DENDAM 100 KILOGRAM

DENDAM 100 KILOGRAM
Episode 31


__ADS_3

Hari ini Miny masuk kerja sebagai pekerja baru.


"Huuuhhh kamu bisa Molly... Eh bukan kamu Miny.." Miny merubah sauranya agar terkesan lembut tapi berbobot.


Langkah kaki Miny yang percaya diri membuat semua orang yang ada di hadapannya menyingkir seketika.


(wahhh cantik sekali...)


(Mantap..)


(Uuuuhhh...)


Masih banyak ucapan ucapan kekaguman orang orang pada Miny.


Miny berusaha yabg terbaik untuk menjadi wanita yang baru ini. Wanita yabg tangguh dan tegas di mata orang orang tapi juga cantik dan anggun.


Miny berpapasan dengan Dika yang keluar dari ruangannya.


"Hai.." Dika memberanikan diri untuk menyapa Miny terlebih dahulu.


Miny hanya menangguk dan berlalu dari hadapan Dika.


"Wah sungguh wanita yang memiliki kepribadian yang keren. Cantik lagi. Ya ampun punggungnya..." Pikiran Dika melihat punggung Miny yang berlalu.


"Eeehh apa yang aku pikirkan.. Dia juga seperti Laura kok.. Laura sama cantiknya..." Berusaha mengalihkan pikirannya.


"Wanita cantik... Aaahh Dila.." Dika bergumam.


Miny tersenyum dari balik tembok yang menghalanginya.


"Jadi masih ada wanita lain ya.. Nanti kamu Dika.." Miny belum sepenuhnya pergi dari tempat itu dan ia sengaja menguping apa yang Dika ucapkan.


****


"Selamat pagi.." Raha datang ke meja kerja Miny.


"Raha..?" Miny cukup terkejut. Bukan hanya Miny yang terkejut semua pekerja di sekitar Miny juga itu terkejut dengan kedatangan pemimpin utama perusahaan ini.


"Ayo makan siang tinggalkan berkas itu.. Muak aku liatnya.." Raha bertopang dagu dan santai saja meski semua tatapan mengarah padanya dan Miny.


Miny yang menyadari tatapan para pekerja lain membuatnya salah tingkah.


"Raha kamu itu bikin aku malu aja, itu semua pekerja kamu liatin kita tahu.." Miny mengecilkan suaranya sangkin malunya.


"Aku masa bodoh.." Raha mengangkat Bahunya tak peduli.

__ADS_1


"Iissshh.." Hanya bisa mendecih tapi mau tak mau ia mengikuti kemauan Raha dari pada dia terus malu di sini.


"Kamu itu bisa gak sih jangan terlalu dekat sama aku kayak tadi, aku kan malu sama senior senior aku di situ tadi.." Miny merengek pada Raha.


"Ya mau gimana lagi.. Aku cuma mau ajak teman aku makan siang. Lagian ini jam makan siang, gak ada yang namanya bos atau pun bawahan. Semuanya lagi istirahat.." Raha memasukan tangannya dalam saku.


Banyak pekerja lain yang berpapasan dengan mereka menundukkan kepala dan memberi hormat. Miny hanya melempar senyum pada pekerja yang seperti itu.


"Raha.. Kamu bikin aku malu.." Bisik Miny lagi saat mereka tak bertemu pekerja lagi.


***


Selesai makan siang Miny kembali ke ruangannya. Semua orang yang satu ruangan dengan Miny menataa takut takut.


Mereka baru menyadari kalau Miny adalah teman dekat dari Pimpinan mereka. Rasa ingin tahu paling melanda mereka.


"Ini gara gara Raha." Miny bergumam.


"Miny.." Dika datang membawakan berkas untuknya.


"Ini ada tugas untuk kamu.. Bisa kamu selesaikan dan kalau sudah selesai antar ke ruangan saya.." Dika bersikap formal.


"Ya pak.." Miny mulai berkutat dengan berkasnya.


"Eeehhh...?" Miny menemukan nama yang tak asing untuknya.


"Raha.. Abi Nugraha..? Apa ini Abi...??" Sepertinya Miny sudah mulai mengetahui kebenaran tentang Raha.


"Eeeemm gak mungkin katanya dia pindah ke Amerika.. Untuk apa dia di sini.." Miny bangkit dan membawa berkas untuk di serahkan kepada Dika lagi.


Tok tok tok..


"Masuk.." Terdengar suara dari dalam ruangan.


"Selamat siang pak, ini berkas yang tadi anda minta saya kerjakan.." Miny menyerahakan berkas itu.


"Ya terima kasih ya.. Eeemm Miny.. Sebenarnya apa hubungan kamu dan Pak Abi.?" Sepertinya bukan hanya pekerja di ruangan Miny yang penasaran. Dika pun ikut ikutan penasaran.


"Eeemm Raha..?" Miny lebih mengenalnya seperti itu.


"Eeem ya intinya pak Abi Nugraha deh.." Dika sudah tak sabar.


"Ooohh kami cuma teman biasa kok.. Kami dulu satu tempat Gym." Dika mengangguk paham.


"Eeehh Gym mana ya kalau boleh tahu. Mungkin nanti aku bisa ikut nge-gym bareng gitu sama kamu.." Sepertinya Dika mulai menggoda Miny.

__ADS_1


"Ahh itu aku di Gym Neonsa..."


"Eeehh.." Dika seperti teringat sesuatu setelah mendengar nama tempat gym Miny.


"Kamu anggota lama di sana?" Dika lebih antusias pada tempat gym itu.


"Eeemm ya lumayan lama mungkin sudah 1 tahun yang lalu.." Miny tak merasa kalau dia sedang membicarakan tempat Molly tertabrak dulu.


Sepertinya itu yang membuat Dika antuasia pada tempat itu. Tiba tiba mendengar Miny sudah hampir satu tahun di gym itu membuat Dika ketar ketir.


"Apa kamu tahu cerita salah satu anggota gym itu yang mengalami kecelakaan...?" Dika mencari tahu lebih dalam.


"Hah..?" Miny baru sadar kalau Dika sedang mencari Molly.


"Eeemm ya kalau gak salah ada.." Miny mendapat ide baru.


"Oohh bagaiamana keadaannya...?" Dika makin penasaran.


"Eeemm aku dengar dia baik baik saja, dua mendapat laki laki yang kaya, laki laki itu juga membiayai dia ke Korea dan tinggal di sana." Miny mengarang cerita indah.


"Ooohhh apa dia anggota yang agak gemuk ya..?"


"Eeemm kalau gak salah sih kayaknya iya.. Haahh aku iri sama dia. Kata teman teman di tempat Gym dia kemalingan. Tapi untung aja ada laki laki itu. Aahh ya memang dia, dia yang kasih hadiah satu unit mobil untuk orang pertama yang tolong dia. Ya wanita itu.." Miny semakin membohongi Dika.


"Hah.. Mobil..? Yang benar..?" Dika tak percaya.


"Ya dia membelikan dua anggota gym yang pertama kali tolong wanita gemuk itu. Beruntungkan.. Dan wanita gemuk itu yang jadi istrinya.. Mantap deh.."


"Ooohh.. Gitu ya.. Jadi sekarang dia di luar negri..?" Memastikan.


"Kurang tahu kemarin sih katanya ke Korea tapi mungkin itu cuma Honeymoon.. Aku juga gak tahu, aku sibuk cari kerja aja.." Miny menyudahi bohongnya.


"Ooohh berarti gak pasti juga di di Korea ya..?" Dika masih memastikan.


"Kenapa anda sangat tertarik sama wanita gemuk itu..?" Dika gelabakan mendengar pertanyaan Miny.


"Aaahh gak kok.. Aku cuma penasaran.." Dika menggaruk tengkuk yang tak gatal.


"Ooohh kirain kenal.. Ya udah saya permisi.." Miny pamit dan keluar dari rungn Dika yang masih terdia mendengar ucapan Miny barusan yang mengira dirinya mengenal wanita gemuk yang mereka bicarakan.


"Huuuhh.. Jadi Molly dapat suami baru juga ya.. Tapi pasti lebih tampan aku.." Dika dengan percaya dirinya.


"Kamu pikir begitu kah..?" Miny berada di luar ruangan Dika tersenyum puas.


"Biarlah kamu melayang dulu Dika. Nanti ada saatnya kamu jatuh ke bumi mencium tanah.." Miny berlalu dengan tekad membara.

__ADS_1


"Ini baru hari pertama ku tapi aku sudah membohongi Dika, hari berikutnya aku mau cari tahu cara bodohi Tika lagi.." Miny sepertinya memiliki banyak ide sudah di dalam otaknya.


__ADS_2