DENDAM 100 KILOGRAM

DENDAM 100 KILOGRAM
Episode 26


__ADS_3

"Terima kasih untuk hari ini Ngi.. Gak ada kamu aku gak akan bisa deh..." Molly dan Anggi kini sedang menghabiskan jam makan malamnya di salah satu restoran.


"Iya Molly apa sih yang gak buat kamu. Aku kan selalu ada untuk kamu dari dulu.." Anggi sangat senang bisa membantu Molly.


"Eemm Anggi bisa gak mulai sekarang jangan panggil Molly.." Sepertinya Molly sedikit risih dengan sebutan namanya sendiri.


"Oohh ya ya.. lupa aku hehehee..." Anggi mengaruk garuk kepalanya.


"Iya Anggi aku gak mau sia sia kan wajah cantik dan apa yang kita buat hari ini tadi. Aku akan melakukan yang terbaik Ngi.." Molly memiliki tekad baru.


"Iya aku akan selalu dukung kamu... Oh ya kamu juga harus beritahu Raha dan juga Mira. Biar mereka juga tahu rencana kamu. Aku lihat mereka sangat peduli juga sama kamu... Kasian mereka kalau gak tahu rencana baru kamu..." Saran Anggi.


"Tentu Ngi... Aku pasti kasih tahu mereka juga... Mereka juga akan bantu aku jalankan misi ini.


Misi apa yang sebenarnya Molly jalankan.. Tapi sepertinya sangat penting.


***


"Ah Dika kamu sangat hebat... I love you.." Laura mengecup kening Dika dengan lembut.


"Iya Laura apa sih yang gak buat kamu.. Aku sayang kamu..." Dika menyalurkan cintanya juga.


Malam dengan cepat berganti pagi. Dika membuka matanya dan melihat Laura masih terlelap du sampingnya.


Dika bangun dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi.


Di luar kamar Dika sudah ada Tika dan Wika yang sedang membuka buka hadia pernikahan Dika dan Laura.


"Wah Bu ini cantik banget.. Untuk Wika ya..." Wika terpikat dengan tas cantik yang menjadi hadiah pernikahan sang kakak.


"Eeehh jangan minta sama Ibu.. Minta sama kakak kakak Kamu itu.. Ibu ini cuma buka buka aja.. Terus nanti di pajang di situ biar cantik, kan kalau masih terbalut bungkusan kayak gini gak kelihatan isinya Wika.." Tika meneruskan kegiatannya.


Satu jam berlalu dan Tika bersama Wika juga masih asik membuka buka hadiah pernikahan Dika. Laura dan Dika pun akhirnya keluar dari kamarnya.


Laura terkejut melihat Tika dan Wika yang sedang membuka hadiah pernikahannya.


"Lohhh kok gak bilang bilang kalau mau buka hadiah aku..." Sebenarnya Laura agak kesal tapi ia berusaha menahannya.


"Iya Ibu sama Wika cuma buka aja kok.. Tu semuanya Ibu dan Wika taruh di situ. Banyak banget... Jadi Ibu buka aja terus susun deh di situ.." Jelas Tika.


"Oohhh.." Laura tenang.


Laura pun melihat lihat apa saja hadiah yang sudah di taruh Tika di meja tersebut. Ada banyak barang, tapi sepertinya tidak ada yang terlalu menarik menurut Laura di situ.


"Eh itu apa..?" Laura melihat tas di dekat Wika.


"Wah cantiknya..." Laura mengambilnya dan Wika terkejut. Itu adalah pilihannya tadi.

__ADS_1


Laura langsung saja berlalu ke depan lemari berkaca besar di dekat situ. Wika mendengus kesal. Tika menyadarinya dan mengelus elus punggung Wika.


"Wah Sayang ini cocok kan untuk aku.. Warnanya aku suka..." Laura membolak balik tas itu.


"Iya Yank.. Ambil aja kan itu hadiah pernikahan kita.." Dika senang jika Laura senang.


"Ck.. Itu kan.. Ah coba aku simpan di kamar aja tadi.. Kan dah di ambil... " gumam Wika kesal dengan tas pilihannya yang di ambil Laura.


"Ka.. Itu kan hadiahnya Laura.. Ya biarin aja... Nanti banyak yang lain bisa kamu minta sama dia... Asal jangan tas itu.." Tika membisikkannya pada Wika.


"Ibu.. Wika mau yang itu.. Kalau gak yang itu Wika gak mau..." Wika pun berlalu dari tempat itu.


Wika masuk ke dalam kamarnya dan mendengus kesal. Laur sama sekali tidak menghiraukan sang adik iparnya.


***


"Selamat pagi... Miny..." Ucap seorang Wanita di depan cermin.


Wanita itu keluar dari kamarnya dan menyantap sarapannya. Ia makan dengan elegan, sebisa mungkin ia menegakan tubuhnya yang tak terbiasa dengan posisi itu.


Berusaha sefeminim mungkin, agar terlihat semakin cantik.


"Mungkin setelah ini aku harus perawatan kulit dan wajah. Aku juga harus membeli make up dan Skincare lainnya..."


Wanita itu mengehentak hentakan jari jari lentiknya di meja makan.


"Sudah jamnya aku harus berangkat..." Wanita itu bangkit dan masuk lagi dalam kamarnya.


Lagi lagi ia menatap cermin Setelah mengambil tasnya dan dompetnya. "Aku mulai..." Wanita itu tersenyum mistrius dan berlalu dari kamarnya.


***


" Terima kasih..." Wanita itu memnbuka amplop pemberian petugas itu memeriksanya.


"Miny Natasya.." Wanita itu membaca nama yang tertera di kertas itu. Ia tersenyum lagi dan setelah itu meninggalkan kantor tersebut.


****


"Mana Sih Molly... Lama banget.. Ngajak ketemu tapi dianya yang lambat datang..." Mira jengkela menunggu kedatangan Molly yangtak kunjung tiba di tempat yang ia minta.


"Tenang Mir.. Mungkin masih d perjalan..." Raha menyabarkan Mira.


"Iya Raha.. Tapi kan kamu liat tu anak anakku pada belanja banyak banget lagi.. Hadehhh.." Mira memegangi kepalanya.


Mira terpaksa membawa anak anaknya karna sang suami kerja, jadj Mira tidak bisa meninggalkan anaknya sendirian di rumah.


"Anggi juga lama banget, ada pelatihan khusus kayaknya..." Raha juga melihat Jam tangnnya.

__ADS_1


"Nah itu dia Molly.." Ucap Mira dengan semangat.


Raha juga menoleh melihat yang di katakan Mira. Ia tidak menemukan sosok Molly yang ia kenal, hanya wanita dewasa yang berjalan ke arahnya.


"Siapa itu.. Molly Kah..?" Gumam Rah menebak nebak.


"Wah.. Ini perasaanku aja atau memang teman kita ini sedikit berbeda hari ini...?" Mira juga melihatnya.


"Maaf ya aku terlambat..." Molly duduk di kursi yang langsung berhadapan dengan Raha dan juga Mira.


Kedua orang itu terdiam, terlebih lagi Raha, ia seperti tak mengenali Molly dengan benar.


"Apa kamu Molly..?" Raha bersuara.


"Ck.. Iya Ini aku.." Molly berdecak kesal.


"Oohh aku hanya merasa berbeda lihat ksmu hari ini Molly..." Raha jujur dengan yang ia rasa.


"Iya.. Aku juga loo.. Kayak ada yang aneh gitu.." Sambung Mira.


"Tentu saja... Ini aku yang baru.. Aku mulai dari awal ya.."


"Hah..? Mulai dari awal... Maksudnya apa ya...?" Mira tak mengerti. Sedangkan Raha menaikan satu alisnya.


Molly hanya tersenyum manis.


***


"Wika.. Makan siang Yukk.." Panggil Tika dari luar kamar Wika


"Isss Ibu ni.. Aku gak selera bu.." Ucap Wika dari dalam kamarnya sedikit berteriak.


"Loooohhh padahal ada makanan kesukaan kamu looo.." goda Tika lagi.


"Gak bu.. Makan aja Wika gak selera deh pokoknya." Cicitnya lagi.


"Ya udah.." Tika pun berlalu dari depan kamar anak gadisnya itu.


"Ibu Memang gak pernah paham Wika.." Rupanya kekesalan Wika tentang tasnya tadi masih menggebu gebu.


"Cuma cari muka di depan Laura sama kak Dika aja bisanya... Cih.. Mentang mentang kak Dika punya banyak uang sama Kak Laura.. Makanya Ibu selalu cari muka sama Mereka berdua. Padahal itukan uangnya Molly.. Liat aja aku bakal dapat duit Lebih banyak dari pada Kak Dika dan Laura.."


***


"Perkenalkan namaku Miny Natasya..." Miny membungkukkan tubuhnya memberi salam kepada orang orang di depannya. Setelah memperkenalkan dirinya Miny tersenyum sangat manis.


Ini pertama kalinya Miny memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


Off dulu... Likenya donk.. bagi satu biji gitu.. Hahahahaha...


__ADS_2