi menyelamatkan Molly.


Raha dan teman teman Molly lainnya dari tempat Gym membawa Molly ke rumah sakit dan Molly pun mulai di rawat secara intensif.


Cerita Raha juga sudah berakhir dan hanya menyisakan Molly yang mencoba mengingat ingat kejadian kejadian itu.


Molly mengelengkan kepalanya tak bisa mengingatnya. "Lalu kenapa wajahku... Dan tunggu... Tubuhku. Astaga..." Pekik Molly baru menyadarinya.


"Iya Molly semuanya sudah di operasi.. Ini tubuh barumu..." Ucap Raha dengan prihatin.


"Ooohh ya aku juga lupa bilang, ada mantan mertua dan aduk iparmu datang dan memberikan sumbangan katanya. Dan uang itu pub di gunakan untuk pengobatan kamu..." Tambah Raha lagi baru ingat.


"Hah... Ibu Tika dan Wika Maksud kamu Ra...?" Tanya Molly terkejut.


"Iya... Mereka juga datang menengok kamu tapi saat itu kamu belum di operasi... Keadaanmu masih memprihatinkan dan mereka tak ingin melihatnya dan hanya meninggalkan ini saja padaku katanya untukmu.." Raha memberikan amplop yang di tinggalkan Tika padanya.


"Ini apa isinya. Tika dan Wika biasanya tidak semurah hati seperti ini..." Ucap Molly tak yakin tapi tetap membuka amplop itu.

__ADS_1


"Ini...?" Molly terkejut melihat isi Amplop itu.


Amplop itu berisi catatan penjualan sertifikat tanah dan juga warisan warisan daru mendiang ibu Molly. Molly sanga terkejut melihatnya. Molly juga membaca Nominal yang terkera di surat surat itu.


Nominal yang cukup pantastis untuk Molly. Molly membaca Surat yang juga ada di dalam Amplop itu.


*Molly... Semoga kamu sehat sehat saja ya... Makasih ya untuk dana yang kamu cairkan ini. Karna kamu akhirnya dana ini bisa cair juga dan Aku juga tidak bisa berkata apa apa lagi.


Kamu ingatkan kata mendiang ibumu.. Ini harta milik kita berdua bersama, jadi gak ada salahnya jika kita saling berbagi. Aku separuh kamu separuh.. Dan aku sudah berikan separuh milikmu untuk pengobatanmu di rumah sakit itu.


Dan separuh punyaku ya untuk aku dan juga modal pernikahanku dengan Laura.. Terima kasih banyak ya Molly sudah membantu aku dalam masalah keuangan... Aku dan keluargaku berjanji setelah ini kami tidak akan menganggumu lagi dan semoga hidup bahagia Molly..


Dear Molly,


By Dika*...


Kurang lebih itulah yang tertulis di dalam surat yang du titipkan pada Raha. Molly meneteskan airmatanya melihat semua warisan sang ibu malah di salah pergunakan Dika.


Molly kini hanya bisa menangis sejadi jadinya di ruangan itu di temani Raha. Sebisanya juga Raha menenangkan Molly yang histeris.


"Molly tenanglah... Aku di sini..." Hibur Raha pada Molly yang menangis dan Raha merangkulnya dan mengelus elus punggung Molly.


"Ra... Itu satu satunya kenangan yang aku punya dari ibu Ra... Aku sayang sama semuanya. Tapi kenapa Dika malah jualnya... Itu gak Sepeatutnya di jual.. Itu kenangan kenangan aku sama Ibu Ra... Ra Tolong aku Ra..." Rengek Molly dari balik rangkulan Raha.


"Molly coba kmu lihat dulu di rumahmu.. Mungkin aja kan itu cuma bohongan aja.. Mereka cuma kasih takut takut kamu aja... Gimana..?" Tawa Raha ada Molly.


Molly menganggukan kepalanya yakin dan bersiap siap pulang menuju rumah kotrakannya. Karna kondisi Molly sudah stabil maka Molly di bolehkan pulang dan dengan semangatnya Molly pulang.


"Molly aku sudah kabari Mira.. Dia juga akan menjenguk kamu di rumah nanti, dia lagi masak makanan kesukaan kamu.." Ucap Raha saat dirinya dan Molly di Dalam Mobilnya.


"Oohh ya... Baiklah... Aku harap semua yang kamu katakan tadi benar Ra... Semoga saja Dika dan keluarganya cuma bohong aja. Gak mungkin kan mereka tahu rumah kontrkan aku... Aku kan tinggal sendiri di kontrkan itu.. Oohhh... Tapi uang tabunganku bagaimana ya.. Haduuuhh Raha... Cepat donk jalanin Mobilmu... Biar kita cepat sampainya..." Rengek Molly.


"Iya Iya... Ni aku tambah kecepatannya.." Raha pun mengikuti kemauan Molly dengan menamcap gasnya dan melajukan Mobilnya.

__ADS_1


Off dulu kawan... Belum ketahuan ya rupanya Molly kayak apa... Haduh deg degan dehh...


Apa rupanya jelek kali ya... makanya Molly terkaget keget di depan cermin tadi kiranya dia lihat penampakan atau malah sebaliknya... Koment ya Guys..


__ADS_2