DENDAM 100 KILOGRAM

DENDAM 100 KILOGRAM
Episode 36


__ADS_3

"Guys guys.. Ada berita baru.. Itu rupanya salah satu pekerja di sini itu istrinya tuan Abi.." Gosip mulai tersebar.


"Hah..? Iya kah.. Wah wah.. Siapa siapa..?"


"Janga bohong donk.. Aku ngefans banget sama Tuan Abi.. Aduh.."


"Siapa Sis.. Siapa..?" makin ramai.


"Aku sudah duga.. Aku sering liat mereka berduaan.. Padahalkan Tuan Abi gak mudah dekat sama sembarang cewek.." Cicit yang lainnya lagi.


***


Miny dan Raha baru masuk ke dalam kantor. Semua orang yang tengah bergosip itu terdiam.


"Siang semuanya.." Sapa Raha santai dan berlalu dengan Miny di depannya.


Biasanya bawahan akan berjalan di belakang bosnya tapi ini Raha berjalan di belakang Miny yang sudah jelas menjelaskan situasi sebenarnya.


"Miny.." Panggil Raha.


"Dari sini.." Raha menunjuk lift khusus untuknya seorang dan beberapa orang khususnya.


"Hah..?" Miny menoleh.


"Cepat..!".Titah Raha sambil sedikit melotot.


"Iya iya.." Cibir Miny dan akhinya ikut Raha ke dalam Lift itu.

__ADS_1


Keduanya menatap semua pekerja yang dari tadi tak bergerak dari tempatnya.


Keduanya tak tahu kalau mereka menjadi buah bibir pekerjannya sendiri tadi. Saat pintu lift akan tertutup sempurna, Raha terlihat sedikit meraih rambut Miny.


Tapi para pekerja itu tak melihat kelanjutan dari gerakan tangan itu, karena pintu lift tertutup sempuarna seperkian detiknya.


"Aaaaa..." Mereka semua berteriak.


"Ya ampun.. Di bawa dalam liftnya.. Dalam liftnya itu gak ada CCTV looohh.. Mereka bisa ngapain aja.." Cicit mereka.


"Ya ampun.. So sweetnya.. Aduh hati ku.." Terjadilah salah sangka pada mereka.


"Cewek itu tadi dari departemen penjualan kan.. Waahhh beruntungnya dia dapat Tuan Abi.."


****


"Kita ke mana..?" Miny memanyunkan bibirnya.


"Ooohhh apa ada dia di Kantor ini.. Kok kamu gak bilang sama aku..?" Miny mengerutkan keningnya.


"Iya ini baru mau bilang.. Tuh dia..!" Raha menunjuk seorang siswi yang sedang magang di perusahaan ini.


"Hah..?" Siswi itu langsung menoleh.


"Eh.. Kak Abi.. Tumben ke sini..?" Siswi itu memeluk sapunya.


"Ada yang mau ketemu kamu..!" Sahut Raha dan dia langsung mengecek pekerjaan sang adik.

__ADS_1


"Cepat bersihkan.. Cepat kamu kembali ke tempatmu.." Cicit Raha.


"Wleeeeee.. Kakak kamu ketemu aku..?" Ani menoleh pada Miny.


"Kakak pasti mau minta restu aku kan.. Biar kakak jadi kakak ipar aku.. Hehehe.. Sudah banyak yang minta restu soalnya.." Raha mendelik cepat pada Ani.


"Mulut.. Mulut..!" Raha bercicit.


"Gak.. Aku cuma mau tanya.. Moga aja kamu kenal orang yang aku mau tanyakan ini.." Ani langsung penasaran.


"Gak biasa nih pertanyaan..! Apa kak..?" Ani mulai serius.


Miny membawa Ani duduk dulu di kursi yang ada di tempat itu "Apa kamu kenal sama yang namanya Wika..?"


"Hah.. Kakak cuma mau tanya cewek gak tahu malu itu.. Apa kakak juga ada masalah sama dia.. Sini aku bantu...!" Ani sangat tersulut dengan yang ia dengar ini.


"Jadi artinya kamu tahu Wika..?" Miny memegang tangan Ani.


"Iya kak.. Kami satu kelas.. Dan gak ada yang gak tahu kelakuan kurang ajar dan biadabnya Wika itu.." Ani sangat emosi.


"Sabar dek.. Kan kakak cuma tanya.." Miny melirik Raha yang menatap mereka berdua.


"Tuh.. Kakak kamu liatin.." Tegur Miny pada Ani.


"Issshh pokoknya kak.. Kalau masalah Wika aku gak suka banget.." Ani terus bercicit.


"Kalau kakak boleh tahu.. Kenapa..?" Miny berusaha lebih dekat dengan Ani.

__ADS_1


"Kakak tahu.. Wika itu sekarang udah gak sekolah lagi.. Dan yang lebih parah lagi kerjaannya. Dia jadi simpanan om om.."


Miny..


__ADS_2