DENDAM 100 KILOGRAM

DENDAM 100 KILOGRAM
Episode 34


__ADS_3

Sejak kejadian surat tanah itu Dika dan keluarganya tidak sinkron. Dika daan Laura hanya memikirkan diri mereka, Wika melakukan yang ia inginkan, Tika pun tak peduli dengan semuanya.


Hubungan Dika dan Luara juga merenggang setelah Laura tahu kalau Dika masih sering mencari tahu tentang Molly.


Laura pikir sepertinya Dika masih terus ingin mencarui Molly karna mendengar kalau Molly telah di operasi. Mungkin saja kan Dika penasaran dengan Molly yang sekarang.


Dika pun tak bisa berbuat apa apa. Laura sudah mengambek dan tak memperdulikan dirinya. Mau tak mau Dika mengurus dirinya sendiri seperti makanan, baju dan yang lainnya. Tak jarang juga Dika tak pulang ke rumahnya memilih untuk tidur di kantor.


Miny bisa membaca kemajuan rencananya ini. Pasti setelah ini Dika akan mencari pelarian. Miny yakin sekali akan hal itu.


"Eeemmm Raha kamu hari ini sibuk gak..?" Miny menghubungi Raha dari ponselnya.


"Eeemm kenapa..?" Raha sedang menandatangani berkasnya.


"Eeemm aku mau izin keluar.. Tapi aku binggung alasannya apa.." Raha menghentikan aktifitasnya.


"Hah..? Kamu mau keluar..? Kemana tapi?" Raha menutup berkasnya.


"Aku mau ke Klub.." Jawab Miny pelan pelan.


"Kamu.. Mau ke klub..?" Raha terkejut.


"Ya ada yang mau aku lakukan di sana Raha.. Ini tentang Dika.." Rah Lega mendengarnya.


"Oke ayo.. Aku antar.."Raha langsung menuju ruang kerja Miny.


"Oke.."


Tak lama Raha pun tiba d ruangan Miny.


Setelah itu pun mereka langsung berangkat.


"Kamu mau ngapain ke klub ngapain.. Apa huungannya sama Dika..?" Raha menyopir mobilnya sambil bertanya pada Miny.


"Kamu ingatkan aku minta untuk tunggu langkah selanjut... Inilah langkah selanjutnya." Miny tersenyum.


"Oohhh ya...belum puas kamu dapat uang 10 juta dari Roy..?" Raha berpikiran lain dari pikiran Miny.


"Kok uang.. Justru aku mau keluarkam uang untuk wanita di tempat itu.." Miny mengeluarkan amplop coklat dari dalam tasnya.


"Huyoooohh banyak uang.." Raha cukup terkejut. "Uang sebanyak itu akan di apakan..?"


"Ini.. Ini untuk bayar semua wanita di tempat itu.." Raha menaikan satu alisnya.


"Sudah Ra.. Jangan banyak tanya. Nanti kamu liat aja ya.. Di sana nanti bsru kamu ngerti.

__ADS_1


***


"Ooohhh laki laki ini.. Ya beberapa hari lalu ada dia ke sini.. Kenapa suami kamu kah.?" Dengan lagaknya yang sombong berbicara dengan Miny.


"Bukan tapi.." Miny mengeluarkan uangnya.


"Aku ada tugas untuk siapapun yang mau.."  Mata semua wanita itu tertuju pada uang yang di keluarkan Miny dan ia perlihatian nominalnya.


"Wahhh aku suka cara main kamu.. Mau apa..?"Wanita yang tadinya sombong berubah menjadi sok dekat.


"Aku cuma mau bagi bagi rejeki buat kalian." Miny membagi para wanita itu uang yang ia pegang.


"Waaaahhh.." Mereka cukup senang.


"Kalian dapat uang gratis dari aku, dan tugas kalian juga hampir sama dan masih menyangkut uang. Laki laki di foto tadi.. Minta uangnya, iming imingi dia pelayanan super... Habiskan uang dia. Aku dulu mantan istrinya. Uangku habis di gunakan untuk keperluannya. Jadi aku mau kalian mau mengantikan aku untuk menghabiskan uangnya. Apa kalian mau...?" Miny sebenarnya hanya juga tidak terlalu yakin rencananya yang satu ini akan berjalan lancar. Tapi apa salahnya ia mencoba.


"Ooohhh.. Jadi kamu bayar kamu untuk habiskan uang mantan suami kamu..? Aaaahh dengan senang hati..." Jawab wanita yang lainnya.


Mereka mulai membagi foto Dika di antara mereka. Siapa tahu ada yang beruntung bisa mengorek uang Dika hingga ludes.


"Haaahh aku kira gak akan semudah ini Ra.. Raha...?" Miny tak menemukan Raha di sampingnya.


"Eeehh..?" Miny terkejut melihat Raha sedsng di dekati oleh seorang wanita seksi.


"Hei tampan.. Ayolah.. Bagi nomermu.. Nanti mungkin kamu perlu aku kah. Untuk temani waktu senggang kamu gitu.." Godanya.


"Hah..?" Wanita itu menoleh.


"Yang ini jangan kamu dekati.. Kamu mau uang kan.. Nih.." Miny memberikan uang juga pada si wanita penggoda Raha.


"Iissshh jadi aku di bayar biar gak sentuh dia.. Padahal dia ganteng banget looo.. Dengan senang hati aku layani bahkan kalau dia mau, aku siap kok di isi.." wanita itu mengelus perutnya.


"Maaf ya mbak ini suami saya... Mending Mbak goda aja cowo ini.. Dia kaya loooo.." Miny langsung menggandeng Raha lalu menunjukan foto Dika.


"Jadi ini.. Aku di bayar untuk goda laki laki ini..?" ia melihat nominal yang ia pegang.


"Bukan Godain.. Tapi habiskan uangnnya.." Ralat Miny.


Raha terus menatap Miny. Detak jantungnya begitu cepat saat seperti ini. Saat Miny mengandeng tangannya dan menempel sempurna padanya.


"Oke.. Makasih ya.." Wanita itu berlalu dan berkumpul dengan yang lainnya.


"Kamu ini nah.. Coba jangan jauh jauh.. Kamu kan tahu ini tempat kumpulan wanita wanita penggoda..?!" Miny memukul tangan yang tadi ia gandeng.


"Jadi aku suami kamu..?" Miny menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Isse apa sih.. Itu.. Itu cuma bohong aja.. Biar dia pergi gak goda goda kamu lagi.." Miny memperbaiki rambutnya agar ia tak nampak grogi ia malu dengan yang ia katakan tadi.


"Kalau kamu minta aku jadi suami kamu juga boleh kok.. Aku mau..." Raha mengalungkan tangannya di leher Miny.


"Eeehh apaan sih.. Dah aaah.. Ayo pulang.." Tak ingin terus di godai Raha Miny menariknya pulang saja.


"Mau gak.. Mau gak... Mau gakkkk..?" Rah Terus mengulangi ucapan yang sama sepanjang perjalanan.


"Raha.. Udah.." Miny malu sekali mendengarnya.


"Ayolah.. Aku bertanya.." Raha menoel noel hidung Miny.


"Raha.." Pipi Miny merona.


"Okelah.. Kamu boleh panggil aku suami.. Aku panggil kamu istri.." Oceh Raha lagi.


"Raha..!!!!" Miny semakin malu.


***


Jam pulang kantor. Miny dan Raha terus larut dalam percakapan mereka tentang suami dan istir.


Dika berniat pulang ke rumahnya saja. Ia melihat kedekatan Miny dan Raha yang sangat menganggu matanya. Raha atasannya mendapat wanita tercantik di kantor.


Belum lagi Dika melihat Raha membawa Miny ke dalam mobilnya. Tentu saja pikiran Dika hanya satu, pasti keduanya akan bersenang senang malam ini. Terlihat dari wajah riang Raha yang tak ada habisnya.


"Aku juga mau" Dika mengepalkan tangannya.


"Aaahh aku kan punya banyak yang cantik juga.." Dika menjalankan Mobilnya.


Di sinilah Dika. Sudah lama ia tidak bersenang senang ke tempat ini. Dika turun dari mobil bak raja.


Para wanita meliriknya. Senyum mereka timbul mengingat tugas mereka.


"Tuan.. Mau di layani.." Satu wanita menghampiri.


"Tuan anda ganteng banget malam ini.. Main yukk.." Satu lagi menggoda.


Dan masih ada beberapa


Wanita lagi yang datang menawarkan jasanya pada Dika.


Tentu Dika senang. Ia pun meladeni semua wanita yang datang padanya.


"Wwwwhooaaa... Malam ini sangat menyenangkan.." Dika bersuka cita di ambang kehancurannya.

__ADS_1


"Kita main bersama mau..? Aku bayar mahal.." Bisik Dika kepada dua wanita yang menurutnya paling cantik di depannya. Bukan hanya cantik paras. Tapi cantik bodi juga. Tentu idama semua pria hidung belang.


Dika..


__ADS_2