DENDAM 100 KILOGRAM

DENDAM 100 KILOGRAM
Episode 29


__ADS_3

Miny dan Raha memarkirkan mobil di area parkiran. Raha sangat bersemangat membawa Miny berbelanja.


"Kita beli yang banyak ya.. Aku kemarin dapat bonus jadi aku yang belanjaain kamu semuanya oke.." Raha mengandeng tangan Miny agar Miny berjalan lebih cepat.


"Raha pelan pelan.." Miny terpaksa mengikuti Raha dan kaki jenjangnya.


Saat masuk Mall, orang ramai layaknya Mall biasanya. Ada yang membawa anak mereka, ada yang bersama pasangan, ada yang bersama keluarga. Raha juga Merasa seperti mereka, kini ia sedang bersama Miny. Sang pujaan hati sejak lama yang baru.


"Dika, aku mau yang itu.." Laura merengek pada Dika


"Iya sayang apa sih yang gak buat kamu.." Dika dan Laura juga sedang berpoya poya dengan uangnya di Mall ini. Tidak ada rasa bersalah apalagi penyesalan di hati keduanya, hanya rasa puas dan puas.


"Bukannya kamu punya banyak yang begini di rumah?" Dika merasa pernah melihat Laura mengenakannya.


"Iya tapi aku suka kainnya, sangat nyaman Dika.. Satu lagi ya..." Pinta Laura.


"Oke oke.. kita ambil.." Dika membawanya dan membayarnya untuk sang istri tercinta dan tercantik.


"Ra.. Kita mau beli apa dulu ni..?" Raha Dan Miny masih berkeliling saja.


"Eemm baju untuk kamu interveiw, dan untuk turun kerja, jaket, sepatu baru, kaos kaki, sapu tangan, dan juga sarung tangan." Ucap Raha.


"Oke lalu kamu mau beli apa..?" Miny melihat Raha.


"Eeem ya yang aku sebutkan itu tadi.." Raha menjawab Enteng.


"Kita ke toko yang mana Ra..?" Miny sudah lelah.


"Yang ini aja, aku sering ke toko ini, kain dan kualitasnya sangat bagus.." Raha lebih bersemangat.


"Ya sudah ayo.." Miny masuk duluan.


Saat di depan toko Miny bisa mengingat dan hafal dengan benar orang yang ada di hadapannya. Itu adalah Dika dan Laura.


"Sayang mau apa lagi..?" Tawar Dika pada Laura.


"Kita cari ke tempat lain aja lagi." Ajak Laura.


"Kenapa kamu berhenti di sini.." Raha menemui Miny.


Raha mengikuti arah pandang Miny. Ia melihat juga Dika dan Laura. "Ohhh jadi ini mantan suaminya Molly.." Raha memperhatikan gerak gerik Dika dan Laura.


"Itu mantan suami aku dan pacarnya" Miny belum tahu kalau Dika sudah menikah lagi dengan Laura.

__ADS_1


"Oohh.." Raha melihat baju yang sangat cantik, dan tak fokus lagi pada Dika.


"Min, ini baju yang cocok untuk kamu looo.." Dika berserta orang orang yang ada di toko itu, padahal baju itu adalah baju yang paling mahal dan di pajang untuk hiasan dan Khasnya toko ini.


"Kamu gila, itu gak akan cocok sama aku.. Aku kan.." Miny baru ingat kalau itu memang cocok untuknya.


"Mbak boleh coba..?" Tanya Raha dengan santainya.


"Boleh tapi.." Penjaga toko itu agak ragu mengatakannya.


"Tapi aku akan membelinya.." Sambung Raha lagi.


"Ba... Baik Tuan..." Penjaga toko itu langsung melayani Raha dan Miny.


"Cobalah, aku yakin kamu cocok..." Sebelum Miny masuk ke dalam ruang ganti.


"Cihhh yakin banget mas, jangan bilang nanti gak mampu bayar.." Dika meremehkan Raha. Raha membuka kacamatanya, tapi tiba tiba Dika terdiam.


"Pak Abi.." Gumannya


"Siapa yang gak mampu bayar...?" Raha menunjukan wajahnya yang sebenarnya.


"Maaf Tuan Abi saya tidak tahu kalau ini adalah tuan. saya kira.." Dika mulai tidak mendapat jawaban.


"Apa ini pacarmu..?" Raha memandang Laura seperti jijik.


"Saya bukan pacarnya lagi saya istrinya.." Jawab Laura sok cantik agar menarik perhatian Raha.


"Oohh baguslah selevel." Raha tahu Laura adalah seorang pemilik Minimarket dan beberapa kedai kekinian sekarang. Tapi yang Rah tahu Laura tetaplah wanita matre seperti biasanya. Ia serakah, ia tidak ingin hartanya yang di pakai, ia hanya ingin pakai harta dan uang orang lain.


Tak lama kemudian Miny keluar daru ruang ganti dengan mengenakan baju, karna tubuh ramping Miny ini, membuatnya sangat cocok dengan baju itu. Dika bahkan sampai terdiam memandang Miny.


"Tuh kan.." Raha Bangga pada kecantikan yang terpancar yang di padukan dengan baju pilihannya.


"Apa cocok..?" Miny mematut dirinya di cermin yang ada.


"Sangat cocok.. Jadi berapa..?" Raha menoleh pada sang penjaga toko.


"Itu benar benar cocok nona, anda semakin cantik.." Puji Dika.


"Aahhh..?" Miny tak percaya apa yang di dengarnya ini.


"Ya anda sangat cantik.." Dika juga menyenggol nyengol Laura untuk memuji gadis di depan mereka ini.

__ADS_1


"Apa sih..?" Laura tak mengerti maksud dari Dika.


"Iissshh..." Dika sangat kesal.


"Ya sudah.. Aku mau bayar dulu.. Kamu pilih lagi baju yang lainnya kamu kan perlu baju baju baru.. Cari yang pas untuk kamu, nanti aku yang bayar." Dika dan Laura menganga mendengarnya.


"Ya oke.. Nanti aku cari yang malah lagi gimana..?" Goda Miny pada Raha tapi juga menyinggung Dika dan Laura.


"Boleh.. Kita berburu yang mahal mahal aja kok.." Balas Raha lagi.


"Okeeee.." Miny tertawa dan ia mengingat lagi saat dia mengerjai Dika dan Laura di minimarket tempat ia bekerja kemarin. Dika dan Laura di buat malu habis habisan.


"Dika kamu liat itu, cowok itu beliin ceweknya banyak baju dan mahal mahal lagi masa kamu gak bisa gitu sayang.." Rengek Laura lagi iri pada wanita itu.


"Sayang dia itu adalah pemilik Tirta Krosa. Atau perusahaan utama dari Krosa II tempat aku kerja, aku pernag ketemu sekali, dia bos yang galak dan sangat berkharisma, gak ada yang berani nolak permintaan dia.." jelas Dika memberitahu Laura.


"Kamu juga tadi aku minta puji wanitanya Tuan Abi kamu malah diam aja.." Dika masih teringat saja dengan masalah itu.


"Aahh bodo ah.. Toh suami aku juga kaya kok.. Bukan cuma cowok itu yang kaya" Laura berlalu pergi dari toko itu.


"Raha.." Panggil Miny ketika Raha sudah selesai dengan pembayarannga.


"Kenapa, serukan kerjai mantan suami kamu itu.." Raha menyenggol Miny.


"Iisshh kamu ini.. Ini baju juga, kamu betulan beli..?" Miny melihat baju bermerk mahal yang ia pakai ini.


"Iya.. Aku membelinya.. Kamu suka..?" Sangat mudah Raha mengatakannya.


"Apa..? Ini merk mahal Ra.. mana bisa aku ganti uang kamu.. " Miny sangat mengkhawatirkan masalah uang.


"Itu hadiah buat kamu Min.. Biar kamu makin berani hadapi Mantan suami kamu nanti, apalagi tempat kamu kerja nanti dekat tempat dia, oohh ya kamu tahu tadi aku juga tanya sama Dika, siapa Wanita di samping dia itu, apa pacarnya, dia jawab bukan, itu, istrinya.." Raha memberitahu Miny yang sebenarnya.


"Jadi dia sudah nikah lagi, gitu ya.." Miny sedih mendengarnya.


"Kenapa kamu mau balikan sama dia gitu ya..?" Duga Raha melihat tanggapan Dari Miny.


"Enggak Ra... tapi.. secepat itu dia nikah lagi..?" Miny sedih karna itu.


"Bukan cuma itu Miny, aku juga minta anak buah aku cari data berbaru tentang mantan suami kamu itu, mereka dapat, Dika ngaku ngaku kalau istrinya sudah meninggal makanya dia dapat amanah dari mendiang istrinya kalau minta dia cepat nikah lagi. Makanya dia nikah lagi..." Raha sebenarnya tak ingin mengatakan ini pada Miny tapi sepertinya harus.


Miny..


off dulu guys..

__ADS_1


__ADS_2